33 C
Semarang
Jumat, 23 Oktober 2020

Dukung Pembubaran HTI

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – DPRD Jateng menyambut baik pembubaran organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena diindikasikan anti Pancasila. Keberadaan HTI juga dianggap menimbulkan keresahan dan gesekan di masyarakat.

Ketua Komisi A DPRD Jateng Masruhan Samsurie mengatakan hal yang sama semestinya juga berlaku bagi Partai Komunis Indonesia (PKI) yang beberapa tahun terakhir ini seperti menunjukkan tanda-tanda kebangkitannya. ”Munculnya HTI dengan konsep khilafah dan PKI dengan komunisme-atheismenya di samping terindikasi anti Pancasila, juga ada gelombang penolakan yang masif di masyarakat dengan satu alasan sama, yaitu anti Pancasila,” ujar Ketua DPW PPP Jateng tersebut.

Dia menambahkan jika sudah anti Pancasila, maka rakyat akan bergerak bersama melawan. Apalagi umat Islam yang mempunyai saham besar tegaknya Pancasila. Tentu tidak terima kalau Pancasila dikhianati. ”Saya melihat pemerintah tidak tegas. Mestinya paham yang diindikasikan bertentangan dengan Pancasila segera diambil langkah cepat dan tepat sehingga tidak sampai menjalar dan memakan korban lebih banyak,” paparnya.

Dia mencontohkan tidak sedikit generasi muda yang gandrung dengan konsep ”khilafah” untuk pengikut HTI dan ”komunisme-atheisme” untuk para aktivis PKI. Dia menganggap mereka itu sebetulnya korban ketidaktahuan saja.

Dikiranya khilafah dan atheisme bisa menjadikan Indonesia seperti yang mereka kehendaki. ”Karena mereka korban, maka perlu dilakukan pendekatan dan dialog. Tidak bisa kita memusuhi mereka karena mereka adalah saudara kita yang menjadi korban ”permainan ideologi” yang ingin menghancurkan Indonesia,” tandasnya.

Di samping itu, pemerintah harus introspeksi sudahkah keadilan ditegakkan. Dikatakannya, selama keadilan masih belum tegak, angka kemiskinan masih tinggi dan kesenjangan sosial masih lebar, maka masuknya ideologi-ideologi impor akan marak. Ideologi tersebut terindikasikan bertentangan dengan Pancasila dan akan mudah diterima oleh sebagian masyarakat yang menjadi korban ketidakadilan atau kemiskinan. (ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...