33 C
Semarang
Kamis, 29 Oktober 2020

Menristekdikti Ancam Pecat Rektor

Gerakan Radikal Rawan Menyebar di Kampus

Baca yang Lain

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

SEMARANG – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir berupaya mencegah pergerakan radikal yang muncul di kalangan mahasiswa. Dia mengancam bakal memberikan sanksi kepada rektor baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta jika terbukti membiarkan paham radikal berkembang di kampus.

”Kalau ada mahasiwa yang terlibat aksi radikalisme, rektornya akan kami beri sanksi. Bisa sampai pemberhentian tugas dosen harus tanggung jawab terhadap mahasiswanya,” ucapnya dalam seminar ”Menghadirkan Kitab Kuning untuk Mencegah Paham Radikal di Perguruan Tinggi” yang digelar Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa) di kampus Undip, Sabtu (6/5).

Menurutnya, rektor adalah penanggung jawab sebuah perguruan tinggi. Jadi keberadaannya harus bisa mengontrol, mengendalikan, dan memonitor apa yang dilakukan pejabat di bawahnya, termasuk mahasiswa. Upaya pencegahan radikalime ini perlu disosialisasikan terus menerus. Bahkan,  pihaknya  juga sudah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk mencegah tindakan radikal di kampus-kampus.

Dijelaskan, radikalisme sudah terjadi dalam proses panjang. Karena itu, pihaknya coba melakukan penanggulangan di kampus-kampus yang berpotensi terkena paham radikalisme. ”Jangan sampai kampus jadi sarang radikalisme karena gerakan radikal ini munculnya dari asing, kemudian mendistorsi paham yang ada,” terangnya.

Nasir membeberkan, perguruan tinggi punya potensi yang cukup besar untuk menyebarkan paham radikal. Potensi-potensi itu perlu ditanggulangi agar tidak merusak NKRI. ”NKRI merupakan pemahaman bersama, makanya harus dipertahankan dan dijunjung bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional  Garda Bangsa, Cucun Syamsurijal mengatakan doktrin radikalisme di perguruan tinggi sudah menjadi fenomena yang tidak asing lagi, sangat terbuka dan bebas bergerak. ”Jika fenomena ini tidak dicegah, bukan tidak mungkin perguruan tinggi yang semestinya melahirkan generasi Indonesia yang tangguh, menjadi produksi lahirnya paham radikal-teroris yang hendak menghancurkan negara,” ujarnya.

Ketua Dewan Koordinasi Wilayah  Garda Bangsa Jateng, Hendri Wicaksono menambahkan kampus sebagai basis intelektual dalam mencetak generasi unggul bagi tegaknya NKRI  hari ini justru punya potensi sebagai penyemai bibit-bibit radikalisme antinasionalis. (amh/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...