33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Industri di Jateng Bakal Meningkat Pesat

2035, Nilai Investasi Industri Ditarget Rp 104, 3 T

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Nilai investasi industri Jawa Tengah ditargetkan mencapai Rp 104, 3 triliun pada tahun 2035 mendatang. Struktur industri akan terus diperkuat guna mencapai target tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah M Arif Sambodo mengatakan, nilai investasi industri pengolahan di tahun 2015 lalu masih sebesar Rp10,7 triliun. Dalam rencana induk pembangunan industri, angka tersebut ditargetkan tumbuh 10 kali lipat pada tahun 2035 mendatang. “Angka pertumbuhan tersebut cukup realistis mengingat setidaknya kemampuan sumber daya manusia kita ke depan akan semakin terlatih dengan berbagai kebijakan yang dimulai dari sekarang,” ujarnya di sela Forum Group Discussion ‘Strategi Percepatan Pertumbuhan Sektor Industri Manufaktur Jawa Tengah’, di Semarang, beberapa waktu lalu.

Di Jateng saat ini sudah ada tujuh kawasan industri, dua sedang dibangun yaitu KIK di Kendal dan Demak. Kemudian rencananya juga ada enam kawasan lagi yang akan dibangun. Beberapa kawasan industri di provinsi lain tampaknya juga sudah mulai jenuh dan melimpah ke Jawa Tengah. Selain upah tenaga kerja yang masih cenderung murah, infrastruktur di Jawa Tengah juga sudah sangat mendukung sebuah industry.

Pihaknya juga bersinergi dengan berbagai pihak. Salah satu upaya jangkat pendek, yaitu mendorong sektor-sektor industri unggulan. Seperti industri pangan, industri farmasi dan komestik, dan alat kesehatan. Kemudian industri tekstil yang masih jadi primadona, industri transportasi, komponen otomotif, industri bahan galian, industri elektronika dan telematika, serta industri kimia dasar.

Ia menambahkan, berbicara industri, maka tak hanya bicara sedang dan besar tetapi juga mikro, kecil, dan menengah. UMKM melakukan manufaktur, mengolah industri mentah menjadi setengah jadi. Hal ini memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan manufakur di Jawa Tengah. Kendalanya, pemenuhan kualitas yang sangat rendah, beberapa teknologi belum dimiliki, pembiayaan, sebagian bahan baku massih impor sehingga produk menjadi tidak kompetitif. (dna/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Krandon Jadi Percontohan Kampung KB

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Desa krandon, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, akhirnya dipilih sebagai desa percontohan program Keluarga Berencana (KB). Karena meski termasuk salah satu desa terpencil,...

Membaca Alquran, Kitab Tanda Abad Milenial

RADARSEMARANG.COM - KETIKA Jibril berkata kepada Muhammad 15 abad silam di sebuah gua di puncak gunung di Makkah, “Bacalah!”, jelas kita tahu dia tidak...

Temukan Makanan Berformalin

MAGELANG—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang menemukan makanan di Pasar Rejowinangun yang mengandung bahan berbahaya. Di antaranya, wajik dan cendol yang positif mengandung rhodamin B....

720 Sekolah Serentak Tanam Padi di Polybag

KENDAL—Sebanyak 720 sekolah di Kendal yang terdiri atas 600 SD dan 120 SMP, melakukan gerakan tanam padi di polybag. Gerakan yang diinisiasi Bupati Kendal,...

Berangkatkan 1.046 Jamaah dalam Sehari

SEMARANG – PT Mastour (Masy’aril Haram Tours & Travel) mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) atas pencapaian pemberangkatan umrah terbanyak yakni 1.046...