30 C
Semarang
Rabu, 21 April 2021

Langkah PPSM Makin Berat

Seri 0-0 Lawan Persipon

spot_img
spot_img

MAGELANG – Langkah PPSM Sakti untuk maju ke babak 16 besar Liga 2 makin berat. Bahkan untuk tetap bertahan di Liga 2 tahun depan, anak asuhan Siswanto “Kancil” harus kerja keras di laga sisa. Selain harus memetik poin penuh di kandang, PPSM harus bisa memaksimalkan tambahan poin saat tandang.

Kondisi ini tak lepas hari hasil seri yang diperoleh saat melawan Persipon Pontianak, Sabtu (13/5) sore. Bermain di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang, kedua tim berbagi skor 0-0.

Banyak peluang terbuang percuma yang tidak mampu diciptakan oleh kedua tim. Kedua tim sama-sama bermain hati-hati dan terkesan menunggu.

Babak pertama, PPSM mencoba peruntungan dengan menekan lini pertahanan. Pemain tengah PPSM, Rezza Ajie mencoba menyisir lini sayap kiri Persipon bekerja sama dengan Sambung Prakoso. Kerjasama cukup apik ditampilkan kedua pemain, Rezza Ajie pada menit ke-25 mampu melepaskan tendangan keras ke gawang Persipon yang dijaga oleh Rifki Fauzi Adam. Namun, Rifki mampu memblok tendangan keras Rezza dan berbuah sepak pojok.

Persipon tidak mau kalah. Para pemain tengah yang dimotori Naldy Renaldy, Muhammad Rian Firmansyah dan Daeng Lukman mampu membuat barisan pertahanan PPSM Sakti cukup kewalahan. Penyerang Persipon, Hezron Benyamin Hamokwarong mampu tampil apik dan seringkali terlepas dari kawalan bek-bek PPSM.

Pada menit ke-40, Hezron mampu mengecoh tiga pemain PPSM mendekati kotak penalti dan melepaskan tendangan keras. Namun sayang, tendangan hanya mampu melayang jauh di atas mistar gawang PPSM yang dijaga oleh Muhammad Refi Jaelani.

Di babak kedua, Persipon mampu mendominasi permainan. Banyak peluang tercipta namun buruknya finishing touch penyerang Persipon sehingga tidak mampu menghasilkan gol. Hingga babak kedua berakhir, tidak ada gol yang tercipta, skor akhir 0-0.

Pelatih Persipon Pontianak Inyong Lolombulan saat jumpa pers mengatakan, penyelesaian akhir para pemainnya buruk. “Kami mampu menciptakan peluang namun tidak bisa dikonversi menjadi gol. Kami bermain dari kaki ke kaki sehingga cukup kesulitan memainkan bola-bola panjang,” beber Inyong.

Pelatih PPSM Sakti Magelang Siswanto ‘Kancil, mengatakan, harusnya timnya mampu meraih tiga poin. “Namun para pemain kami tidak bermain lepas dan kurang pede, sehingga banyak peluang terbuang sia-sia. Ke depan kami akan berkonsentrasi pada persiapan fisik pemain, karena memang faktor fisik menjadi momok,” tutup Siswanto.

Kamis (18/5) mendatang, PPSM akan menjalani laga berat dalam matchday kelima. Yakni bertandang ke Stadion Jatidiri Semarang untuk menghadapi runner up sementara grup 4, PSIS Semarang. (cr3/ton)

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here