31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Warga Menunggu Sosialisasi

Megaproyek Tanggul Laut Semarang-Demak

SEMARANG – Warga di tiga kelurahan yang bakal terdampak proyek tanggul laut sekaligus jalan tol Semarang-Demak sampai saat ini belum menerima sosialisasi dari Pemkot Semarang. Hal ini membuat warga menjadi bertanya-tanya. Sesuai Detail Engineering Design (DED), megaproyek tersebut akan melewati tiga kelurahan di Kecamatan Genuk, yakni Kelurahan Terboyo Kulon, Terboyo Wetan, dan Trimulyo. Selain itu, juga sedikit memakan wilayah Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari.

M. Denny Zaka, 27, warga Kampung Tenggang RT 4 RW 8 Kelurahan Tambakrejo di sisi Jalan Kaligawe, mengaku, ada dua rumah yang mungkin terdampak proyek tersebut, yakni rumah miliknya dan rumah saudaranya yang bersebelahan. Hal ini seperti terlampir dalam pemetaan denah terdampak proyek yang diterimanya dari pihak terkait.

Lokasi rumahnya berada tepat di sudut sebelah utara tikungan jalan Jalan Kaligawe menuju Jalan Arteri Yos Sudarso. Denny memperkirakan lokasi rumahnya akan menjadi pintu masuk tol dari arah barat. Sedangkan pembangunan tol melewati samping makam Syekh Maulana Jumadil Kubro di Kelurahan Terboyo Kulon.

”Kabarnya ada dua rumah yang terdampak, yakni rumah saya dan saudara. Sehingga bapak saya terus mempertanyakan apakah benar terdampak proyek, dan meminta saya mengecek ke Dinas Bina Marga. Dinas mengiyakan, namun katanya dari pusat, proyek tol laut mundur. Sampai sekarang belum ada kejelasan lagi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (5/5).

Menurutnya, beberapa waktu lalu, pihak Dinas Bina Marga mendatangi rumahnya untuk menunjukkan peta terdampak proyek tol tersebut. Namun belakangan, lanjutnya, kabar proyek tol kembali simpang siur tanpa kejelasan, dan belum ada sosialisasi lebih lanjut dari pihak terkait. Alasannya, kata dia, proyek tersebut menunggu keputusan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) di Jakarta. Ia juga belum mengetahui jika proyek kerja sama Pemkot Semarang dengan Pemerintah Pusat dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) itu sudah rampung DED-nya, dan siap dikerjakan.

”Dulu dari dinas ada proposal pembangunan tol laut yang pertama ke kementerian. Dalam proposal pertama itu Kelurahan Tambakrejo tidak terdampak proyek tol. Namun ada lagi proposal kedua. Dalam denahnya menunjukkan ada beberapa titik yang terdampak, kira-kira ada dua rumah di wilayah Kelurahan Tambakrejo. Namun hingga sekarang belum ada sosialisasi lagi,” papar Denny yang mengaku, rumahnya yang terancam proyek tol itu seluas  116 m2.

Ibrahim, yang rumahnya berada di samping Denny juga mengaku belum ada sosialisasi untuk pembebasan lahan dari pihak terkait. ”Belum ada apa-apa sampai sekarang. Terakhir Desember lalu memang sudah diaba-aba. Kalau tidak kena tol, ya terkena proyek saluran air jalan layang flyover tol tersebut. Untuk kepastian pembebasan lahan masih belum jelas,” ujarnya.

Staf Kelurahan Terboyo Kulon, Agus, mengaku, pihaknya belum mendapat kejelasan kembali tentang proyek tanggul laut tersebut. ”Belum ada sosialisasi untuk pembebasan lahan. Sepengetahuan saya pemerintah pusat yang mengerjakan. Intinya, sampai sekarang belum ada sosialisasi lagi,” tuturnya.

Pihaknya menjelaskan, jika proyek tersebut jadi, kemungkinan rumah warga yang terdampak tidak begitu banyak. Karena lebih banyak melewati areal tambak milik warga. Sehingga yang akan lebih banyak dibebaskan adalah lahan tambak.

”Jalurnya akan melewati samping Makam Syekh Maulana Jumadil Kubro melewati tambak-tambak di sini. Namun karena ada permasalahan, mungkin jalurnya diubah lagi melewati wilayah Pasar Kubro, lalu tembus Kelurahan Terboyo Wetan dan Trimulyo,” bebernya.

Diakui, hingga kini belum banyak warga yang mempertanyakan pembangunan tol tersebut ke kantor kelurahan. Apalagi rencana proyek tanggul laut dan tol tersebut masih belum jelas, karena belum ada sosialisasi.

Agus mengharapkan megaproyek itu bisa segera diselesaikan. Karena fungsinya berkaitan dengan rencana Pemkot Semarang untuk menanggulangi permasalahan rob dan banjir di wilayah pesisir dan kawasan Kaligawe. Pembangunan juga dilakukan bersamaan dengan normalisasi beberapa sungai di sekitar, salah satunya Kali Sringin dan Kali Tenggang.

Suwardi, warga RT 3 RW 2 Kelurahan Terboyo Wetan, juga belum begitu mengetahui kelanjutan proyek tol tersebut. Menurutnya, rumah-rumah warga di wilayahnya tidak terdampak, namun akan melewati wilayah tambak di pesisir laut. ”Di sini tidak ada (yang terkena tol). Sepengetahuan saya, tol melewati pesisir sana, tembus di Kawasan Industri Terboyo. Jadi, tidak melewati rumah-rumah warga. Kalau kawasan industri sudah masuk wilayah Kelurahan Trimulyo,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu megaproyek penanganan banjir dan rob di Kota Semarang akan segera dibangun pada 2017 ini, yakni proyek tanggul laut di sepanjang pantai Semarang-Demak. Tanggul laut tersebut didesain multifungsi sekaligus menjadi jalan tol Semarang-Demak.

Pemetaan dan persiapan tahap awal, termasuk Detail Engineering Design (DED) pembangunan tanggul laut sekaligus jalan tol ini telah rampung. Posisi tanggul laut ini nanti berada di tepi pantai sepanjang Semarang-Demak. Proyek ini kerja sama Pemkot Semarang dan Pemerintah Pusat dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

”Persiapan awal sudah selesai, pelaksanaannya tahun ini (2017). Tanggul laut ini berfungsi ganda, selain untuk penanggulangan banjir dan rob juga sekaligus menjadi jalan tol Semarang-Demak,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminuddin. (mg30/aro/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here