33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Pedagang Keluhkan Maraknya Minimarket

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

DEMAK-Menjamurnya pendirian minimarket di Kabupaten Demak berimbas gulung tikarnya usaha milik warga. Pasalnya, minimarket tersebut sebagian berdiri bersebelahan dengan toko kelontong milik warga di kawasan pedesaan.

Salah satunya dikeluhkan salah seorang pemilik toko kelontong di Desa Batursari, Kecamatan Mranggen. Dia mengatakan, karena tidak adanya sekat pembatas antara warung dan minimarket tersebut, menyebabkan omzet pendapatannya menurun drastis. “Otomatis omzet pendapatan menurun drastis. Tapi mau bagaimana lagi?” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (5/5) kemarin.

Hasbuna menyayangkan hal tersebut. Lantaran izin pendirian minimarket di kawasan pedesaan sangat mudah dan seakan tanpa ada persyaratan sama sekali. Padahal dampak yang ditimbulkan sangat besar, terlebih bagi para usaha dagang kecil milik warga. “Bahkan toko pakaian sebelahnya saja yang dulunya ramai, sekarang berangsur-angsur sepi. Jadi aneh, jika perizinan terus dikeluarkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Pedagang lain yang kiosnya berhadapan langsung dengan minimarket, Bu Temu, mengaku khawatir jika kelangsungan usahanya bakal tergusur dengan maraknya pembangunan minimarket. Menurutnya, pembangunan toko-toko modern tersebut tidak sesuai prosedur, sebab tidak ada musyawarah baik dengan warga maupun pedagang sekitar minimarket berdiri. “Bahkan tidak pernah ada dialog dengan warga,” tutur pedagang Desa Mranggen tersebut.

Terpisah, Ketua Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP), Muhammad Rifai, berencana membawa hal tersebut ke DPRD Kabupaten Demak setelah adanya tindak lanjut dari Pemkab Demak pasca mediasi yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Terkait maraknya minimarket di Demak, dikatakan, ada 2 hal yang menjadi penyebabnya, yaitu longgarnya perizinan dan lemahnya aparatur dalam melakukan tindakan tegas. “Sejak 2015, perizinan pendirian minimarket semakin longgar yakni ditandai Perbup nomor 18 dan 19 dan muncul perbup nomor 34 perubahan dari nomor 19 dimana minimarket boleh berdiri di Demak padahal sebelumnya perizinan sangat dibatasi,” katanya. (mg28/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sepakati Fasilitas Antar Jemput Anak

SEMARANG - Komite SD Ngaliyan 02, orang tua murid serta Paguyuban Masyarakat Klampisan Semarang menggelar pertemuan terkait relokasi sementara, Sabtu (25/2) di sekolah setempat....

Dewan Minta Pemprov Kebut Perbaikan Infrastruktur

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemprov diminta untuk terus mengebut perbaikan sejumlah titik ruas jalan di sepanjang Jateng menjelang masa mudik Lebaran. Dengan begitu, para pengendara...

Pengcab Yongmoodo Magelang Dikukuhkan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Cabang olah raga bela diri yongmoodo secara resmi hadir di Kota dan Kabupaten Magelang setelah kepengurusan cabang dikukuhkan Rabu (10/1) kemarin...

Public Speaker Termuda Raih Penghargaan Leprid

SEMARANG - Seorang Profesional Public Speaker termuda, Randy Tunggeleng, 25 mendapatkan penghargaan dari Leprid. Pemuda kelahiran Ujung Pandang, 4 Maret 1991 itu dianggap telah...

Ramaikan Museum dengan Konser Musik

MAGELANG–Museum BPK RI di Kota Magelang punya cara unik untuk menarik pengunjung mengenal museum dari sisi lain. Pengelola museum menyuguhkan konser musik di halaman...

Rangkul Remaja Bentuk Satgas Mandali

SEMARANG – Kesan negatif Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara coba dihilangkan dengan membentu satgas aman dan tekendali (Mandali) dengan menggadeng remaja yang ada di...