33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

BNNP Bidik Napi Kedungpane

Diduga Kendalikan Peredaran Sabu

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG Peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam sel Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) masih terjadi. Kali ini, petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng meringkus seorang pengedar narkoba jenis sabu seberat 100 gram. Diduga, bisnis barang haram itu dikendalikan oleh seseorang napi Lapas Kelas IA Kedungpane, Semarang yang kini tengah dibidik.

Pengedar sabu yang ditangkap diketahui bernama Toufik Sulistyo (TS), 35, asal Dusun Ngacir RT 4 RW 3 Desa Ngenteng, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. Ia dibekuk petugas BNNP Jateng di Jalan Pandansari Raya RT 1 RW 3 Kelurahan Pandansari, Semarang Tengah, Rabu (19/4) sekitar pukul 20.00 lalu.

Dalam penangkapan itu, petugas menemukan paket sabu seberat 100 gram yang dibungkus plastik di saku celana Toufik. Selain itu, dari tangan pria yang kini berdomisili di Kelurahan Mlatibaru, Semarang Timur tersebut disita sepeda motor warna putih tanpa pelat nomor yang dipakai pelaku saat mengambil sabu.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo, menjelaskan, penangkapan tersangka Toufik bermula adanya informasi dari masyarakat akan adanya transaksi narkoba di Jalan Tanjung, tak jauh dari Stasiun Poncol, Rabu (19/4) malam. Petugas yang mendapat informasi, langsung melakukan pengintaian di lokasi tersebut.

Tak berselang lama, datang seseorang mengendarai motor, dan berhenti di depan tempat cuci motor di Jalan Pandansari. Pengendara itu lantas turun dari motornya, dan mengambil bungkusan plastik yang disimpan di tepi jalan. ”Bungkusan itu diambil lalu dimasukkan saku celana,” kata Tri Agus Prasetyo saat gelar perkara di kantor BNNP Jateng, Rabu (3/5).

Melihat itu, petugas yang melakukan pengintaian langsung bergerak. Pria yang belakangan diketahui bernama Toufik Sulistyo itu ditangkap, dan dilakukan penggeledahan. Hasilnya, petugas mendapati serbuk putih terbungkus plastik yang diduga sabu.

”Pelaku langsung dibawa ke markas BNNP Jateng untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sampel serbuk putih itu kemudian dikirim ke Labfor Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang. Hasilnya positif, barang itu mengandung methamphetamine atau sabu,” jelasnya.

Kabid Pemberantasan BNNP Jateng, AKBP Suprinarto menambahkan, saat dilakukan pemeriksaan, Toufik mengaku mengambil sabu tersebut atas suruhan orang lain. Namun demikian, tersangka sempat berbelit-belit dalam memberikan keterangan saat pemeriksaan.

”Ngakunya dari orang lain. Cuma dia (Toufik) tidak menyebutkan nama aslinya. Dia hanya menyebut nama panggilannya. Ini masih terus dikembangkan. Dia mengaku baru satu kali (mengambil sabu), tapi kemungkinan lebih dari satu kali,” ujarnya.

Suprinarto mengakui, orang yang dimaksud Toufik saat ini berada di Lapas Kelas IA Kedungpane. Napi tersebut kini tengah dibidik petugas BNNP. Hanya saja, pihaknya enggan membeberkan terkait jaringan tersebut. ”Iya. Ini masih kita kembangkan, kita dalami dulu supaya bisa diungkap,” katanya.

Dia menambahkan, tersangka Toufik baru menjalani akad nikah di sel tahanan BNNP Jateng, Jumat (28/4) pagi lalu. Ia terpaksa menikah di markas BNNP lantaran rencana pernikahannya sudah ditentukan sebelumnya. Selain itu, keluarga mempelai wanita tak keberatan menikah di sel penjara. ”Iya, kemarin dia nikah di sini. Dia tinggalnya di Mlatibaru. Kalau pekerjaannya, saya kurang tahu, tapi di e-KTP tercatat sebagai wiraswasta,” jelasnya.

Saat ini, Toufik masih ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia akan dijerat pasal 114 (2), 112 (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Tri Agus Heru Prasetyo menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait berkomitmen untuk bersama-sama dalam memerangi narkoba di wilayah Jateng. Pihaknya juga tidak segan mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan para pengedar narkoba menggunakan terjangan timah panas. ”Kalau hanya ancaman hukuman penjara, saya kira belum memberikan efek jera. Kita juga mendorong kepada petugas lapas untuk terus mengambil tindakan tegas,” katanya. (mha/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pembangunan Pasar Johar Dijaga Ketat 

SEMARANG-Proses pembangunan Pasar Johar Cagar Budaya sudah mulai dilakukan. Di sekeliling bangunan pasar tradisional legendaris ini ditutup rapat menggunakan pagar setinggi kurang lebih dua...

Tekuni Karate sejak SD

RADARSEMARANG.COM - OLAHRAGA karate biasanya diminati oleh kaum pria. Namun olahraga beladiri ini ternyata juga disukai kaum hawa. Salah satunya Ainun Mardiyah Harahap. Bahkan,...

PDIP Kukuhkan Partainya Wong Cilik

MUNGKID-- DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magelang di era kepemimpinan Sariyan Adi Yanto mengukuhkan kembali sebagai partainya wong cilik. Hal itu ditandai dengan kegiatan puncak...

Ngunduh Mantu Digelar Tanpa Sound System

KECELAKAN mobil Avanza yang ditabrak KA Argo Anggrek jurusan Surabaya-Jakarta membuat keluarga Wagimin, 56, warga Dusun Ketanggan RT 1 RW 8 Desa Katong, Kecamatan...

Ganjar Gembleng Kader GP Ansor

REMBANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, berharap Gerakan Pemuda (GP) Ansor terus mengawal semua kebijakan publik serta perilaku para penyelenggara negara, agar tercipta...

Pameran Tematik Dongkrak Penjualan

SEMARANG - Kondisi ekonomi yang lesu membuat kondisi pasar ikut lesu. Bagi Global Elektronik, justru menjadi tantangan untuk terus melakukan inovasi, sehingga penjualan tetap...