33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Habib Sholeh, Layani Terapi Kay Khas Yaman yang Langka

Telapak Kaki Pasien Disundut Besi Membara

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Habib Sholeh Bin Ali Bin Yahya dikenal sebagai seorang tabib. Dia menggunakan metode pengobatan unik asal negeri Yaman. Namanya Terapi Kay. Kenapa unik? Karena metode pengobatannya menggunakan telur dan besi membara. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

MINGGU siang kemarin, Masjid Safinatun Najah atau dikenal dengan Masjid Kapal di Kampung Padaan, Kelurahan Podorejo, Ngaliyan, Semarang tampak ramai pengunjung. Mereka yang datang rata-rata penasaran dengan bangunan unik berbentuk mirip kapal Nabi Nuh tersebut.

Di lantai bawah masjid tersebut, tepatnya di sisi kiri, tampak seorang pria paro bayo tengah melakukan terapi seorang pasien yang terbaring tengkurap di atas ranjang. Pria tersebut menempelkan telur ayam kampung di telapak kaki si pasien. Sebelumnya, dia juga menyundutkan besi membara di titik-titik saraf di telapak kaki.

Ya, begitulah Habib Sholeh Bin Ali Bin Yahya saat melakukan pengobatan alternatif menggunakan metode Terapi Kay. Metode ini terbilang langka di Indonesia. Metode asal negeri Yaman ini menggunakan media telur dan menyundut bara besi di telapak kaki pasien.  Konon, metode ini dipercaya bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Habib sendiri melayani pengobatan alternatif secara gratis alias tanpa dipungut biaya.

Terapi Kay sendiri kurang populer, karena tak banyak yang mempelajarinya. Kebanyakan hanya orang ketururan Arab yang masih merawat tradisi pengobatan ini. ”Jenis pengobatan menggunakan bara besi ini namanya Terapi Kay dari Yaman. Ini salah satu pengobatan yang dianjurkan oleh Rasullullah Muhammad SAW,” kata Habib Sholeh Bin Ali Bin Yahya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dijelaskan, media telur itu ditempelkan di titik-titik saraf tubuh pasien. Sedangkan bara besi seukuran jari tangan yang menganga usai dibakar itu disundutkan di kulit telapak kaki dalam waktu beberapa detik. ”Bisa untuk mengobati berbagai macam penyakit, bahkan semua penyakit,” ujarnya.

Dikatakan, dalam pengobatan metode tersebut, dia menggunakan telur untuk merangsang sel-sel saraf. ”Metode telur ini untuk menetralisir sirkulasi darah dan melancarkan darah di saraf. Sedangkan bara besi usai dibakar, untuk memperlancar metabolisme tubuh dan membunuh kuman-kuman sel di dalam tubuh manusia. Di dalam tubuh manusia itu pasti ada kuman. Metode besi bakar ini bisa untuk membunuh sel-sel kuman,” katanya.
Termasuk juga dipercaya untuk menstimulasi sel-sel urat saraf, urat otot, dan memperlancar peredaran darah dalam tubuh pasien. ”Telur ditempelkan dalam posisi miring tanpa memerlukan tekanan. Disentuhkan ke saraf langsung terasa. Tadi ada pasien yang terkena stroke,” ujarnya.

Bahkan pasien stroke yang datang didorong menggunakan kursi roda, tapi setelah dilakukan Terapi Kay, pulangnya bisa berjalan kaki dengan mendorong kursi rodanya sendiri. ”Kalau stroke, begitu diobati, bisa langsung dirasakan perubahannya. Tapi kalau seperti bapak satunya ini sakit hernia. Hernia tidak bisa langsung dirasakan perubahannya. Karena hernia ini butuh perawatan dalam kurun waktu tertentu,” terangnya.

Termasuk apabila seseorang terkena penyakit sesak napas, kata Habib Sholeh, bisa langsung dirasakan hasilnya. ”Ditarik bisa langsung longgar napasnya,” katanya.

Setiap hari, di Masjid Kapal yang pembangunannya belum sepenuhnya selesai itu, ada pasien berobat antara 30 hingga 100-an orang. Mereka berdatangan baik dari dalam kota maupun luar Kota Semarang dengan keluhan berbagai penyakit yang sulit disembuhkan.

Salah satu warga, Sri Mulyani, 40, mengaku menerima manfaat pengobatan alternatif gratis tersebut. Bahkan ia sempat tak percaya bila Terapi Kay begitu bisa dirasakan perubahannya.

”Saya sakit asam urat sejak Desember tahun lalu. Sudah berobat di berbagai tempat. Mulai periksa secara medis di dokter, hingga pengobatan alternatif. Tapi selama ini tidak ada perubahan. Dulu pernah berobat alternatif dengan cara dipijat. Di tubuh memang enak, tapi kondisi penyakitnya malah tambah parah. Nggak tahu kenapa, setelah diterapi di sini, ada perubahan yang sangat terasa,” ujar warga Wonosari, Ngaliyan ini.
Ia mengaku, awalnya takut mengingat media pengobatan itu menggunakan besi dibakar yang merah membara. ”Memang tadi sakit banget. Panasnya seperti terasa sampai daerah pinggang. Tapi hanya sebentar, kemudian terasa enak,” katanya. (*/aro/ce1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...