33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Pemain Eks PON Jadi Primadona

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

PEKAN Olahraga Nasional (PON) diakui menjadi ajang yang pas bagi pesepakbola muda di Indonesia untuk mulai meniti karir sepak bola profesionalnya. Banyak pemain-pemain PON dari masing-masing daerah yang kini menjadi pemain pilar di klub-klub profesional yang ada di Indonesia.

Tak terkecuali di tim PSIS Semarang. Tim berjuluk Mahesa Jenar itu banyak menggunakan tenaga pemain Jateng terutama dalam dua pelaksanaan PON terakhir yaitu PON Riau 2012 dan PON Jabar 2016 kemarin.

Di musim 2012-2013 tercatat beberapa pemain eks PON Jateng yang langsung direkrut tim berlambang Tugu Muda itu mulai dari kapten Fauzan Fajri, Eli Nasoka, Vidi Hasiholan, Saptono, Welly Siagian, Rizky Yulian, Saiful Amar hingga Hari Nur Yulianto yang saat ini masih bergabung bersama PSIS. “Yang jelas pemain-pemain yang turun di PON biasanya pemain-pemain terbaik pilihan masing-masing daerah. Makanya kami selalu memberikan prioritas untuk membidik anak-anak PON selain tentunya kami juga ingin berkontribusi menyumbang pemain untuk tim PON di Jateng khususnya,” kata General Manajer (GM) PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto.

Kemudian di musim 2016-2017, selain menyumbang dua nama untuk tim Jateng di PON Jabar 2016 yaitu gelandang Ahmad Agung dan kiper Fajar Setia Jaya, tim PSIS Semarang di musim 2017 ini juga masih melanjutkan ‘tradisi’ merekrut pemain-pemain eks PON.

Sebut saja duet center bek Jateng di PON yaitu Haudi Abdillah dan M Rio Saputro yang kini juga menjadi pilar Mahesa Jenar. Kemudian dua kiper Awan Setho Raharjo dan Fery Bagus Kurniawan melengkapi koleksi kiper PON di PSIS.

Tak hanya punggawa PON Jateng, beberapa nama pemain PSIS saat ini juga merupakan pemain pilar beberapa daerah kontestan PON. Sebut saja Safrudin Tahar yang kemarin berkostum Maluku Utara di PON.

Kemudian dua gelandang Saddam Sudarma Hendra dan Juni Riyadi yang sama-sama turun untuk Provinsi mereka, DI Jogjakarta. Berarti musim ini total ada sembilan pemain yang pernah merasakanatmosfir pertarungan di ajang multievent empat tahunan itu. “Saya kira tidak hanya PSIS, beberapa tim besar seperti Persib juga banyak berkontribusi dan memanfaatkan pemain-pemain eks PON karena kalau untuk pemain PON tentu mereka mendapatkan pengalaman yang cukup berharga di ajang multievent tingkat Nasional. Dan memang setelah PON menurut saya mereka cukup tepat jika mulai meniti karir profesionalnya di tim-tim besar yang ada di Indonesia,” pungkas Liluk. (bas/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Waspadai Anak Punk dari Luar Kota

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Pemkot Magelang terus berupaya menutup celah terjadinya kekerasan terhadap anak sebagai bagian komitmen menyandang Kota Layak Anak (KLA). Solusinya, dinas terkait...

Bank Century Lagi Hidup Mati

oleh Dahlan Iskan Kasus Bank Century hidup lagi. Mati lagi. Di luar negeri. Lebih tepatnya akan hidup-mati terus. Yang menghidupkan dan mematikannya itu media dari Hongkong:...

PPDI Tuntut Pencairan Siltap Tiap Bulan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Puluhan perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Demak kemarin mendatangi gedung DPRD setempat. Para perangkat desa dari...

Tingkatkan Kemampuan Vocabulary Siswa dengan Clustering

RADARSEMARANG.COM - DI Era globalisasi ini, komunikasi dalam Bahasa Inggris sangat dibutuhkan. Komunikasi secara lisan maupun tulis ditentukan dengan kemampuan seseorang dalam penguasaan kosa...

2018 Imlek Celebration

RADARSEMARANG.COM - KLENTENG Sam Poo Kong menggelar 2018 Imlek Celebration, Jumat – Minggu (16-18/2) pukul 09.00 – 21.00 di Kleteng Sam Poo Kong Semarang....

Penerimaan Santri Baru Diperketat

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pengelola Pondok Pesantren (Ponpes) Sirojul Mukhlasin II di Krincing, Secang, Kabupaten Magelang akan memperketat seleksi penerimaan siswa-siswi. Hal ini menyusul insiden...