33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Awan Setho Diminta Bhayangkara

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

SEMARANG – Baru tiga kali bertanding di Liga 2 musim 2017, namun PSIS cukup menjadi perhatian publik sepak bola Indonesia. Apalagi tiga laga awal tersebut disapu bersih laskar Mahesa Jenar dengan kemenangan. Performa menawan PSIS membuat beberapa pemain diincar tim lain.

Terakhir adalah penjaga gawang Awan Setho Raharjo. Kiper utama PSIS tersebut memang tampil cukup ciamik di tiga pertandingan PSIS yakni melawan Persipur, Persipon dan terakhir Sragen United. Tim yang melirik penjaga gawang asli Semarang ini adalah Bhayangkara FC, yang berkompetisi di Liga 1. Penampilan tim yang dikelola Polri tersebut memang kurang begitu meyakinkan di babak-babak awal Liga 1 tersebut, salah satunya adalah faktor lemahnya penjaga gawang.

General Manager PSIS Wahyu Winarto mengakui Awan dilirik kembali oleh Bhayangkara. Namun dirinya menegaskan bakal berusaha sekuat mungkin untuk mempertahankan mantan penjaga gawang andalan Timnas U-19 tersebut. “Memang beberapa kali saya mendapat telepon dari manajemen Bhayangkara FC. Tapi kita akan berusaha mempertahankannya, karena Awan Setho adalah kekuatan inti kita,” tegasnya.

Wahyu mengatakan, kehadiran Awan Setho membuat lini belakang PSIS tenang dan fokus. Sementara dua penjaga gawang PSIS yang lain, meski secara skill cukup mumpuni, namun Feri Bagus Kurniawan dan Aji Bayu Putra masih minim jam tanding.

Diliriknya Awan Setho Rahardjo ini cukup masuk akal. Sebab Awan adalah anggota Polri yang baru saja menyelesaikan pendidikan Secaba Polri. Selain dirinya beberapa pemain eks jebolan Timnas U-19 juga mengikuti pendidikan anggota Polri tersebut seperti Rully Desrian, Muhammad Fatchu Rochman, Hansamu Yama, I Putu Gede Juni Antara, dan Muhammad Sahrul Kurniawan, Dinan Yahdian Javier, Muchlis Hadi Ning Syaifuloh, Hendra Sandi, Febly Gushendra, dan Maldini Pali.

Dengan status sebagai anggota kepolisian, Awan Setho memang punya kewajiban membela tim Bhayangkara FC. Saat ini di PSIS, Awan berstatus pemain pinjaman dari Bhayangkara FC. “Jadi bukan diminati, tapi diminta lagi. Kami cukup pusing kalau Awan sampai hengkang dari PSIS,” ujar pria yang akrab disapa Liluk ini.

Selain Awan Setho, satu lagi pemain yang juga menjadi perhatian adalah Tegar Infantri. Pemain eks PPLP Jateng ini mendapat undangan untuk bergabung dengan Timnas U-19. Lain dengan Awan Setho yang akan coba dipertahankan manajemen PSIS, Tegar Infantri akan dilepas bila memang dibutuhkan Timnas U-19. “Kalau memang diminta Timnas U-19 ya akan dilepas. Karena untuk kepentingan nasional, lagipula masuknya seorang pemain ke Timnas adalah jalan karir idaman setiap pemain sepak bola,” jelas Liluk.

Apalagi di PSIS, di posisi Fantri masih ada beberapa pemain yang bisa diandalkan. Penampilan Fantri di PSIS cukup cemerlang, meski dia sejauh ini adalah pemain pengganti. Sebagai pemain yang masih belia, dia bermain sangat percaya diri ketika mendapat kepercayaan pelatih Subangkit dan mampu bersaing dengan pemain lain yang lebih senior. (smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jadikan Hutan Sebagai Pusat Pembelajaran

KECINTAANNYA terhadap alam, membuat Hirsalanov Garbashanty getol mengkampanyekan cinta lingkungan. Tidak sekadar teori, Hirsa, sapaan akrabnya, melakukan aksi nyata dengan mengajak anak-anak belajar di...

Mapolsek Terendam, Tetap Bagi Parsel

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Meski dalam suasana rob selama berhari-hari, anggota Polsek Pekalongan Utara yang dipimpin Kapolsek Kompol Agus Riyanto membagikan parsel kepada 70 tukang becak,  Minggu...

Semoga Samawa

RADARSEMARANG.COM - Keluarga besar Jawa Pos Radar Semarang mengucapkan selamat kepada Arum Mawar Rista dan Niko Budi Wijanarko, karyawan Jawa Pos Radar Semarang, yang...

Segera Realisasikan Tlogo Park

SEMARANG - Pemprov Jateng berencana mengalihkan objek wisata Jateng Park dari Wanawisata Penggaron, Susukan, ke Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang. Pertimbangannya, lahan di Tlogo merupakan...
00:00:54

Bunga Tanda Cinta untuk Kapolda

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kunjungan Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Daniel ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (2/7) kemarin, sungguh istimewa. Selain...

Bukber Warga Turki, Bukan Inggris

JawaPos.com – Kemeriahan acara buka bersama di negara-negara Islam tentu merupakan kewajaran. Berbeda halnya jika kemeriahan itu terjadi di negara dengan jumlah penduduk muslim...