33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Pelaku Ekonomi Kreatif Kesulitan Akses Perbankan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Pelaku ekonomi kreatif masih kesulitan mendapatkan akses permodalan dari perbankan. Pasalnya, bidang usaha mereka terbilang tidak tampak, tapi bisa dirasakan.

“Ekonomi kreatif itu kan aset utamanya kekayaan intelektual. Sesuatu yang tidak nampak, tapi bisa dirasakan. Sementara perbankan, hanya bisa mengucurkan kredit lewat analisis yang sifatnya harus kelihatan,” ucap Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo dalam Sharia Banking for Creative Business Matching di Gedung Wisma Perdamaian Semarang, Kamis (11/5/2017).

Dia mengakui, kekayaan intelektual memang tidak bisa digunakan sebagai jaminan, tapi bisa menjadi salah satu alat pengelola risiko. Perbankan harus bisa membedakan antara pelaku ekonomi kreatif yang punya brand, atau yang tidak. Di sini, Bekraf hanya sebagai perantara atau mempertemukan saja. Mengenai kebijakan berapa besaran kredit yang dikucurkan untuk pengusaha ekonomi kreatif, diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing perbankan.

Karena itu, Bekraf coba menjembatani pelaku ekomoni kreatif dengan perbankan syariah untuk membantu pengembangan usaha. Dalam gelaran itu, pihaknya mempertemukan 200 pelaku ekonomi kreatif dari Semarang dan sekitarnya dengan 9 perbankan syariah. 200 pengusaha itu sengaja dipilih atas berbagai pertimbangan. Seperti sudah tergabung dalam salah satu komunitas dari 16 subsektor ekonomi kreatif, memiliki brand, bukan pedagang tapi pemilik usaha kreatif, dan usia usaha kurang lebih satu tahun.

“Kami hanya bisa mencomblangi saja karena sejak awal Bekraf tidak didesain untuk menyalurkan dana sendiri. Nanti malah tumpang tindih karena sudah ada KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari pemerintah,” terangnya.

Meski begitu, pihaknya mengaku telah menyediakan anggaran Rp 10 miliar sebagai bantuan permodalan. Bantuan permodalan itu untuk start up yang pencairannya harus dengan skema khusus. Yaitu lewat kompetisi bisnis.

Deputi Direktur Pengembangan Produk dan Edukasi Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Setiawan Budi Utomo menambahkan, pelaku usaha ekonomi kreatif sengaja dipertemukan dengan bank syariah. Sebab, tumbuh kembang perbankan syariah harus seiring dengan sektor riil. “Saya melihat sektor riil ini tidak bertentangan dengan usaha ekonomi kreatif. Seperti fashion, musik, makanan halal, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Gelaran itu juga dihadiri anggota Komisi X DPR RI Yayuk Basuki, Pakar Ekomomi Syariah Ahmad Gozali, General Manager Retail Bisnis Panin Dubay Syariah Herwan Jefri, dan pelaku ekonomi kreatif sukses pemilik Batik Trusmi Cirebon Sally Giovanny. (amh/ap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bupati Terharu saat Lepas 5 Keluarga Transmigran

BATANG - Perasaan terharu, sampai tidak bisa membendung tetesan air mata terjadi saat Bupati Batang Wihaji, melepas lima keluarga transmigran yang akan berangkat ke...

Hobi Jadi Penghasilan

HOBI yang ditekuni Nurul Ami Widiyasari, kini berbuah penghasilan. Awalnya, ia hobi mendesain busana dan menjahit. Kini, jasanya itu banyak digunakan orang lain. ”Sejak...

GTT dan PTT Geruduk DPRD

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Ratusan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) SD Negeri dan SMP Negeri se-Kabupaten Semarang menggeruduk gedung DPRD Kabupaten...

Metamorfosa Sepakung, Nominasi Desa Terbaik

UNGARAN–Karena memiliki kultur yang menarik, Desa Sepakung Kecamatan Banyubiru pernah masuk dalam penilaian desa terbaik se Jawa Tengah. Hal itu tak lepas dari peran...

Asma Bikin Menderita

­Tanya dr Andi: Saya punya sakit asma dan sering sesak. Apakah ini bisa mengganggu ereksi saya, karena sudah beberapa kali saya tidak dapat ereksi dengan...

Rayakan HUT, Prioritaskan Infrastruktur

BANJARNEGARA–Pemkab Banjarnegara semakin memperkokoh program pembangunan kerakyatan. Dua misi yang akan diwujudkan adalah perbaikan infrastruktur dan pengentasan kemiskinan. “Kami bertekat pembangunan infrastruktur cepat selesai...