33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Terminal Bus Karangawen Rusak Parah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

DEMAK-Keberadaan Terminal Bus Pasar Karangawen tak ubahnya bangunan tua tak berpenghuni. Kondisinya kumuh tanpa perawatan, menjadikan terminal ini ditinggalkan angkutan-angkutan umum.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (12/5) kemarin, beberapa bagian bangunan sudah uzur dan hendak roboh. Bahkan, banyak atap hilang tergerus hujan dan angin. Kini, rumput ilalang bebas tumbuh di lantai-lantai bangunan. Ketika musim hujan datang, pelataran terminal tak ubahnya kolam, lantaran sudah tidak adanya lapisan aspal.

Petugas kebersihan Terminal Karangawen, Jumaryono, mengatakan, sejak diresmikan pada tahun 1991 silam, belum pernah ada perbaikan ataupun pemugaran terminal. Kondisi tersebut mengakibatkan para sopir angkutan umum lebih memilih menaik-turunkan penumpang di seberang jalan raya. “Terbengkalai, tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Akhirnya digunakan untuk parkir para sopir truk,” katannya.

Dia berharap Pemkab Demak dapat turun tangan dan merevitalisasi terminal agar dapat difungsikan kembali untuk menghidupkan perekonomian masyarakat, khususnya pedagang yang masih bertahan. “Kalau wacana pembangunan sudah terdengar sejak lama, tapi realisasinya hingga sekarang masih nihil. Meski sudah beberapa kali petugas Dishub datang dan cek lokasi,” ujarnya.

Dikatakan dia, kejelasan lahan terminal juga masih dalam perdebatan apakah milik Dishub Kabupaten Demak atau menjadi bondo desa. Namun yang pasti, perawatan dilakukan swadaya oleh pedagang maupun sopir yang mangkal di tempat itu. “Kalau dulu ada tarif restribusi untuk desa sebesar Rp 750 ribu, namun sekarang saya tidak banyak tahu tentang hal tersebut,” katanya.

Sementara itu, Suparno, salah satu sopir truk, mengatakan, situasi dan kondisi yang demikian itu, mendorong dirinya bersama sopir truk lainnya menjadikan terminal sebagai pangkalan ataupun tempat istirahat.

Meski demikian, Suparno membayar tarif retribusi kepada pihak pengelola untuk sekedar digunakan perawatan seadanya. “Sebenarnya keberadaan terminal ini sangat vital, khususnya dalam mengurai kemacetan. Sebab, dulunya banyak sopir yang memarkir di perempatan sekitar Pasar Karangawen,” ungkapnya.

Harapan yang sama diutarakan olehnya agar keberadaan terminal tersebut dapat difungsikan kembali karena lokasinya berada di jalur Provinsi Jateng. (mg28/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kabupaten Magelang Jadi Penyangga Beras Nasional

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID — Kabupaten Magelang menjadi salah satu daerah penyangga beras nasional. Di 21 kecamatan yang ada menghasilkan produksi beras yang banyak sehingga surplus....

Kokola Diterima Pecinta Biskuit

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Biskuit produk Kokola telah diterima oleh masyarakat Jawa Tengah karena jaminan kehalalannya.   Public Relations Biskuit Kokola Halal Jawa Tengah, Afra Widyawiratih Arini menyampaikan,...

Pasang Alat Pendeteksi Bencana di 3 Kelurahan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Setelah mendapatkan bantuan untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah dari Denmark, bantuan konverter bahan bakar gas (BBG) untuk bus dari Jepang,...

PSIS dan Arema Sudah Sama-Sama Tahu

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Laga berat akan dilakoni tim PSIS Semarang dalam lanjutan ajang Piala Presiden 2018 melawan tuan rumah Arema FC di Stadion Kanjuruhan...

Dewan Inisiatif Raperda Keolahragaan

SEMARANG – DPRD Kota Semarang mendorong agar tiap kecamatan memiliki pusat keolahragaan atau sport center. Langkah ini dilakukan agar pembinaan olahraga baik olahraga prestasi...

Ajak NU-Muhammadiyah Beri Warna Pembangunan

RADARSEMARANG.COM, SRAGEN – Cawagub Jateng Ida Fauziyah menyatakan, dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk dirinya maju Pilgub terus mengalir. Pasangan dari Sudirman Said ini...