26.3 C
Semarang
Sabtu, 31 Oktober 2020

Jelang Puasa, Harga Bawang Putih Turun

Must read

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

WONOSOBO – Harga bawang di Pasar Induk Wonosobo mulai turun. Sejak sepekan terakhir, rata-rata penurunan mencapai Rp 5-10 ribu per kilogram.

Harga bawang putih kating misalnya, turun dari Rp 70 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogram, harga bawang putih cincau dari Rp 60 ribu menjadi Rp 55 ribu per kilogram, dan harga bawang putih jawa ada di kisaran Rp 35 ribu setelah sebelumnya mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

“Sudah mulai turun sejak seminggu terakhir,” ucap salah satu pedagang bawang Jumini, Kamis (11/5).

Kendati harga bawang putih sudah turun, para pedagang tetap menganggap masih terlalu mahal. Menurut mereka, harga bawang putih paling pas di kisaran Rp 35-40 ribu.

Pedagang lain, Umi Lestari menambahkan, harga bawang merah relatif stabil. Bwang merah dari Brebes ia jual Rp 30 ribu per kilogram dan bawang merah karet Rp 20 ribu per kilogram. “Enakan harga segini. Orang mau beli berapa pun kita enak ngasihnya,” katanya.

Akibat harga bawang yang naik turun itu, para pedagang enggan untuk menyetok barang terlalu banyak. Mereka khawatir akan merugi jika harga bawang turun. “Nggak berani nyetok banyak. Mending mipil. Soalnya harga bawang susah diprediksi,” jelasnya. (cr2/ton)

Berita sebelumyaGas Melon Sulit Dicari
Berita berikutnya16 Perwira Dirotasi
- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...