32 C
Semarang
Selasa, 22 Juni 2021

Bedah 31 Rumah Jadi Layak Huni

SEMARANG – Samsung Elektronik, salah satu perusahaan elektronik terbesar asal Korea dalam bisnis tidak hanya mementingkan keuntungan. Sebaliknya, sebagian keuntungan dikembalikan lagi ke masyarakat Indonesia dalam bentuk CSR. Yaitu dengan membantu memperbaiki 31 rumah warga Desa Rowosari, Kecamatan Tembalang, Semarang menjadi layak huni.

“Kami selalu berusaha terlibat langsung dalam pembangunan komunitas, melalui inovasi dan teknologi untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat Indonesia,” kata Corporate Affairs Vice President Samsung Electronics Indonesia Kanghyun Lee pada kunjungannya di Desa Rowosari, Semarang, akhir pekan lalu.

Dijelaskan, kelayakan 31 unit rumah yang diperbaiki tersebut mengikuti standar global yang ditetapkan oleh Habitat for Humanity (HFH) Indonesia yang standar konstruksi dengan ketahanan sesuai dengan rekomendasi pemerintah dan HFH Indonesia. “Selain itu, rumah tersebut juga harus dipastikan ketersediaan akses dan kuantitas air bersih yang memadai, sanitasi yang baik, dan desain rumah dengan luas kamar minimal 3,5 m2 per orang dan memiliki minimal dua ruangan,” katanya

Menurutnya dalam memperbaiki fasilitas rumah tersebut, Samsung bekerjasama dengan HFH. Direktur Nasional HFH Indonesia Tommy Pacatang mengatakan Desa Rowosari dipilih untuk melaksanakan program tersebut sesuai dengan rekomendasi Pemkot Semarang. “Meski demikian kami tetap melakukan riset dan serangkaian penilaian terkait dengan kondisi rumah-rumah serta lingkungan mereka saat ini,” katanya.

Dalam hal ini, pihaknya bertanggung jawab pada manajemen konstruksi dan pengelolaan kemitraan dengan komunitas warga agar kualitas program dan pemberdayaan masyarakat dapat terjaga baik. Mengenai pemilihan rumah tidak layak huni tersebut pihaknya mempertimbangkan keadaan rumah diantaranya rumah masih beralaskan tanah, pondasi tidak kuat, atap bocor, dinding masih terbuat dari bambu, dan sanitasi tidak layak. Untuk perbaikan masing-masing rumah, dikatakannya, dibutuhkan dana antara Rp27 juta-Rp 30 juta per unit.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Semarang Muthohar sangat mengapresiasi langkah Samsung bekerja sama dengan HFH untuk memperbaiki rumah tidak layak huni tersebut.

“Pada tahun 2016 ada sekitar 11.000 unit rumah tidak layak huni di Semarang dan sekarang sudah ditangani oleh pemerintah. Di tahun ini ada 1.1162 unit rumah tidak layak huni dan akan segera ditangani oleh Pemkot Semarang,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik langkah Samsung bekerja sama dengan HFH tersebut karena mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Semarang. “Kalau dari anggaran kami untuk perbaikan rumah tidak layak huni yaitu Rp15 juta per unit, sedangkan untuk program ini anggarannya lebih dari itu. Jadi seharusnya masyarakat wajib bersyukur,” katanya.

Untuk diketahui, selain memperbaiki rumah tidak layak huni, Samsung dan HFH juga membangun perpustakaan pintar yang dilengkapi dengan 18 unit tablet Samsung Galaxy A with S-Pen, jaringan internet, dan TV. Selain itu, dibangun pula balai warga yang diharapkan dapat digunakan untuk keperluan masyarakat setempat. (tya/ric)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here