33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Pementasan Gabungan Kali Pertama setelah 1930

Ketika Tiga Grup Gambang Semarang Tampil Satu Panggung

Baca yang Lain

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Tak banyak generasi muda sekarang yang mempelajari Tari Gambang Semarang. Karena itu, perlu upaya keras untuk terus mempertahankan keberadaan kesenian tradisional hasil akulturasi kebudayaan Tionghoa-Jawa ini.

ABDUL MUGHIS

MINGGU (7/5) malam, pelataran Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Pecinan, Semarang tampak semarak. Sebuah panggung seni berdiri lengkap dengan peralatan musik sebagai pengiring tarian. Sedangkan di depan panggung, pelataran dibiarkan kosong sebagai tempat pementasan Tari Gambang Semarang.

Yang menarik, malam itu tiga grup tari Gambang Semarang dipertemukan dalam sebauh panggung seni bernama Srawung Semarangan. Ketiga grup tari Gambang Semarang tersebut adalah Gambang Semarang Art Company, Nang Nok Gambang Semarang, dan Gambang Semarang Fakultas Ilmu Budaya Undip.

Para generasi muda penerus Tari Gambang Semarang ini tampak lentik menari dengan iringan alat musik dari bilah-bilah kayu dan gamelan Jawa jenis gambang. Momen pertemuan grup-grup Tari Gambang Semarang ini tercatat yang kali pertama sejak 1930 silam.

”Ini sangat spesial, karena pertama kalinya sejak tahun 1930 ada pementasan gabungan Tari Gambang Semarang. Sekaligus ini menjadi kado istimewa untuk Hari Ulang Tahun ke-470 Kota Semarang,” kata Ketua Panitia Srawung Semarang, Tri Subekso, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakannya, Tari Gambang Semarang hingga saat ini masih terus dilestarikan, meski diakuinya masih sangat sedikit generasi muda yang mempelajarinya. Selama ini, kata dia, Tari Gambang Semarang menjadi kesenian tradisi yang hanya ada di Kota Semarang. Unsur di dalamnya merupakan hasil kebudayaan Tionghoa dan Jawa yang dipadukan.

”Ini sebagai kota dengan keberagaman, tapi tetap menjaga persatuan tanpa membedakan latar belakang, suku, ras, dan agama,” ujar Direktur Gambang Semarang Art Company ini.

Adella penari dari Nang Nok Gambang Semarang mengaku senang bisa tampil dalam acara tersebut. Ia sendiri tampil membawakan tari Denok Semarang. ”Kebetulan saya suka tarian khas Semarang,” ucap mahasiswi Unika Soegijapranata ini.

Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Kota Semarang, Kasturi, mengatakan, saat ini Kota Semarang masih terus berbenah. Apalagi 2017 ini Kota Semarang menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang diajukan Pemerintah Pusat menjadi kota warisan budaya dunia di UNESCO.

”Ini harus diperjuangkan setelah sebelumnya Bukit Tinggi dan Jakarta gagal memenuhi ekspektasi tersebut. Salah satunya juga berbagai kebudayaan yang ada di Kota Semarang ini dijaga, termasuk Tari Gambang Semarang,” katanya.

Dikatakanya, kesenian Tari Gambang Semarang merupakan budaya asli Semarang yang memiliki sejarah akulturasi kebudayaan Tionghoa-Jawa. Bagaimanapun sejarah menyebut keberadaan masyarakat Tionghoa mewarnai budaya di Kota Semarang. ”Kami mengajak semua masyarakat terutama generasi muda untuk mencintai kebudayaan, termasuk Tari Gambang Semarang,” ujarnya. (*/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...