33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Berebut 450 Tahu Bulat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MAGELANG – Ratusan warga Kampung Tidar Sawe dan Tidar Campur, Kelurahan Tidar Selatan berebut gunungan tahu dan palawija. Dalam sekejap, 450 tahu bulat ludes. Begitu pula nasib gunungan palawija.

“Filosofi jumlah butiran tahu adalah sejumlah warga di sini. Asumsinya satu warga mendapat satu tahu,” kata Ketua RW 1 Kampung Tidar Campur, Sugiarto, Selasa (9/5).

Grebek tahu memiliki makna kuat di kampunga yang terkenal sebagai sentra tahu di Kota Magelang tersebut. Sekitar 32 perajin masih eksis menyuplai kebutuhan tahu di pasar tradisional, baik dalam maupun luar kota. Sementara gunungan palawija, menandakan kemakmuran.

“Sebagian warga di sini bermata pencarian sebagai petani dan perajin tahu. Jadi gunungan tahu dan palawija, menjadi dua hal ini tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

Agar warga tetap berkumpul, pihaknya juga menggelar pertunjukan beragam kesenian. Dikatakannya, kegiatan ini dalam rangka nyadran dan merti desa, menjelang bulan puasa. Sekaligus menuju program sebagai Kampung Wisata Edukasi.

“Sehingga kegiatan seperti ini kami lestarikan, tradisi, kesenian, budaya, sentra tahu, dan keberadaan kampung organik, juga TPS 3 R,” tambahnya.

Lurah Tidar Selatan Nur Lamiah, berharap, ke depan grebek tahu diselenggarakan semakin meriah dengan konsep acara pendukung yang berbeda. Misalnya, mengadakan bazar aneka makanan olahan tahu. “Sudah ada perajin yang berinovasi membuat tahu rasa keju, tahu pedas dan sebagainya. itu bisa ditampilkan,” tambahnya.

Nur berharap adanya tempat pengolahan limbah tahu menjadi biogas. Dengan begitu, akan menjadi kampung mandiri energi. “Bayangkan saja, satu sentra tahu bisa menghabiskan 5 ton kedelai per hari. Tentunya limbah tahu itu bisa diolah menjadi biogas yang bermanfaat,” terangnya.

Acara grebek tahu tidak hanya diminati oleh warga sekitar. Namun juga bagi wisatawan asing dari Perancis. (put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kutuk Kekerasan Terhadap Etnis Rohingya

DEMAK - Tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Demak mengutuk kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar. Dalam kesempatan yang...

Beras Bantuan Banjir Bau Apek

SEMARANG- Bantuan beras untuk korban banjir bandang di wilayah RT 2 RW 3 Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, diketahui tidak layak konsumsi. Kondisi beras tersebut...

MTs Al Uswah Siap Diklarifikasi Ombudsman

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Pihak MTs Al Uswah Kecamatan Bergas mengaku siap menghadapi klarifikasi pihak Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jateng. Menyusul pelaporan yang dilakukan oleh orangtua...

10 Hari Bebas, Residivis Kembali Beraksi 3 Kali

SEMARANG – Tiga pelaku spesialis pembobol rumah diringkus aparat Polrestabes Semarang. Ironisnya, satu pelaku merupakan residivis dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pekalongan kasus perampasan yang...

Mudik Gratis, Kota Solo Diprediksi Turun

RADARSEMARANG.COM, SOLO–Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Surakarta, Bandoe Widiarto memprediksi Lebaran ini bakal terjadi inflasi. Namun, inflasinya tidak setinggi Lebaran tahun lalu. Pemicunya...

Generasi Millennial Harus Melek Politik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Generasi millennial adalah generasi yang kelak akan memimpin, baik di level daerah maupun negara, karena itu penting bagi millennial untuk melek...