33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Ajak 1.000 Siswa Kelola Sampah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG– Miss Earth Indonesia asal Semarang Luisa Andrea Soemitra, mengajak kepada 1.000 siswa-siswi di Kota Semarang untuk peduli lingkungan dengan mengelola sampah secara benar.
Putri Indonesia asal Tlogosari itu terlibat langsung dalam kampanye lingkungan bertema “Gembira Bersama Kelola Sampah Menuju Cara Hidup yang Sehat”

yang dihelat di Pendopo Balai Kota Semarang, Rabu (10/5). Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ini sebagai upaya edukasi pengelolaan sampah bagi siswa-siswi SD, SMP, SMA/SMK se-Kota Semarang.

“Ini kedua kalinya saya terlibat kegiatan lingkungan di Kota Semarang. Kebetulan, saya asli Semarang, tentunya perlu menginspirasi anak muda, terutama para pelajar,” katanya.

Misalnya pemahaman-pemahaman tentang sampah, mulai mengenal jenis sampah anorganik dan organik. “Sehingga misalnya ada tiga jenis tong sampah, dia tidak membuang sampah sembarangan. Dia akan tahu, sampah makanan di tong sampah tengah. Sedangkan sampah plastiknya dibuang di tong sebelah kiri,” katanya.

Menurutnya, kesadaran masyarakat Kota Semarang terhadap sampah saat ini terbilang cukup baik, dibanding kondisi lima tahun lalu. Dia bercerita, kondisi saat masih sekolah banyak menemui sampah-sampah berserakan dan tempat kumuh.

“Dulu waktu saya berangkat kuliah juga masih banyak yang kotor dan kumuh. Bukan hanya saya, teman, bahkan guru saya pun kadang-kadang masih nakal buang sampah sembarangan. Misalnya buang sampah tidak masuk di tong dibiarin aja, mereka masih berpikir kan ada tukang sampah,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Gunawan Saptogiri mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk melakukan edukasi pengelolaan sampah kepada 1.000 anak sekolah.

“Sebenarnya ini menjadi salah satu kegiatan menuju 2020 bebas sampah yang menjadi program presiden. Mulai sekarang bersama-sama mendidik anak di tingkat sekolah tentang bagaimana mengelola sampah. Bisa dipraktikkan baik di lingkungan sekolah maupun rumah,” katanya.

Sehingga dengan edukasi pengelolaan sampah,  harapannya bisa menyebar kepada seluruh anak-anak pelajar lain di Kota Semarang.

Menurutnya, secara umum, pengelolaan sampah di Kota Semarang saat ini cukup baik. Meskipun produksi sampah di Kota Semarang saat ini cukup tinggi, yakni kurang lebih 1.100 ton per hari. Sampah terbesar di Kota Semarang didominasi sampah organik, yakni 63 persen. Sampah organik, berasal dari limbah rumah tangga maupun pasar-pasar.

“1.100 ton itu yang masuk ke TPA (tempat pembuangan akhir) sekitar 900 ton. Sebagian sudah diolah menjadi pupuk. Sebagaian lagi dimanfaatkan menjadi gas methan untuk tenaga listrik dan disalurkan kepada 150 kepala keluarga secara gratis,” bebernya.  Tahun ini Pemkot Semarang merealisasikan program pengolahan sampah menjadi pembangkit listrik tenaga sampah, bantuan dari Pemerintah Denmark.  (amu/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Banjir Rendam Ribuan Rumah

DEMAK - Banjir rob kemarin malam hingga sore melanda pesisir pantai Demak, antara Sayung hingga Wedung. Rumah warga dan akses jalan terendam air laut....

Kekerasan LDK SMAN 1 Diduga Turun-Temurun

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi calon pengurus OSIS di SMA Negeri 1 Semarang ternyata kerap diwarnai praktik kekerasan. Bahkan, praktik bullying itu...

Dewan Janji Perbaiki Nasib GTT dan PTT

KENDAL — DPRD Kendal bersama Pemkab Kendal berkomitmen memperhatikan kesejahteraan 4.000 Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Sebab, saat ini bantuan transpor...

Revolusi Wanita

Revolusi wanita sedang dilakukan Pangeran MbS.  Sekarang ini.  Semula saya melihatnya sepotong-sepotong.  Akhirnya saya melihatnya secara menyeluruh. Kesimpulan saya: Pangeran MbS lagi melakukan pembentukan...

Akbar Tanjung Kawal KAHMI Demak

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Tokoh senior Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang juga politikus kawakan, Akbar Tanjung dan Fery Mursidan Baldan kemarin mengawal langsung pelantikan...

Optimalkan Fungsi Gedung Van Drop

GEDUNG Van Drop di kawasan Kota Lama, tepatnya di Jalan Branjangan, akan difungsikan kembali untuk menunjang destinasi wisata heritage. Hanya saja kondisi gedung saat...