33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Larung Gunungan Nasi di Waduk Jatibarang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Sejumlah hasil bumi dilarung oleh warga yang tergabung dalam Kelompok Darma Wisata (Pokdarwis) Suka Makmur dalam acara Nyadran Waduk Jatibarang, Kelurahan Kandri, Gunungpati, Semarang, Kamis (11/5) kemarin. Kegiatan tersebut sebagai bentuk kearifan lokal desa wisata tersebut.

”Kita kan dulunya petani, setelah ada waduk ini kita dari petani alih profesi sebagai kelompok sadar wisata, dan berprofesi jadi pemilik perahu wisata. Jadi, kalau dulu kita nyadran di sawah, sekarang di Waduk Jatibarang,” ujar Sekretaris Pokdarwis Suka Makmur Widodo saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di sela acara.

Widodo mengatakan, penyelenggaraan acara ini juga salah satunya dalam rangka menyambut Ramadan. Dengan itu, masyarakat Kota Semarang maupun wisatawan jadi tahu tentang adanya Waduk Jatibarang. Beberapa yang dilarung antara lain hasil bumi, gunungan nasi dan beragam palawija.

”Kita juga sekalian promosi untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan menaikkan perekonomian warga yang ada di sini. Ya, itulah juga salah satu alasan kami melakukan ritual nyadran,” katanya.

Ratusan warga dari berbagai kalangan tumpah ruah memadati kawasan Waduk Jatibarang yang telah disediakan tratak, dan sejumlah kursi oleh panitia pelaksana nyadran. Tak hanya itu, tersedia penganan yang siap dimakan oleh para pengunjung mulai dari kuliner utama hingga jajanan pasar. Gunungan nasi dan hasil bumi yang sudah dilarung juga menjadi rebutan warga.

Budayawan asal Muntilan, Joyoprono, juga turut hadir dalam acara tersebut. Joyoprono merupakan orang pertama yang membuka waduk ini pada 1985, dan menjadi pemimpin doa dalam prosesi pelarungan.

”Tujuan acara ini untuk menghormati dan memohon izin leluhur di waduk dan tapak tilas Sunan Kalijaga. Manfaatnya nanti bisa buat wisata budaya para warga,” terangnya.

Acara kemarin menarik perhatian ribuan warga yang menikmati libur Hari Waisak. Salah satunya Nur Indah, 37, warga Sampangan, yang datang ke Waduk Jatibarang bersama keluarganya. Ia mengaku menikmati penyelenggaraan acara tersebut sebagai wujud nguri-uri budaya.

”Kita penting untuk tahu melestarikan kota mengikuti di mana kita berdiri di situ adat kita junjung. Kalau nyadran biasa kan untuk masing-masing keluarga, ini juga sekaligus untuk mempromosikan wisata yang ada di Semarang,” katanya.

Pengunjung lain, Nuva Alfianti, mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Semarang asal Jepara ini mengaku senang dapat berpartisipasi dalam ritual nyadran di tengah waduk tersebut. ”Nyadran di sini berbeda dengan di tempat asal saya, Jepara,” ucapnya. (tsa/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pembelajaran Motor Listrik dan Generator

KETIKA berdiri di atas bukit lahan perkemahan pada malam hari, terlihat gemerlap lampu bertebaran begitu indah bagaikan ribuan permata yang tertimpa cahaya. Saya bertanya;...

Gubernur Bersama Bupati Main Ketoprak

PATI – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Pati Haryanto menghibur masyarakat. Keduanya bersama para pejabat lainnya tampil dalam panggung ketoprak Projo Budoyo...

Genjot Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Demak pada triwulan pertama 2018 ini menargetkan bisa memenuhi target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea...

Distributor Pupuk Ludes Terbakar

KENDAL—Sebuah toko distributor pupuk di Jalan Raya Kaliwungu Nomor 296, Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, ludes dilalap si jago merah, Sabtu (10/6). Tidak ada...

Berangkatkan 1.046 Jamaah dalam Sehari

SEMARANG – PT Mastour (Masy’aril Haram Tours & Travel) mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) atas pencapaian pemberangkatan umrah terbanyak yakni 1.046...

Peluang Menarik Kuliah di Fakultas Bahasa dan Ilmu Komunikasi Unissula

Di era persaingan global dewasa ini penguasaan terhadap bahasa asing khususnya Bahasa Inggris menjadi sebuah hal yang semakin penting. Generasi bangsa saat ini  dituntut...