33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Untung Ada Tong Eng

PSIS (2) vs (1) Sragen United

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG Sosok M. Ridwan benar-benar menjadi sosok penting bagi tim PSIS Semarang yang kini tengah bertarung di ajang Liga 2 musim 2017. Gelandang berusia 37 tahun itu berkontribusi besar bagi kemenangan PSIS, 2-1, atas Sragen United di Stadion Jatidiri Semarang, Kamis (4/5) sore kemarin.

Pemain yang musim lalu merumput di Sriwijaya FC itu menyumbang satu gol, dan satu assist untuk kemenangan tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut. Dengan catatan tersebut, pemain yang akrab disapa Tong Eng itu total telah menyumbang dua gol, dan tiga assist dari tiga laga yang telah dilakoni Mahesa Jenar.

Tampil di bawah dukungan publik sendiri, PSIS sebenarnya tampil penuh percaya diri. Apalagi di atas kertas PSIS lebih diunggulkan daripada tamunya, Sragen United, yang baru saja menelan kekalahan 1-0 atas Persis di kandang sendiri.

Apalagi tim besutan coach Subangkit tampil dengan the winning team. Yakni, Awan Setho di bawah mistar, kuartet Safrudin Tahar, M. Tegar Pribadi, Rio Saputro dan Taufik Hidayat di belakang, serta trio M. Yunus, Erik Dwi, dan Ahmad Agung di tengah menopang trio ujung tombak M. Ridwan, Johan Yoga dan Hari Nur Yulianto.

Namun di menit ke-3, kubu tuan rumah justru dibuat terkejut dengan gol cepat bomber tim berjuluk Laskar Gajah Purba tersebut, yakni Andrid Wibawa. Ia mampu mencetak gol dengan memanfaatkan salah antisipasi Rio Saputro di lini pertahanan PSIS.

Unggul 1-0 membuat tim besutan coach Jaya Hartono di atas angin. Beruntung, PSIS memiliki pemain-pemain senior bermental baja. Johan Yoga dkk berusaha tetap tenang dan mencoba bangkit dari ketertinggalan mereka. Subangkit juga sedikit mengubah komposisi. Erik Dwi ditarik keluar digantikan winger cepat Franky Mahendra, dengan harapan bisa menambah daya gedor PSIS. Dan akhirnya gol penyama kedudukan datang di menit ke-8. M. Ridwan sukses mengecoh dua pemain belakang Sragen United hingga berhasil menyarangkan bola ke gawang Sragen United. Skor imbang 1-1 membuat jalannya pertandingan semakin menarik untuk ditonton. Tim tamu bahkan cukup membuat repot barisan pertahanan PSIS dengan skema serangan balik cepat yang diinginkan pelatih Jaya Hartono meski akhirnya skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.

Di awal babak kedua, tim Mahesa Jenar justru tampil penuh beban. Tuntutan harus mengamankan tiga poin di kandang membuat Johan Yoga dkk sulit mengembangkan permainan terbaiknya. Kondisi tersebut membuat coach Subangkit harus kembali mengubah komposisi timnya di pertengahan babak kedua. Johan Yoga ditarik keluar digantikan oleh wonder kid PSIS, Tegar Infantrie. Peran Johan sebagai striker tunggal dibebankan kepada Hari Nur, sedangkan Tegar Infantrie diberikan mandat untuk me-refresh lini tengah PSIS yang sebelumnya sudah dihuni M. Yunus dan Ahmad Agung.

Komposisi baru tersebut membuat skema serangan PSIS lebih fresh. M. Yunus diberikan peran baru sebagai second striker. Selain itu, Tegar Infantrie dan Ahmad Agung diberi tugas menjaga transisi di lini tengah. Banyak peluang manis mampu diciptakan tim PSIS di sisa waktu babak kedua. Namun gagal dalam penyelesaian akhir. Baru pada menit ke-80, M. Yunus menjadi penyelamat muka Mahesa Jenar di depan publik sendiri lewat gol sundulan kepala setelah memanfaatkan umpan tendangan bebas M. Ridwan. Kemenangan PSIS 2-1 bertahan hingga laga usai.

Head coach Sragen United, Jaya Hartono, mengaku sebenarnya pertandingan berjalan dengan cukup baik. Namun pihaknya sedikit mempertanyakan kinerja wasit asal Padang, Yudi Prasojo, yang memimpin laga sore kemarin. ”Sebenarnya permainan kami lebih baik dibanding laga home sebelumnya. Anak-anak berani bermain satu-dua sentuhan. Namun dalam hal ini wasit yang memenangkan pertandingan, banyak keputusan yang merugikan terutama proses gol kedua,” bebernya.

Di kubu tuan rumah, pelatih Subangkit sudah memperkirakan laga bakal berlangsung ketat. Sragen United sukses membuat timnya kerepotan dengan skema serangan balik yang cukup cepat sepanjang laga kemarin. ”Anak-anak juga banyak melakukan kesalahan sendiri yang disebabkan karena terburu-buru untuk bisa mencetak gol. Di babak kedua kami mengganti Johan yang dimarking cukup ketat oleh pemain belakang Sragen,” kata Subangkit.

Dengan kemenangan kemarin, PSIS menduduki puncak klasemen sementara grup 4 dengan poin 9 dari tiga kali bertanding. (bas/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...