32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

Tafsir : Kader Muhammadiyah Jangan Kolot

TEMANGGUNG– Untuk membangun umat untuk kemajuan, kader Muhammadiyah tidak boleh kolot. Sebab jika masih kolot, bisa menjadi antikemajuan. Hal itu ditegaskan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir dalam ceramah ilmiah pada wisuda MTs, MA dan SMK Al Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung Sabtu (13/5) lalu di gedung IPHI Temanggung.

“Jika mau membangun peradaban, maka jangan keras kepala atau radikal, karena umat bisa lari dan antipati,” ucap Tafsir di hadapan siswa dan orang tua wali murid siswa Al Mu’min Muhammadiyah. Siswa yang diwisuda sebanyak 62 orang dari MTs, MA 41 siswa dan SMK 7 siswa.

Tafsir melanjutkan, sadar dalam upaya membangun peradaban, Nahdhatul Ulama (NU) belakangan banyak mendirikan sekolah-sekolah sampai dengan universitas. Apa yang dilakukan NU tentu agar umat Islam tidak tertinggal dalam kemajuan zaman, lebih-lebih ilmu pengetahuan. Demikian juga Muhammadiyah yang belakangan ini menyadari bahwa peran pondok pesantren sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman.

Masih menurut tafsir, Muhammadiyah yang selama ini lebih fokus pada sekolah atau lembaga formal, kini banyak mendirikan pondok pesantren. Dari situ, akhirnya NU dengan Muhammadiyah ketemu satu titik, dengan tujuan sama. Yakni sama-sama membangun peradaban umat.

“Saya berharap Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung dapat mengambil peran menyiapkan kader ulama Muhammadiyah untuk membangun peradaban,” pinta Tafsir dalam acara yang dihadiri orang tua wali, jajaran dewan guru, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Temanggung dan para pejabat terkait.

MTs, MA dan SMK Al Mu’min Muhammadiyah Tembarak merupakan lembaga pendidikan di bawah Pondok Pesantren (Ponpes) Al mu’min Mummadiyah. (san/lis)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here