33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Butuh Inovasi Alat Peringatan Bencana

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – DPRD meminta pemprov dan kabupaten/kota se-Jateng lebih tanggap dan melakukan inovasi antisipasi bencana. Mengingat Jateng merupakan daerah yang rawan bencana setiap tahunnya. Mulai bencana banjir, tanah longsor dan berbagai bencana alam lainnya.

Sekretaris Komisi E DPRD Jateng, Hasan Asy’ari mengatakan, pemprov maupun pemerintah daerah perlu melakukan berbagai inovasi pembuatan alat deteksi bencana (early warning system) secara mandiri. Pemerintah perlu melakukan hal itu karena sejumlah wilayah di Jateng berpotensi menimbulkan bencana. ”Bencana di Jateng harus mendapat perhatian serius, karena setiap waktu selalu mengancam,” katanya.

Ia menambahkan, sejauh ini, daerah-daerah yang rawan bencana masih belum diimbangi dengan sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Kurangnya sarana dan prasarana ini memang dikarenakan harga alat peringatan bencana cukup mahal. ”Karena itu perlu ada inovasi. Bappeda melalui bidang penelitiannya perlu merekayasa alat peringatan bencana yang tepat guna, terjangkau, dan murah,” ujarnya.

Dalam pengembangannya, tambahnya, pemerintah bisa melibatkan civitas akademika untuk bersama mengembangkan alat tersebut. Banyak potensi peneliti-peneliti yang ada di kampus di Jateng yang perlu didorong untuk berkarya bagi kepentingan masyarakat. ”Ketika mereka juga dilibatkan, maka kami yakin alat peringatan bencana yang tepat guna, terjangkau, dan murah itu bisa dibuat,” tambahnya.

Dewan juga mendorong untuk mengembangkan dan melestarikan kearifan lokal mengenai antisipasi bencana. Secara turun-temurun di masyarakat ada ilmu titen, yaitu ilmu mengetahui bencana dengan melihat tanda-tanda alam. Bisa dilihat dari pergerakan hewan-hewan ataupun tumbuhan. ”Ilmu seperti ini, perlu dipelajari lagi dan dilestarikan guna mengantisipasi bencana, sehingga bisa mengurangi jumlah korban,” tambahnya.

Pemprov Jateng juga perlu terus berkoordinasi dengan Balai Besar Sungai untuk normalisasi sungai. Karena ada beberapa tanggul-tanggul sungai yang umurnya sudah tua, kemudian sedimentasinya juga sudah cukup tinggi. Kalau tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan jebol dan terjadi banjir. Ada di beberapa kabupaten misal Demak, Banjarnegara, Kebumen, Solo dan sekitarnya. ”Meskipun ini merupakan tanggung jawab Balai Besar Sungai, namun pemprov punya tanggung jawab terhadap masyarakatnya,” tambah anggota Komisi E DPRD Jateng, Karsono. (fth/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kubur 80 Ikan Ganas, Selamatkan Ekosistem

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Sebanyak 80 ekor ikan berbahaya dan bersifat invasif atau ganas dimusnahkan dengan cara dikubur oleh Balai Karantina Ikan dan Pengendali Mutu (BKIPM) Semarang,...

Proyek Tol Terkendala Cuaca

SLAWI - Proyek jalan tol Trans Jawa seksi III dan IV ruas Brebes-Pemalang yang melintas di Kabupaten Tegal hingga kini masih berlangsung. Saat ini,...

Pelaku Lebih dari Satu Orang dan Profesional

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pelaku pembunuhan terhadap anggota Unit Lalulintas Polsek Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjung Emas Semarang, Aiptu Samsul Huda, 49, diduga lebih dari satu...

Akhirnya Jabatan CAS Dicopot

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Purworejo, Cahyono Adhi Satriyanto (CAS) akhirnya dicopot dari jabatannya. Setelah adanya pemeriksaan Badan Narkotika...

Go Food Festival Semarang

RADARSEMARANG.COM - SEJAK Senin, 21 Mei 2018, manajemen Gojek membuka GO-FOOD Festival Semarang selama setahun ke depan di area Food Court Pasaraya Sri Ratu...

Lansia Harus Berdaya

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sekitar 1.000 lansia Jumat (6/7) pagi, mengikuti kegiatan jalan sehat dari Kantor Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah. Secara bersama-sama, lansia dari...