14.9 C
Munich
Sabtu, 31 Oktober 2020

Sutardji : NKRI Harga Mati dan Harga Hidup

Menarik

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

SEMARANG-Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri berhasil menuntaskan kerinduan penikmat karya sastranya dalam gelaran Sastra Pelataran ketujuh di Gedung Pers PWI Jawa Tengah, Jalan Tri Lomba Juang Semarang, Jumat malam (5/5) kemarin.

Bang Tardji, begitu sapaan akrabnya, menilai bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan hanya sekedar harga mati, tetapi sekaligus harga hidup yang harus diperjuangkan dengan teguh oleh rakyat Indonesia. “Kita yang harus mengisinya dengan kreativitas agar terus hidup,” ungkapnya.

Menurutnya, Indonesia dulu dibangun dengan kreativitas. Seperti Sumpah Pemuda tahun 1928, meski saat itu belum terbentuk sebagai negara kesatuan. Mulanya, Indonesia dibuat dengan kreativitas, bukan dengan memasang dulu pancang dari Sabang sampai Merauke. Bangsa akan hidup jika ada kreativitas di dalamnya di berbagai bidang, termasuk seni budaya sebagaimana Korea Selatan yang kebudayaannya mendunia. “Mempertahankan NKRI sebagai harga mati sangat benar, tetapi harus diimbangi dengan harga hidup,” ujar penyair kelahiran Rengat, Indragiri Hulu, 24 Juni 1941 silam ini.

Yang jelas, kata dia, jangan sampai ada status quo yang bisa memandekkan kreativitas, karena bangsa seperti halnya organisme yang hidup, ada saling dialog dan saling respon.

Sutardji berpesan kepada generasi muda untuk terus kreatif atau bertelur, menghasilkan karya. Sebab, generasi mudalah yang nantinya akan menjadi penerus bangsa. “Harus menjadi orang yang berguna bagi bangsanya, apapun. Kalau jadi penyair, ya harus kreatif,” pungkas penyair yang tahun ini akan berusia 76 tahun itu.

Sastrawan berjuluk Presiden Penyair Indonesia ini sempat digugat oleh sastrawan lainnya, Sitok Srengenge. Sitok menyampaikan, bukan karena julukan tersebut tidak pantas, namun penyair semestinya mendapatkan julukan yang lebih tinggi dari presiden. “Kalau presiden, kapan berhentinya? Kapan jabatannya berakhir? Siapa wakil presidennya? Presiden itu istilah untuk jabatan politik, ada batas waktunya. Sementara penyair itu ranah sastra yang tidak akan pernah habis,” katanya tegas.

Menanggapi ucapan Sitok tersebut, Sutardji menceritakan asal mula julukan yang sengaja disebutkannya sendiri pada suatu perhelatan sastra sekitar tahun 1970-an sebagai metafora dalam kesastraan. “Amir Hamzah dijuluki Raja Penyair Pujangga Baru, ada lagi Chairil Anwar sebagai Pelopor Angkatan 45, spontan saja saya sebut ketika itu, sayalah Presiden Puisi Indonesia. Presiden puisi ya bukan penyair,” katanya disambut tawa hadirin.
Pada kesempatan itu, Sutardji membacakan 10 puisi, di antaranya “Laila Seribu Purnama” yang terinspirasi dari momentum malam Lailatul Qodar karena sebentar lagi masuk bulan Ramadan. Hadir pada panggung puisi itu, antara lain pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien Rembang, KH A Mustofa Bisri, Sekda Provinsi Jateng Sri Puryobo, sastrawan Sitok Srengenge dan Ketua PWI Jateng Amir Machmud. (tsa/ida)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...