31 C
Semarang
Sabtu, 28 November 2020

Dua Pekan Jelang Puasa, Harga Pangan Naik

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

DEMAK-Lonjakan harga kebutuhan pokok terus mengalami peningkatan jelang bulan Ramadan. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di tempat Relokasi Pasar MrangenKabupaten Demak, Selasa (9/5) kemarin, harga telur yang semula berkisar Rp 20.000/kg, kini menjadi Rp 22.000/kg. Harga daging ayam potong juga meningkat sebesar Rp 4000, dari Rp 26.000/kg menjadi Rp 30.000/kg.

“Terus merangkak naik. Bahkan, harga telur kenaikannya tidak bisa diprediksi. Contohnya hari ini, naik sebesar Rp 2.000/kg,” ujar Rodiyah, salah satu pedagang.

Kenaikan harga cukup tajam terjadi pada bawang putih yang normalnya hanya berkisar Rp 20.000/kg, kini menyentuh level harga tertinggi yakni Rp 60.000/kg. Harga cabai hijau juga naik 80 persen menjadi Rp 18.000/kg. Sementara itu, bawang merah dan cabai merah kompak mengalami kenaikan sebesar Rp 5.000/kg, yaitu Rp 20.000 menjadi Rp 25.000 untuk cabai merah dan Rp 25.000 menjadi Rp 30.000/kg untuk hargai cabai merah.

Pedagang bumbu dapur, Satin, mengaku tak dapat berbuat banyak sehingga tetap menjual bumbu-bumbu dapur seperti biasa, meskipun terpaksa menaikkan harga kepada pembeli. “Kenaikan harga terus naik, malah harga bawang putih sudah sebulan ini mengalami kenaikan. Namun tidak pilihan baik pedagang dan pembeli sama-sama resah,” ujar pedagang asal Mranggen tersebut.

Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah ibu rumah tangga dan salah satunya yang terkena dampak paling parah dialami oleh Hartini, pedagang warteg. “Harga makanan tetap dengan untung sedikit. Daripada ikutan naik, tapi kehilangan pelanggan,” katanya.

Kendati demikian, Hartini mengaku jika kondisi tersebut sudah menjadi fenomena yang sering terjadi setiap menjelang bulan puasa. Bahkan, diakuinya, harga-harga kebutuhan pokok sering berbeda-beda di tiap-tiap pedagang seperti harga bawang putih yang dikatakan kini menyentuh harga Rp 65.000/kg. “Sudah biasa. Setiap menjelang bulan puasa, banyak tradisi kaum muslim. Jadi permintaan meningkat akibatnya harga juga ikut naik,” pungkasnya. (mg28/ida)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...