33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

BNNP Bidik Napi Kedungpane

Diduga Kendalikan Peredaran Sabu

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG Peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam sel Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) masih terjadi. Kali ini, petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng meringkus seorang pengedar narkoba jenis sabu seberat 100 gram. Diduga, bisnis barang haram itu dikendalikan oleh seseorang napi Lapas Kelas IA Kedungpane, Semarang yang kini tengah dibidik.

Pengedar sabu yang ditangkap diketahui bernama Toufik Sulistyo (TS), 35, asal Dusun Ngacir RT 4 RW 3 Desa Ngenteng, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. Ia dibekuk petugas BNNP Jateng di Jalan Pandansari Raya RT 1 RW 3 Kelurahan Pandansari, Semarang Tengah, Rabu (19/4) sekitar pukul 20.00 lalu.

Dalam penangkapan itu, petugas menemukan paket sabu seberat 100 gram yang dibungkus plastik di saku celana Toufik. Selain itu, dari tangan pria yang kini berdomisili di Kelurahan Mlatibaru, Semarang Timur tersebut disita sepeda motor warna putih tanpa pelat nomor yang dipakai pelaku saat mengambil sabu.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo, menjelaskan, penangkapan tersangka Toufik bermula adanya informasi dari masyarakat akan adanya transaksi narkoba di Jalan Tanjung, tak jauh dari Stasiun Poncol, Rabu (19/4) malam. Petugas yang mendapat informasi, langsung melakukan pengintaian di lokasi tersebut.

Tak berselang lama, datang seseorang mengendarai motor, dan berhenti di depan tempat cuci motor di Jalan Pandansari. Pengendara itu lantas turun dari motornya, dan mengambil bungkusan plastik yang disimpan di tepi jalan. ”Bungkusan itu diambil lalu dimasukkan saku celana,” kata Tri Agus Prasetyo saat gelar perkara di kantor BNNP Jateng, Rabu (3/5).

Melihat itu, petugas yang melakukan pengintaian langsung bergerak. Pria yang belakangan diketahui bernama Toufik Sulistyo itu ditangkap, dan dilakukan penggeledahan. Hasilnya, petugas mendapati serbuk putih terbungkus plastik yang diduga sabu.

”Pelaku langsung dibawa ke markas BNNP Jateng untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sampel serbuk putih itu kemudian dikirim ke Labfor Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang. Hasilnya positif, barang itu mengandung methamphetamine atau sabu,” jelasnya.

Kabid Pemberantasan BNNP Jateng, AKBP Suprinarto menambahkan, saat dilakukan pemeriksaan, Toufik mengaku mengambil sabu tersebut atas suruhan orang lain. Namun demikian, tersangka sempat berbelit-belit dalam memberikan keterangan saat pemeriksaan.

”Ngakunya dari orang lain. Cuma dia (Toufik) tidak menyebutkan nama aslinya. Dia hanya menyebut nama panggilannya. Ini masih terus dikembangkan. Dia mengaku baru satu kali (mengambil sabu), tapi kemungkinan lebih dari satu kali,” ujarnya.

Suprinarto mengakui, orang yang dimaksud Toufik saat ini berada di Lapas Kelas IA Kedungpane. Napi tersebut kini tengah dibidik petugas BNNP. Hanya saja, pihaknya enggan membeberkan terkait jaringan tersebut. ”Iya. Ini masih kita kembangkan, kita dalami dulu supaya bisa diungkap,” katanya.

Dia menambahkan, tersangka Toufik baru menjalani akad nikah di sel tahanan BNNP Jateng, Jumat (28/4) pagi lalu. Ia terpaksa menikah di markas BNNP lantaran rencana pernikahannya sudah ditentukan sebelumnya. Selain itu, keluarga mempelai wanita tak keberatan menikah di sel penjara. ”Iya, kemarin dia nikah di sini. Dia tinggalnya di Mlatibaru. Kalau pekerjaannya, saya kurang tahu, tapi di e-KTP tercatat sebagai wiraswasta,” jelasnya.

Saat ini, Toufik masih ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia akan dijerat pasal 114 (2), 112 (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Tri Agus Heru Prasetyo menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait berkomitmen untuk bersama-sama dalam memerangi narkoba di wilayah Jateng. Pihaknya juga tidak segan mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan para pengedar narkoba menggunakan terjangan timah panas. ”Kalau hanya ancaman hukuman penjara, saya kira belum memberikan efek jera. Kita juga mendorong kepada petugas lapas untuk terus mengambil tindakan tegas,” katanya. (mha/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sekda: Pelantikan Diharapkan Serentak

SEMARANG - Pelantikan tujuh kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2017 serentak di Jateng belum jelas. Pemprov Jateng masih menunggu kepastian dari Kementerian Dalam Negeri...

Peningkatan Aktivitas Belajar Melalui Tutor Sebaya

RADARSEMARANG.COM - PEMBELAJARAN adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada lingkungan belajar. Interaksi peserta didik dengan lingkungan belajar, dirancang untuk...

Harga Daging Ayam Masih Tinggi

RADARSEMARANG.COM - Pedagang ayam potong saat melayani pembeli di Pasar Peterongan, Kota Semarang, Senin (9/7). Harga komoditas daging ayam broiler (ayam potong) masih di...

Kampung-Kampung akan Dipercantik

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Wali Kota Salatiga Yuliyanto bertekad menata permukiman padat yang ada di Salatiga. Sejumlah tempat memang sudah dibenahi, tapi masih ada yang...

Undip Bentuk Komisi Investigasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Komisi investigasi dibentuk oleh Fakultas Kedokteran (FK) Undip guna mendalami aktivitas riset yang dilaksanakan salah satu dosen di lingkungan kampus tersebut....

Underpass Jatingaleh Belum Dilengkapi Rambu-Rambu

SEMARANG- Meski sempat molor, akhirnya proyek underpass Jatingaleh Semarang bisa diselesaikan. Saat ini, underpass telah dibuka. Namun sejumlah permasalahan ditemui di lapangan. Di antaranya,...