33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Reuni UIN, Deklarasi Perangi Radikalisme

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Reuni akbar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang dihadiri 1.000 lebih alumni, juga mendeklarasikan memerangi virus radikalisme yang belakangan mengancam keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Menyusul perkembangan radikalisme yang semakin masif menyasar masyarakat luas. Maka dari itu, eksistensi alumni UIN Walisongo yang berciri khas santri harus turut berperan menjaga Pancasila yang merupakan ideologi negara.

”Untuk itu, segala macam gerakan yang dapat mengancam ideologi bangsa, harus diberantas sampai ke akar-akarnya,” kata Ketua Keluarga Alumni (Kalam) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Lukman Hakim di sela acara reuni akbar dan deklarasi antiradikalisme dan intoleransi di kampus UIN Walisongo, kemarin.

Menurut Lukman, semua alumni UIN Walisongo tegas menolak semua gerakan radikalisme dan intoleransi serta sepakat memberantas paham itu dari NKRI. ”Radikalisme dan intoleransi merupakan gerakan yang nyata-nyata mengancam ideologi bangsa dan memecah kesatuan NKRI. Sehingga, semua gerakan yang mengandung dua elemen itu, harus diberantas,” kata Lukman.

Dikatakannya, saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami banyak cobaan. Beragam gerakan radikalisme dan intoleransi mulai menyusup dalam setiap sendi kehidupan, mencoba merongrong kesatuan dan persatuan bangsa menggunakan beragam isu, mulai politik, sosial, hukum dan sebagainya.

Kondisi ini, menurutnya, menuntut kesadaran semua pihak untuk mempertahankan semangat kebangsaan, nasionalisme dan Pancasila sebagai jati diri bangsa. ”Alumni UIN Walisongo harus mampu mengambil bagian untuk menanggulangi ancaman radikalisme, sehingga kami merasa perlu menggelar deklarasi ini,” bebernya.

Tidak hanya itu, imbuhnya, deklarasi tersebut merupakan langkah awal komitmen alumni UIN Walisongo dalam memberantas radikalisme dan intoleransi. Ke depan, telah dirancang program khusus gerakan Indonesia mengaji. ”Para alumni UIN Walisongo, harus bisa berperan untuk mengajarkan nilai-nilai keislaman secara damai, toleran serta rahmatan lil ’alamin,” katanya.

Dia menjelaskan, ini menjadi langkah konkret untuk menekan dan mengantisipasi adanya paham radikal dan intoleransi di masyarakat. ”Kami akan bekerja sama dengan instansi serta komunitas-komunitas lain untuk memberantas radikalisme dari bumi pertiwi. Seluruh masyarakat sadar dan serius, dalam menghadapi ancaman negara itu,” katanya.

Untuk memberantas masalah radikalisme dan intoleran ini tidak cukup oleh pemerintah saja. Tetapi semua elemen masyarakat harus terlibat. ”Pancasila dan NKRI adalah harga mati, paham lain yang mencoba merongrong dasar negara harus dimusnahkan dari negeri tercinta ini,” tegasnya.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Dr Muhibbin MAg mengatakan bahwa sebagai kampus Islam yang mengajarkan prinsip-prinsip Walisongo, alumni UIN Walisongo memang harus menjadi pilar dalam membentengi negara dari ancaman radikalisme dan intoleransi. ”Alumni UIN Walisongo memang harus berkontribusi dalam menyebarkan Islam yang damai dan menjadi pilar untuk melawan segala macam tindakan radikalisme serta intoleransi,” katanya.

Menurut Muhibbin, hal ini sudah menjadi komitmen UIN Walisongo. Untuk itu, ia berharap tidak hanya deklarasi, melainkan tindakan nyata saat hidup bermasyarakat. ”Jadi harus terus dikembangkan ke dalam pelaksanaan deklarasi di lingkungan masyarakat masing-masing. Alumni UIN Walisongo yang tersebar di mana pun berada, harus mampu menjadi pilar kebangsaan untuk membebaskan masyarakat dari paham-paham yang dapat mengancam bangsa dan negara,” kata dia. (amu/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jadi Menu Favoritnya Para Pemain Bola

TENGKLENG Rica-Rica, cukup menarik mendengar namanya. Terbilang inovasi baru dari olahan masakan berbahan dasar daging dan tulang kambing. Bagi penikmat tengkleng atau pecinta kuliner,...

HUT ke-52 Sritex, Karya Indonesia untuk Dunia

RADARSEMARANG.COM - MEMASUKI usia ke-52 tahun, PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), terus mengembangkan usahanya dalam berbagai sektor. Pabrik tekstil yang sudah mendunia ini...

Bekali Masyarakat Cara Pertolongan Gawat Darurat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Bersama Paguyuban Rumah Sakit se-Kota Semarang menyelenggarakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Bagi masyarakat se-Kota Semarang. Kegiatan tersebut untuk...

Warga Salatiga Rasakan Gempa

SALATIGA – Angin puting beliung melanda Kota Salatiga, Minggu (15/1) dini hari. Imbasnya, puluhan pohon dan tiang listrik maupun telepon ambruk. Sejumlah rumah warga...

Berikan Kurban pada Warga Sekitar Hotel

SALATIGA - Di hari Raya Idul Adha tahun ini, Grand Wahid Hotel Salatiga akan menyumbangkan kambing sebagai hewan kurban kepada warga. Hewan kurban tersebut...

Menikmati Keheningan Wisata Air di Kawasan Grabag

Kabupaten Magelang memiliki daya tarik wisata yang komplet. Mulai wisata heritage, seni, budaya, religi, hingga wisata alam yang memesona. BAGI yang butuh ketenangan dengan nuansa...