33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Nelayan Diminta Beralih ke Alat Ramah Lingkungan

Meski Pelarangan Cantrang Diundur Desember 2017

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

BATANG—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mengimbau para nelayan yang selama ini menggunakan cantrang, untuk segera beralih menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan. Meskipun pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang diundur hingga akhir Desember 2017.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng, Lalu M Syafriadi mengungkapkan bahwa Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) selama ini memang menimbulkan pro dan kontra. Karena sebagian besar nelayan masih menggunakan modifikasi jaring trawl seperti cantrang, dogol, lamparan dan arad. Sehingga ada kendala dalam penerapan peraturan tersebut.

“Karena ada kendala tersebut sekaligus menyesuaikan dengan kemauan nelayan terkait penerapan larangan penggunaan alat cantrang, maka diundur hingga akhir Desember 2017,” kata Lalu M Syafriadi saat menggelar Apel Bersih Pantai dan Pelabuhan yang berlangsung di TPI Desa Klidang Lor Kecamatan Batang, Senin (8/5) kemarin.

Sedangkan pada kegiatan Apel Bersih Pantai dan Pelabuhan di TPI Batang, Syafriadi meminta para nelayan agar tetap menjaga kebersihan pelabuhan dan pantai. “Kita harus menjamin kebersihan termasuk ketika ikan datang, kemudian dilelangkan di TPI. Maka, lantainya harus bersih. Itu menjadi bagian keamanan pangan,” serunya.

Karena itulah, pihaknya mengimbau kepada para pelaku usaha di bidang perikanan, penyedia protein ikan untuk anak bangsa, harus turut serta menjaga kebersihan pelabuhan dan pantai.

“Semua pihak memiliki tanggung jawab bersama, untuk menjaga pelabuhan dan pantai agar tetap bersih dan nyaman. Tak hanya itu, bersih pantai merupakan upaya penyelamatan potensi pesisir dan laut dari ancaman pencemaran lingkungan,” terangnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Batang, Siswo Laksono yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, mengharapkan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng sebagai untuk memberikan penjelasan terkait mekanisme penggantian dari alat tangkap cantrang dengan alat tangkap yang ramah lingkungan. “Termasuk memfasilitasi kredit perbankan, sehingga nelayan tidak merasa dirugikan,” harapnya.

Disampaikan juga, kantor Pelayanan Terpadu Satu Atap Pelabuhan Perikanan Klidang Lor dapat dimanfaatkan untuk mengurus perizinan operasi kapal. Namun, jika ditemukan adanya pungutan liar (pungli), masyarakat didorong untuk berani melaporkan kepada Pemkab Batang. “Jika ada pungli, laporan ke saya langsung, karena bayarnya pun sudah cetho,” kata Siswo Laksono. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...