33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Hancur di DKI, PDIP Masih Kuat di Jateng

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah ’hancur’ di Pilgub DKI, tapi diprediksi di Pilgub Jateng 2018 mendatang, bakal tetap solid dan mendominasi.

Pengamat Politik dan Pemerintahan dari Undip Semarang, M. Yulianto menjelaskan, Jateng masih jadi basis PDIP, bahkan boleh dibilang sebagai kandang banteng.

Selain massa yang begitu solid, PDIP punya banyak kader potensial di Jateng. Seperti Gubernur Ganjar Pranowo dan Bupati Kudus Musthofa. ”Bisa dipastikan, PDIP akan maju sendiri di pilgub. Nggak mungkin Bu Mega (Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum PDIP) mau memelihara anak macan untuk cari wakil dari partai lain,” katanya dalam diskusi ’Menuju Jateng 1’ yang digelar Forum Wartawan Provinsi Jawa Tengah (FWPJT), Rabu (3/5).

Untuk menangkal dominasi itu, lanjutnya, partai di luar PDIP harus bisa berkaca pada Pilkada DKI beberapa waktu lalu. Yaitu mencari calon gubernur yang punya visi misi bagus untuk memajukan daerah dan perekonomian rakyat.

”Harus ada calon yang memiliki mainstream kuat penantang incumbent. Kalau partai lain mau menang di Jateng maka harus panaskan suhu politik. Kalau diam-diam parpol mainstream yang mendominasi,” bebernya.

Menurutnya, salah satu tokoh yang mampu menyaingi Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng adalah Mustofa. Pria yang kini menjabat Bupati Kudus itu dianggap potensial karena kini telah melakukan kampanye internal. Meskipun kader PDIP itu baru didukung oleh kader tingkat DPC.

Saat ini sejumlah parpol memang sudah mulai mengumumkan calon internal. Seperti Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang mengajukan Abdul Wachid. Namun, partai berlogo garuda ini tetap harus membangun koalisi bersama parpol lain untuk mengubah peta politik yang didominasi PDIP.

Di sisi lain, Partai Golkar pun menargetkan mengembalikan kejayaan masa lampau di Jateng dengan mengusung Wisnu Suhardhono selaku kader sendiri. Tak terkecuali PKB yang menawarkan Marwan Jafar sebagai representasi dari tokoh Nahdhatul Ulama (NU). ”PKB juga mendorong kader sendiri agar tak terus dianggap anak durhaka oleh NU. Menurut saya representasi NU bisa diwakili Gus Yusuf (Yusuf Chudlori) dan Marwan Jaffar,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PKB Jateng, Hendri Wicaksono, mengungkapkan, memang saat ini PKB sedang memunculkan figur Marwan Jafar untuk diusung dalam Pilgub Jateng 2018. ”Marwan memang saat ini untuk calon H-I-nya (Gubernur, Red), tapi ini bukan harga mati,” bebernya.

Sekretaris DPD Golkar Jateng Ferry Wawan Cahyono mengakui, memang kader Golkar di daerah banyak yang mengusulkan Ketua DPD I Golkar Jateng Wisnu Suhardono untuk maju sebagai calon gubernur.

”Kemarin di Solo disuarakan (dukungan dari kader Golkar untuk Wisnu, Red). Usulan mengusung Pak Wisnu, tentu kita akan proses sebab ini adalah kader terbaik kita dan usulan ini akan kita sampaikan ke pusat,” katanya. (amh/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pesanan Bandeng Meningkat

RADARSEMARANG.COM - Pekerja sedang melakukan proses pengukusan Bandeng Presto sebelum proses pengeringan di Kampung Tematik Sentra Industri Bandeng Jalan Dworowati VI, Kota Semarang. Pemesanan...

Petaka Tebing Sekangon

PURWOREJO—Tebing setinggi 7 meter di Dusun Sekangon RT 04/02, Desa Sokoagung, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Rabu (29/11) dini hari, ambrol dan menimpa rumah warga....

Pemkab Jamin Kesehatan Napi Rutan Pekalongan

KAJEN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menjamin kesehatan para narapidana atau warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Pekalongan. Yakni, dengan diberikannya jaminan kesehatan gratis...

Pasar Muntilan Mulai Dibangun Maret

MUNGKID— Pedagang Pasar Muntilan bisa bernafas lega. Setidaknya, Pemkab Magelang sudah menjanjikan akan segera membangun Pasar Muntilan pada bulan Maret mendatang. Hal itu terungkap dalam...

Ludes dalam Lima Menit

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Ribuan warga berjajar di tepi Jalan Raya Boja, Kamis (21/6). Mereka ingin menyaksikan arak-arakan Nyai Dapu atau Nyai Pandansari yang dipercaya sebagai tokoh...

Jaga Kekompakan, Bangun Kecamatan Suruh

RADARSEMARANG.COM, SURUH – Sekretaris desa (Sekdes) di Kecamatan Suruh terus menjaga kekompakan untuk mencapai hasil kinerja yang maksimal. Hal ini terbukti dengan sejumlah kegiatan...