33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Cita-Cita Jadi Kowad, namun Takdirnya Jadi Lurah

Lebih Dekat dengan Lurah yang Memimpin Kelurahan Mangunharjo

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Yuliatun, Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang menunjukkan prestasinya dengan menjuarai beberapa kategori di antaranya juara 1 lomba Kampung Hebat serta prestasi lainnya. Hal itu tidak terlepas dari peran lurahnya yang memiliki segudang prestasi yakni Yuliatun, 53. Seperti apa?

NUR WAHID

YULIATUN merupakan anak ke-4 dari 9 bersaudara. Ayahnya kala itu sebagai sekretaris lurah (seklur) atau Carik Pedalangan. Sedangkan kakaknya Purnomo merupakan Lurah Meteseh yang saat ini sudah memasuki masa pensiun. Namun hal itulah yang mendorongnya menjadi lurah saat ini. ”Bapak saya itu, dulunya carik sehingga mereka yang mendorong saya menjadi lurah sekarang ini,” katanya.

Yuliatun sendiri mengawali kariernya pada 1987 menjadi staf di Kecamatan Semarang Utara. Namun perkantorannya kala itu, masih menempati kantor yang sekarang dijadikan kantor Kecamatan Semarang Timur.

Setelah itu, pada 1993 menjadi staf Kecamatan Banyumanik. Kemudian pada 2004 menjadi Kasi Pemerintahan Kelurahan (Pemkab) Pedalangan, Kecamatan Banyumanik. Kemudian pada 2010 menjadi Lurah Kramas dan pada 2012 menjadi Lurah Mangunharjo sampai sekarang ini.

Sebelum menjadi lurah, Yuliatun sebenarnya mengaku ingin menjadi Kowad (Korps Wanita TNI Angkatan Darat). Tetapi karena orang tuanya pernah menjadi carik, hal itu mendorongnya bekerja di pemerintahan sehingga menjadi lurah ini. ”Dulu ada keinginan menjadi Kowad, tetapi karena tidak ada yang mendorong, maka ayah yang saat itu menjadi seklur dan mendorongnya, sehingga menjadi lurah ini,” katanya.

Yuliataun yang menikah dengan Satriyo Wahyu Wibowo pada 1988 tersebut dikaruniai dua anak laki-laki bernama Radiksa Ivan dan Radiksa Arvian dan saat ini keduanya telah bekerja. ”Kedua anak saya sekarang sudah bekerja sehingga sudah mentah,” akunya.

Sewaktu kedua anak-anak masih kecil, dia lebih suka menggunakan jasa pembantu untuk mencuci dan membersihkan rumah sambil mengasuh anak-anaknya. Bahkan sampai sekarang pembantu masih membantu di rumah karena rumahnya ada di depan rumah. ”Saat anak-anak masih kecil, selalu menggunakan pembantu. Karena dengan pembantu, dapat meringankan pekerjaan rumah tangga,” paparnya.

Bahkan setiap pagi, Yuliatun selalu memasak untuk keluarga. Sehingga setiap hari selalu bangun pagi untuk memasak kemudian dibiasakan untuk sarapan sebelum melakukan aktivitas. Bahkan kebiasaan itu tetap dilakukan meskipun anak-anak sudah dewasa. ”Jadi setiap pagi selalu memasak untuk keluarga. Karena dengan memasak, dapat makan bersama sambil ngobrol dengan anak-anak dan suami,” akunya.

Terkait dengan kemenangan dalam lomba Kampung Hebat, Yuliatun mengaku telah melakukan pemilahan dan yang terpenting adalah melakukan koordinasi dan kerja sama dengan warga. Setelah itu, dilakukan pemantauan tentang progres tersebut. ”Jadi, saat ada lomba Kampung Hebat, sudah dipilah, RW mana yang mewakili. Kemudian dari pemilahan maka dilakukan koordinasi dan kerja sama,” katanya.

Dalam pemilahan kampung, yang ditunjuk untuk mewakili adalah masing-masing RW untuk mewakili kelurahan. Di antaranya, untuk Kampung Agamis dan Toleran di wilayah RW IV, Lomba Poskamling di wilayah RW IV juara I dan Lomba Kampung Sehat juara II di wilayah Rw V.

Tak hanya itu, masih ada beberapa prestasi kelurahan lainnya. Yakni, pada 2014 juara I tingkat kota sebagai Kinerja Lurah. Pada 2015 lomba Pemberdayaan Masyarakat juara II dan pada tahun yang sama juara II Kelurahan Ramah Lingkungan. Dengan berbagai prestasi itu, warga Mangunharjo mendukung penuh. Bahkan ketika ada lomba Kampung Hebat, warga mengikutinya dengan senang hati.

”Dengan mengikuti lomba, warga sangat senang karena mendapatkan kepercayaan dari kelurahan untuk mewakili. Dan ini merupakan sesuatu yang luar biasa sehingga warga tetap ingin mengikuti lomba lainnya,” akunya. (*/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Si Cepat, Layanan Gratis selama 24 Jam

SEMARANG - Lima ambulans Si Cepat yang diluncurkan Pemkot Semarang merupakan bentuk peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat. Di mana masyarakat bisa memanfaatkan ambulans tersebut...

Sediakan Aksesoris Buat Selfi

SEJAUH mata memandang, semua yang ada di ruangan kafe ini sangat lekat dengan tokoh kartun Hello Kitty. Mulai dari dekorasi, hingga peralatan yang ada...

Sahabat Kembali Runner Up

SEMARANG – Impian tim basket putri Sahabat Wisma Sehati Semarang untuk menjadi yang terbaik di kompetisi basket wanita Tanah Air kembali pupus.  Sahabat akhirnya...

Portal Berita Diedit, Grace Natalie Disasar Hoax soal LGBT

JawaPos.com - Hoax kembali menyasar tokoh parpol. Kali ini, yang menjadi korban adalah Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. Si pembuat hoax...

WOM, Promosi Paling Ampuh Era Disruptif

RADARSEMARANG.COM - ERA disruptif yang belakangan ramai dibicarakan membuat perubahan dalam banyak aspek. Jika beberapa waktu terakhir perusahaan banyak mengandalkan iklan yang merupakan sebuah...

Pelaku Ingin Minta Maaf

MUNGKID—AMR, 16, siswa SMA Taruna Nusantara yang membunuh temannya sendiri dengan pisau dapur menyatakan penyesalannya. Ia mengaku ingin minta maaf kepada keluarga korban Kresna...