33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Kehamilan Penderita Lupus Berisiko Tinggi

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – Mengandung dan melahirkan pastilah menjadi harapan bagi setiap wanita yang sudah menikah. Sayangnya, tidak demikian bagi penderita lupus. Pasalnya, penyakit lupus ini merupakan penyakit oto imun yang seharusnya menjadi antibodi memberantas mikroorganisme di dalam tubuh, justru berbalik menyerang tubuhnya sendiri.

Dr Julian Dewantiningrum di sela Temu Pelanggan Penderita Lupus di aula diklat RSUP Dr Kariadi menjelaskan, jika 90 persen kasus lupus pada perempuan terjadi pada usia reproduksi. Sehingga kehamilan yang terjadi pada penderita lupus rawan komplikasi.

”Penderita lupus rawan terjadi keguguran, preeklampsia, pertumbuhan janin terhambat, gangguan fungsi ginjal, flare, persalinan prematur, kematian pada janin serta bayi yang baru lahir juga menderita lupus,” bebernya.

Meski demikan, dengan perencanaan yang matang sebelum kehamilan,  penderita lupus tetap bisa mengandung dan melahirkan dengan selamat. Lebih tepatnya, menemui dokter 3 hingga 6 bulan sebelum kehamilan untuk mendiskusikan risiko yang mungkin ditemui dan pemilihan obat yang aman jika ada kehamilan. ”Sebaiknya penderita lupus merencanakan kehamilan minimal 6 bulan sebelum kehamilan yang dikehendaki,” ujarnya.

Apabila kehamilan sudah terjadi, penderita lupus hendaknya wajib melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, sehingga dapat dideteksi dan ditangani sesuai dengan kondisi ibu hamil. Dengan pemeriksaan tersebut, dokter akan memberikan obat-obatan yang tidak berpengaruh buruk pada kehamilan dan janin. Selain itu, ada beberapa tindakan yang perlu dilakukan wanita penderita lupus selama masa kehamilan.

”Penderita lupus wajib melakukan kontrol kehamilan pada dokter obsgin atau konsultan fetomaternal, kontrol rutin pada dokter interna atau rematologi,” katanya.

Selain itu juga perlu pemeriksaan laboratorium, seperti urine, darah, fungsi ginjal, fungsi hati, antibodi antiphospholipid, pemeriksaan USG fetal ekokardiografi saat 18 minggu untuk menilai kemungkinan blokade jantung pada janin. ”Dan hindari lelah berlebihan, konsumsi makanan gizi sehat dan seimbang, hindari penambahan berat badan berlebihan,” jelasnya.

Pemeriksaan kehamilan yang dilakukan secara teratur diharapkan bisa mencegah komplikasi lupus. Bayi yang terlahir dari ibu yang lupus akan memiliki neonatal ruam sementara, umumnya hingga usia 3-6 bulan dan tidak akan kambuh lagi. ”Di mana dokter akan secara teratur memeriksa detak jantung dan pertumbuhan janin, sehingga mengurangi risiko kelahiran prematur,” jelasnya.

Menurut, dr Santosa, yang turut dalam kegiatan tersebut, penyebab penyakit lupus ini masih belum diketahui hingga saat ini. Sepuluh persen pasien lupus memiliki hubungan kekerabatan tingkat pertama (orang tua, saudara kandung, anak-anak), atau kekerabatan tingkat dua (bibi, paman, sepupu) dengan lupus. Sehingga diyakini lupus terjadi karena faktor genetik dan faktor lingkungan yang memicu timbulnya penyakit.

”Selain itu, juga disebabkan faktor eksternal yang dapat memicu termasuk sinar ultraviolet, virus, kelelahan, infeksi, trauma, dan stres. Wanita usia 15 hingga 45 tahun lebih sering terkena lupus, walaupun tidak menutup kemungkinan pada usia lain bahkan pada laki-laki,” pungkasnya. (den/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...