31 C
Semarang
Jumat, 27 November 2020

Audit Keuangan BUMD, WTP dan WDP

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

DEMAK-Opini atas audit laporan keuangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) 2016 berstatus wajar. Untuk PDAM Demak, PD BPR BKK Demak, PD BKK Dempet, dan PT Bank Jateng dinilai wajar tanpa pengecualian (WTP). Sedangkan, BUMD PD Anwusa, PT LKM BKPD serta PD Apotek Sari Husada dinilai wajar dengan pengecualian (WDP).

Demikian mengemuka dalam kegiatan evaluasi capaian kinerja BUMD Demak triwulan I tahun buku 2017 yang berlangsung di Resto Taman Ria, Kota Demak, kemarin. Hadir dalam acara ini, Wabup Joko Sutanto, Sekda dr Singgih Setyono MMR, Asisten II Windu Sunardi dan Kabag Perekonomian Winarno.

Dalam kesempatan itu, Wabup Joko mengatakan, BUMD memiliki otonomi seluas-luasnya dalam satu bingkai. Yaitu, menganut sistem aturan yang berlaku baik untuk jajaran direksi maupun karyawan. “Perusda dikelola bagaikan milik sendiri, tapi dalam pengeluaran sesuai aturan yang berlaku. Karena itu, perlu sinergi dan harmonisasi antara BUMD dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta lebih profesional dalam kinerja,” katanya.

Kabag Perekonomian, Suwarno mengatakan bahwa evaluasi BUMD ini dilakukan selain untuk mengetahui kinerja dan kondisi usaha, juga diharapkan dapat menghasilkan rumusan strategis dalam pelaksanaan rencana tindak lanjut BUMD di triwulan berikutnya. “Kami dorong supaya ada sinkronisasi dalam kegiatan BUMD sehingga visi Pemkab dapat tercapai,” katanya.

Menurutnya, pada 2016, beberapa BUMD tersebut telah memberikan deviden bagi daerah. PDAM devidennya sebesar Rp 1.241.610.970 (Rp 1,2 miliar). Kemudian, PT Bank Jateng memberi deviden sebesar Rp 7.068.593.589 (Rp 7 miliar), PD BKK Dempet devidennya sebesar Rp 1.865.080.017 (Rp 1,8 miliar), PD BPR BKK Demak Rp 1.815.528.244 (Rp 1,8 miliar), PD Apotek Sari Husada devidennya mencapai Rp 371.024.914 (Rp 371 juta) serta PT LKM BKPD dengan deviden sebesar Rp 241.048.510 (Rp 241 juta). (hib/ida)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...