33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Kenaikan Tarif Listrik Membebani Rakyat

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG–DPRD Jateng mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL). Dampak dari kenaikan TDL ini benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat, baik untuk golongan 900 Volt Ampere (VA) maupun 12 golongan lainnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Hadi Santoso mengatakan, kenaikan TDL menambahkan tingkat inflasi. Pada tahun 2015, tarif listrik menyumbang 4,48 persen terhadap total inflasi 2015 sebesar 3,35 persen. Sedangkan pada tahun 2016, kontribusi tarif listrik terhadap inflasi 3,02 persen turun menjadi 1,99 persen. “Dengan kenaikan TDL mencapai 143 persen bagi golongan 900 VA, dorongan kenaikan inflasi akan lebih besar lagi,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, selain itu, dampak lain adalah apabila penyesuaian TDL juga menyasar pelanggan UMKM, biaya produksi UMKM pun akan meningkat. Efek lanjutannya, kenaikan biaya produksi UMKM akan ditanggung konsumen. “Lebih buruk lagi, daya saing UMKM akan semakin tertekan dengan produk-produk impor yang harganya relatif lebih murah,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Peraturan Menteri ESDM nomor 28 tahun 2016 mengesahkan pencabutan subsidi listrik bagi pelanggan berdaya 900 Volt Ampere (VA). Secara spesifik, kebijakan pencabutan subsidi tersebut akan berdampak pada 18,94 juta rumah tangga pelanggan listrik 900 VA. Dari pelanggan 900 VA yang sebelumnya berjumlah 23,04 juta rumah tangga, 82,2 persen (18,94 juta) dari jumlah tersebut tidak lagi menerima subsidi listrik. Untuk penentuan jumlah rumah tangga pelanggan 900 VA yang dianggap mampu didasarkan pada riset dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

“Kenaikan TDL tersebut tentunya akan memiliki dampak cukup besar, baik terhadap perekonomian secara makro maupun terhadap daya beli dan tingkat kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Pencabutan subsidi listrik ini berpotensi menimbulkan kegaduhan di level konsumen. Sebab kenaikan listrik ini akan langsung dirasakan secara tiba-tiba oleh 82,2 persen pelanggan 900 VA tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Harga TDL golongan 900 VA kembali naik. Kenaikan tarif listrik tersebut juga menjadi keluhan masyarakat. “Bulan Maret saja tarif listik sudah naik, dari sebelumnya cuma Rp 200 ribu perbulan, sekarang menjadi Rp 400 ribu,” kata Harjanto, 39, warga Ngaliyan. (fth/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...