33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Kini, Hasil Pertanian Batang Berkelas Ekspor

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BATANG-Kini, Kabupaten Batang memiliki hasil pertanian berkualitas ekspor. Hal tersebut terungkap saat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang, Nasikhin berkesempatan memanen paprica hasil penanaman Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Peni Murni Desa Deles Kecamatan Bawang Kabupaten Batang, pada Selasa (9/5) kemarin.

Menurut Sekda Nasikhin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang sangat berterimakasih kepada petani yang telah bersungguh–sungguh dalam menanam, sehingga menghasilkan produktivitas yang luar biasa seperti paprika tersebut.

“Mmemang tidak semua petani bisa menanam paprica, karena harus ekstra telaten dan ada ilmunya tersendiri agar hasilnya bagus dan melimpah. Apalagi paprica hasil pertanian menghasilkan kualitas ekspor, nantinya diekspor ke Singapura,” ucap Sekda bangga.

Hasil pertanian tersebut kata Sekda, sangat luar bisa. Disamping akan mengangkat nama petani, juga mengangkat nama daerah Kabupaten Batang sebagai penghasil pertanian berkelas ekspor.

Terkait hasil tersebut, Pemkab Batang berharap kepada para petani di Kabupaten Batang untuk bisa ngangsu kawruh (belajar) di Gapoktan Peni Murni. Yang sudah terbukti bisa menghasilkan produk pertanian berkualitas ekspor. Sehingga ada keseriusan dalam bertani, bukan hanya keturunan petani namun juga menggunkan metode pertanian yang modern dan bisa merambah ke agrobisnis di bidang pertanian.

“Batang selama ini sebagai basis pertanian. Kami berharap, anak mudanya bisa menjadi penerus. Dengan mencontoh dan belajar pertanian di Gapoktan Peni Murni yang diketuai oleh Nurkholis sebagai pelopor pemuda petani yang sangat luar biasa,” ujar Nasikhin.

Pemkab Batang sangat mendukung sektor pertanian dengan bukti pemberian bantuan berupa pembinaan bagi petani, maupun bantuan modernisasi alat pertanian dan infrastruktur pertanian. Seperti pembangunan irigasi dan bantuan pupuk melalui Dinas Pangan dan Pertanian.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Peni Murni Nurkholis menjelaskan bahwa Gapoktaan Peni Murni sudah beberapa kali melakukan ekspor hasil pertanian. Sebelum paprica, pernah ekspor buncis yang dikirim ke Soropadan dan selanjutnya di ekspor ke Singapura. “Sempat ekspor buncis, namun karena kendala permintaan buncis varietas tertentu yang tidak bisa di tanam disini, sehingga tidak bisa ekspor lagi,” sesalnya.

Namun kini, hasil pertanian berupa paprica bisa melakukan ekspor seminggu sekali melalui Bandung, sebanyak 300 kg sampai dengan 800 kg. “Kini seminggu kami baru bisa ekspor 300 kilogram hingga 800 kilogram saja,” ungkapnya.

Padahal kebutuhan komoditas paprica kualitas ekspor saat ini sangat luar biasa banyak. Namun Gapoktan Peni Murni baru mampu ekpor 8 hingga 10 ton. Hal tersebut karena, tidak semua petani bisa menanam paprica. “Untuk tanaman paprica di Batang, baru saya yang bisa menanam. Karena tanamanya khusus dan ada ilmunya. Kini baru bisa memiliki 2.000 tanaman paprica yang siap panen dengan kualitas ekspor. Dengan harga kini, Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu/kg,” jelas Nur Kholis.

Ditambahkan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Megayani Tamrin, saat ini hasil pertanian berkualitas ekspor kelompok tani Peni Murni sudah berkali – kali menerimanya, melalui Bandung. “Paprica di Batang termasuk bagus. Hal ini tidak lepas dari pembinaan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian selama ini,” jelas Megayani Tamrin.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta perwakilan Forkominda selain memanen Paprika, juga berkesempatan memanen hasil pertanian tanaman cabe Di Desa Candi Gugur Kecamatan Bawang. Tanaman cabe tersebut merupakan program pemerintah, sebagai pengendalian inflasi dan operasi pasar. Agar ke depannya harga cabai dan stok cabai di pasaran bisa stabil. Sehingga tidak menyebabkan inflasi di Jawa Tengah, minimal di Kabupaten Batang. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Harga Kebutuhan Pokok Naik 15 Persen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Sepuluh hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, beberapa harga bahan pokok di pasar tradisonal mulai naik. Seperti harga gula...

Peradi Bantu Warga Miskin di Demak

DEMAK- Para advokat Semarang yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi)  versi Jenifer Girsang pimpinan Theodorus Yosep Parera, kemarin, memberikan bantuan kepada dua warga...

Mengenang Kehebatan Masa Lalu di Museum-Museum Kabupaten Magelang

RADARSEMARANG.COM - KABUPATEN Magelang tidak hanya memiliki Candi Borobudur dan berbagai destinasi wisata, namun juga menyimpan sejarah-sejarah yang luar biasa terkait peradaban di masa...

Minta Operator UNBK Ditambah

Wonosobo - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi SMA/SMK tinggal menghitung hari. Jika menilik jadwal, pelaksanaan UNBK bagi SMA/SMK sederajat akan dilaksanakan pada 3-6...

96 Warga Mangkir Pemanggilan Konsinyasi

KENDAL—Pengadilan Negeri (PN) Kendal kembali memanggil 97 warga Desa Wungurejo dan Tejorejo yang lahannya terdampak pembangunan jalan tol Semarang-Batang. Yakni untuk pemberian uang ganti...

Lebih Simpel, Tak Ekstrim

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tidak hanya fashion saja yang mengalami perubahan ketika berganti tahun. Pergantian tahun ternyata juga mempengaruhi tren modifikasi kendaraan roda dua. Tahun...