33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Dua Situs Sejarah Dibiarkan Rusak

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

UNGARAN–Dua situs bersejarah yaitu Yoni dan Lapik Arca yang ada di Desa Pagersari Kecamatan Bergas dibiarkan rusak dan tidak terurus. Kedua situs tersebut dibiarkan tergeletak di area persawahan warga.

Situs sejarah yang diduga peninggalan masa Kerajaan Mataram kuno tersebut sebenarnya sudah diketahui oleh warga sejak lama. “Namun warga cenderung pasif terhadap keberadaan benda ini,” ujar warga Pagersari, Ardyanto Rukma, 33, Jumat (5/5) kemarin.

Keduanya persis berada di pematang area persawahan warga. Bahkan salah satu situs yaitu Lapik Arca sudah banyak yang pecah. Keberadaan situs tersebut hanya disakralkan oleh beberapa orang yang kerap meminta nomor togel pada benda tersebut. “Dulu banyak yang suka kesini nyari nomor (togel) entah berhasil atau tidak, saya tidak tahu. Memang dari pemerintah tidak melakukan perawatan terhadap situs ini,” katanya.

Keberadaan dua situs bersejarah tersebut semakin menambah daftar panjang persebaran situs di Kabupaten Semarang. Setelah akhir April 2017 lalu, juga ditemukan situ bersejarah berbentuk Yoni di Kecamatan Bawen. Yoni merupakan lambang sebuah kesuburan atau perwujudan dari salah satu istri Dewa Siwa yakni Dewi Uma. “Warga sini memandang benda ini biasa saja, karena memang tidak tahu pasti ini apa,” ujarnya.

Sedangkan Lapik Arca merupakan sebuah landasan tempat bersemayamnya sebuah arca atau patung yang disucikan dengan ukuran 80 x 70 sentimeter. Melihat hal itu, Komunitas Pecinta Sejarah Kabupaten Semarang berharap agar Pemkab setempat segera mengakomodasi keberadaan situs-situs bersejarah tersebut.

Koordinator Komunitas Pecinta Sejarah Kabupaten Semarang, Eka Budi yang juga melihat langsung situs tersebut mengatakan jika usia dari keduanya belum bisa dipastikan. “Meski belum bisa memastikan berapa usia dan asal situs ini, diperkirakan benda bersejarah tersebut merupakan peninggalan masa Kerajaan Kalingga dan Medang Kamulan pada masa Mataram Kuno,” katanya.

Dimana kedua kerajaan besar tersebut pernah berkuasa di tanah Jawa sekitar abad 8 Masehi. Ia berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan situs-situs peninggalan sejarah agar tidak rusak dan punah. “Apalagi sampai diperjualbelikan oleh para kolektor benda antik,” ujarnya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kunjungi Tempat Wisata di Semarang dan Dapatkan Tips Unik untuk Jadikan Liburan lebih Menyenangkan

RADARSEMARANG.COM - Semarang, memiliki segala yang dibutuhkan oleh para wisatawan untuk memuaskan diri selama berlibur. Mulai dari tempat wisata, penginapan, fasilitas umum, hingga pusat...

Sabtu, Digelar Tes Masuk Serentak Unika Atma Jaya

 SEMARANG – Tes masuk Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya Jakarta akan digelar serentak di 13 kota besar di Indonesia, termasuk Kota Semarang. Seleksi akan dilaksanakan...

Dorong Pengembangan Sektor Agrowisata

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPRD Jateng memuji hasil kerja Yayasan Obor Tani yang telah berhasil mengembangkan kebun hortikultura Plantera Fruit Paradise di Desa Sidokumpul, Kecamatan...

Dalmas Bubarkan Demonstran Anarkis

RADARSEMARANG.COM, KENDAL— Ratusan petugas Polres Kendal mencoba menghalau massa yang merangsek masuk ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kendal, dengan membuat pagar betis. Massa...

Ibu Hias Cupcakes, Anak Mewarnai

SEMARANG - Memperingati Hari Kartini, PG/TK Tadika Puri mengadakan acara bertema ”Warna-Warni Cinta Ibu untuk Keluarga.” Acara digelar Sabtu (15/4) lalu di Atrium Hall...

Forest City Nan Kapan Kapan

Oleh: Dahlan Iskan Ada reklamasi. Ada kontroversi. Reklamasinya sangat besar. Persoalan yang muncul juga sangat besar. Itu di Malaysia. Di pantai yang menghadap Singapura. Investornya dari negeri...