33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Mantan Bupati Minta Kaji HUT Kabupaten Magelang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MUNGKID—Perayaan HUT Kota Mungkid dinilai sudah tidak relevan untuk mengenang kembali sejarah berdirinya wilayah Kabupaten Magelang. Sehingga perlu kajian agar peringataan HUT Kabupaten Magelang memiliki arti lebih luas.

Hal itu diungkapkan oleh mantan Bupati Magelang Drs H Ahmad saat menjadi pemateri di Seminar Sejarah Membangun Kabupaten Magelang Masa Depan di Rumdin Bupati, kemarin. “Sekarang banyak yang berasumsi Kota Magelang kok lebih tua dari Kabupaten Magelang. Padahal, tidak hanya peringatan HUT Kabupaten Magelang saja yang tidak ada dan diganti HUT Kota Mungkid.”

Pada 2017,  Kota Magelang berusia 1.111 tahun. Sementara Kabupaten Magelang baru memeringati HUT ke-33. Kondisi ini karena  Kota Magelang mendasarkan pada Prasasti Mantyasih bertanggal 11 April 907. Adapun Kabupaten Magelang justru menandai hari lahirnya dengan tanggal perpindahan ibu kota dari Kota Magelang ke Kota Mungkid pada 22 Maret 1984.

“Mestinya Kabupaten Magelang usianya lebih tua. Masa kabupaten lebih muda? HUT ke-33 lalu  hanya memperingati perpindahan ibu kota, bukan kelahiran Kabupaten Magelang.”

Untuk itu, dia menyarankan seluruh komponen di Magelang sama-sama berdiskusi, mengkaji, dan mencari kapan sebenarnya sejarah lahirnya Kabupaten Magelang.

Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Undip Semarang Prof Dr Agus Maladi Irianto menyarankan agar Kabupaten Magelang dibangun berdasarkan empat kekuatan yang dimiliki. Yakni, potensi historik, potensi kultural, potensi agraris, dan potensi religius.

Ia optimistis jika keempat kekuatan tradisional tersebut  dikembangkan, maka Kabupaten Magelang akan berkembang pesat. Namun, ia mengingatkan agar pembangunan jangan sampai melupakan akar budaya dan karakter Magelang sebagai kawasan agraris. (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Duta Generasi Berencana

RADARSEMARANG.COM - BELLA Vican Wahyuningsyah berhasil meraih posisi winner up di ajang Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Jawa Tengah tahun lalu. Mahasiswi Jurusan Keperawatan,...

Dua Pelaku Curanmor Diringkus

SEMARANG - Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) diringkus Tim Crime Hunter Polsek Semarang Barat. Masing-masing bernama Wawan Setiawan, 26, warga Jalan Srinindito Baru...

Satgas TMMD Bedah Rumah Ekozin

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - TMMD Kodim 0714/Salatiga melalui program TMMD Reguler ke-102 membedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ekozin, 30 warga Dusun Jaten, Kabupaten...

Tumbuhkan Jiwa Wirausaha

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sekitar 63 siswa kelas X SMK Citra Medika Kota Magelang melakukan kunjungan industri ke PT Sido Muncul Tbk dan PT Cisarua...

Bupati Bebaskan Pajak 10 Ribu Warga Miskin

KAJEN-Sebanyak 10 ribu warga miskin korban bencana banjir rob di Kecamatan Tirto dan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, dibebaskan dari kewajiban membayar pajak bumi dan bangunan...

Pemilu Big Data Dalam Humor

Saya kebanjiran pertanyaan soal tulisan big data dan algoritma. (Disway edisi 2 April 2018). Khususnya bagaimana menggunakannya. Termasuk dari tokoh seperti Yusril Ihza Mahendra. Ketua...