33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

Tiga Hari Sekali Tanya ke Anak Sekolah

Cara Sudaryanto Kampanyekan Bebas Buang Air Besar Sembarangan

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Aktivitas buang air besar sembarangan masih sering ditemukan, terutama di wilayah perdesaan. Masyarakat yang belum memiliki jamban seringkali buang air besar di sungai atau biasa dikenal dengan plung lap.

Camat Kaliwiro Sudaryanto punya cara unik untuk mengetuk kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki jamban sehat model septic tank. Caranya ternyata tidak sulit. Ia mengajak guru-guru SD untuk menanyakan ke siswa terkait kondisi jamban keluarga. Hal itu terus ditanyakan ke siswa dalam 3 hari sekali.

Baca Juga : Sanitasi Warga Bantaran Kurang Layak

“Anak ketika berulangkali ditanya oleh guru pasti ngadu ke orangtuanya. Dia akan tanya begini, ‘kok jamban kita belum sehat sih Yah?’,” katanya memperkirakan ucapan anak.

Tiga hari kemudian ketika ditanya lagi dengan pertanyaan sama oleh guru kelas, anak kembali mengadu, dan begitu seterusnya. Dengan upaya seperti itu, orang tua lambat laun akan sadar karena dorongan si anak. “Kalau anak yang minta, orang tua nggak bisa ngelak lagi. Pasti nurutin,” ujarnya, Selasa (9/5).

Diakui, persoalan jamban sehat masih menjadi PR besar di Kabupaten Wonosobo. Menurutnya, jamban yang belum sesuai standar kesehatan merupakan soal cukup pelik di tengah masyarakat.

Di satu sisi, buang air besar model plung lap telah membudaya, satu sisi lainnya, jamban pola lama juga dimanfaatkan untuk pakan ikan. Karena itu, tantangan menjadikan Wonosobo sadar jamban sehat atau open defecation free (ODF) ada dua, budaya dan ekonomi. “Gelontoran dana sebesar apapun tidak akan efektif selama budaya belum diubah dan kesadaran kesehatan masyarakat belum tumbuh,” katanya.

Kendati tantangannya cukup besar, kampanye jamban sehat melalui siswa didik terbukti ampuh menjadikan Kecamatan Kaliwiro sebagai satu-satunya kecamatan di Wonosobo dengan perkembangan terbaik dalam menciptakan masyarakat bebas buang air besar sembarangan (BABS). Bahkan Kecamatan Kaliwiro ditargetkan mencapai ODF pada 2017.

“Pendekatan-pendekatan, sosialisasi-sosialisasi, baik yang dilakukan oleh kecamatan, bidan-bidan puskesmas terus dilakukan,” katanya.

Saat ini, kata dia, sudah 70 persen masyarakat di Kecamatan Kaliwiro punya jamban sendiri. Sisanya, ditarget 2017 benar-benar ODF, alias semuanya telah memakai jamban sehat. Bahkan, ada 5 desa yakni Desa Kaliguwo, Ngasinan, Pucung, Grugu dan Medono, saat ini sudah ODF. (cr2/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...