33 C
Semarang
Selasa, 27 Oktober 2020

Merasa Prihatin, Melihat Tuna Netra Terjebak Lubang

Manfaatkan Sensor Ultrasonik, Ciptakan Alat Mendeteksi Lubang

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Banyak fasiltas umum (Fasum) yang kurang bersahabat bagi penyandang tuna netra, membuat tiga siswa SMK Nurul Barqi, Gunungpati, Kota Semarang membuat alat berupa tongkat tuna netra yang sudah dipasang sensor ultrasonik. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

SEBAGIAN besar fasilitas umum (Fasum) kurang bersahabat dengan keterbatasan yang dimiliki tuna netra atau kekurangan indera pengelihatan. Di antaranya, jalur tuna netera yang ada di Kota Semarang terkesan dibangun asal-asalan. Bahkan, banyak penghalang berupa besi pembatas yang justru membahayakan para tuna netra. Selain itu, penempatan pos penjagaan polisi ataupun Dinas Perhubungan (Dishub) di atas trotoar, sehingga menghalangi hak pejalan kaki, terutama tuna netra. Belum lagi banyak lubang galian kabel fiber optik dan genangan air yang menyebabkan banyak orang terjerembab di dalamnya.

Karena itulah, siswa kelas X, yakni Maghfur Ramadhan,Trimo Tugiono, M Abdul Malik, yang mengambil jurusan mekatronika SMK Nurul Barqi, membuat alat bantu bagi penyandang tuna netra. Ketiganya memodifikasi tongkat yang biasa digunakan kaum tuna netra dengan memasang sebuah sensor ultrasonik yang kemudian terhubung dalam sebuah kotak yang telah dilengkapi dengan speaker ataupun audio untuk memberitahukan bahaya atau halangan ketika tuna netra berjalan.

“Kami kepikiran beberapa kesulitan yang dialami kalangan tuna netra. Kemudian saya melihat sendiri, ada tuna netra yang jatuh karena terpesok ke dalam lubang, walaupun sudah memakai tongkat. Kemudian kami bertiga mencoba berinovasi dengan membuat alat untuk memudahkan dan membantu kalangan tuna netra,” kata Trimo Tugiono saat ditemui di acara Creanovation Award  Tingkat Nasional yang diselenggaralan Kampus Undinus Semarang, kemarin.

Berdasarkan ilmu yang didapat di bangku sekolah, akhirnya ketiganya memilih sensor ultrasonik. Sensor tersebut kemudian dimodifikasi dengan tongkat tuna netra, agar bisa memberikan sinyal kepada penggunanya. “Kami memprogram dulu. Kebetulan, programnya ada setelah kami browsing di internet. Kemudian kami gabungkan dengan software, sehingga bisa mendeteksi lubang, air atau tembok yang tidak bisa dilihat atau dijangkau oleh tongkat dengan jarak tertentu,” bebernya.

Setelah sensor ultrasonik dipasang pada batang tongkat, imbuh Maghfur, kemudian disambung dengan kabel dan dihubungkan dengan speaker yang nantinya akan mengirimkan output berupa suara adanya tanda bahaya atau halangan di depan. “Alat ini bisa mendeteksi adanya tanda bahaya radius satu meter di depan pengguna tongkat. Speaker kami tempatkan dalam kotak yang di dalamnya sudah ada beberapa program dan peralatan elektronik yang bisa mengirimkan suara,” tambahnya.

Selain dilengkapi dengan sensor yang bisa mengirimkan tanda bahaya, di dalam kotak juga dipasangi dengan GPS. Tujuannya agar keberadaan pengguna tongkat bisa diketahui oleh keluarga. Pasalnya, banyak kasus tuna netra yang tidak bisa pulang atau hilang ketika keluar rumah. “Kami juga memasangi GPS. Dan GPS ini bisa dilacak dengan smartphone, jadi tahu posisinya. Mirip dengan GPS yang ada di mobil,” katanya.

Penemuan tersebut, diakuinya, menghabiskan dana sekitar Rp 600 ribu dan masih dalam taraf pengembangan atau prototip. Meski begitu, ketiganya yakin jika alat yang mereka ciptakan bisa membantu dan memudahkan penyandang tuna netra untuk beraktivitas. Sayangnya alat yang dibuat selama kurang lebih satu bulan ini, masih perlu disempurnakan lagi karena masih memiliki margin error sekitar 25 persen.

“Margin errornya masih cukup tinggi. Kebetulan juga, alat yang digunakan dan dipasang cukup berat. Jadi cukup menyusahkan. Namun kami ingin terus mengembangkannya agar lebih sempurna lagi,” tuturnya.

Ketiganya berharap ada bantuan dari pemerintah untuk mengembangkan alat tersebut. Selain itu, bisa diproduksi secara masal. Saat ini mereka berusaha menyempurnakan alat bantu yang dibuat dan membuat alat lain selain tongkat. “Semoga kami menang dan dikenal serta mendapatkan bantuan pengembangan. Kami juga ingin membuat alat yang lebih simple lagi, misalnya kaca mata khusus tuna netra,” timpal M Abdul Malik.

Terpisah, ketua panitia acara Creanovation Award  Tingkat Nasional, Gutama Indra Gandha menjelaskan jika Udinus ingin merangsang siswa SMA/SMK di Indonesia untuk terus berkarya, salah satunya dengan mengadakan lomba yang dibagi tiga ketegori yakni green technology, perkakas atau alat bantu manusia, game dan olahan pangan serta penalaran. “Kami ingin merangsang siswa untuk berinovasi menemukan teknologi tepat guna. Total tadi ada 35 tim dari sekolah tingkat SMA/SMK yang ada di Indonesia. Sebelumnya kami melakukan seleksi dari ratusan hasil karya siswa yang didaftarkan,” katanya.

Ia mengungkapkan, jika temuan para siswa peserta lomba tersebut banyak yang menarik dan patut dikembangkan. Salah satunya adalah alat bantu khusus tuna netra yang memanfaatkan gelombang ultrasonic. Ada juga penemuan tentang bahan pengganti minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. “Kategori green technology, pesertanya paling banyak. Temuan energi baru terbarukan seperti bio etanol dan biogas, jika dimanfaatkan bisa mengruangi pemanasan global di dunia,” tutupnya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....