33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

PASI Fokus Regenerasi Atlet

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jateng saat ini tengah fokus melakukan pembinaan untuk mempercepat regenerasi atlet Jateng. Mereka nantinya akan diandalkan turun di berbagai kejuaraan termasuk PON XX Papua tahun 2020 mendatang.

Ketua Harian PASI Jateng, Rumini, Jateng sudah harus melupakan nama-nama atlet kawakannya seperti Agus Prayogo, Trianingsih, atau Dwi Ratnawati. Agus dan Tri, sudah hengkang ke provinsi lain. Sementara prestasi Dwi perlahan meredup seiring usianya yang menua. “Tidak ada kata lain selain regenerasi. Jateng punya banyak sekali atlet muda potensial yang akan kita godog,” jelasnya.

Dia mengatakan prestasi para atlet muda Jateng sudah mulai terlihat di ajang Kejurnas Atletik U-18 dan U-20 di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, beberapa waktu lalu. Jateng mampu meraih 10 emas, 14 perak, dan 14 perunggu.

Hasil itu menempatkan provinsi ini di urutan ketiga klasemen akhir di bawah Jatim dan DKI Jakarta. Jika terus konsisten bukan tak mungkin, kata Rumini Jateng akan kembali ke jalur juara atletik di masa yang akan datang. ”Hasil ini menjadikan kami makin percaya diri dan berkomitmen serta fokus melakukan pembinaan atlet muda. Melihat potensi yang besar ini, harus ada langkah konkret membuat agenda pembinaan. Seperti pengiriman atlet ke berbagai kejuaraan. Kami yakin, jika bisa dipertahankan, 2020 nanti mereka mampu berbicara banyak,” katanya.

Peraih emas SEA Games 1995 itu berharap, ke depan akan banyak atlet atletik Jateng yang menghuni Pelatnas Indonesia. Jika saja Jateng memiliki atlet nomor lontar martil dan lompat galah, hasil yang dicapai pada kejurnas lalu akan lain. Tidak adanya atlet di dua nomor itu, menjadi pekerjaan rumah besar bagi PASI Jateng. ”Kami akan mencoba melahirkan atlet lompat galah dan lontar martil. Salah satu terobosan adalah dengan melombakan dua nomor itu pada Porprov Jateng Solo 2018 mendatang. Mudah-mudahan muncul atlet di nomor tersebut,” tutur dosen FIK Unnes itu. (bas/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Makanan Kedaluarsa Masih Beredar

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Satpol PP Kota Salatiga terus melakukan operasi penertiban makanan kedaluarsa di beberapa titik. Dalam operasi selama dua hari, tim Satpol kembali...

Pengguna BPJS Kesehatan Naik Tajam

KEPALA BPJS Kesehatan Kota Semarang, Bimantoro, mengatakan dalam pelaksanaan program  UHC ini pihaknya tidak mendapatkan banyak kendala. Justru, menurutnya, kendala yang utama tentunya dihadapi...

Lunturnya Sopan Santun Siswa, Salah Siapa?

MASYARAKAT Jawa memang memiliki adat, tradisi dan budaya yang sangat kuat. Berbagai adat dan tradisi budaya Jawa sangat kental dalam kehidupan masyarakat. Segala sesuatunya...

Penulis Ilmiah Banyak yang Tidak Up Date

MAGELANG - Universitas Tidar (Untidar) Magelang menggelar Workshop and Coaching Clinic Penulisan Artikel Jurnal Internasional. Kegiatan ini untuk merespon permintaan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi...

Peringatan Hari Pancasila Dinilai Kurang Greget

SALATIGA – Ketua DPRD Kota Salatiga Teddy Sulistyo mempertanyakan peringatan Hari Lahir Pancasila yang dirasa kurang mengena. Pasalnya, upacara peringatan dilakukan dalam lingkup kecil,...

Jangan Mudah Terprovokasi Isu

TEMANGGUNG- Grup rebana Wahyu Ilahi Polwan Polres Temanggung kembali unjuk kebolehan mengiringi kegiatan santunan anak yatim, zikir dan salawat serta doa bersama di Pondok...