30 C
Semarang
Rabu, 21 April 2021

Razia Uji Kelayakan Bus, Diwarnai Aksi Kejar-Kejaran

spot_img
spot_img

UNGARAN–Drama kejar-kejaran antara bus berpenumpang jurusan Semarang–Purwokerto dengan mobil patroli yang dikendarai oleh Kasat Lantas Polres Semarang terjadi di Jalan Lingkar Ambarawa (JLA), Rabu (3/5) kemarin. Aksi tersebut lantaran bus Maju Makmur bernopol AA 1558 DA sudah dilarang beroperasi karena kondisinya yang sudah tidak layak dan membahayakan penumpang.

“Sebelumnya, bus itu sudah kami berhentikan di Terminal Bawen dalam operasi kelayakan kendaraan berpenumpang. Namun bus tersebut malah kabur. Lantas kami kejar,” ujar Kasat Lantas Polres Semarang AKP Dwi Nugroho.

Pada hari yang sama, sebelumnya tim gabungan dari Satlantas Polres Semarang dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang melakukan razia kelayakan kendaraan di Terminal Bawen. Saat itu, bus yang dikemudikan oleh Saimun, 63, terjaring razia.

Sebanyak 25 orang penumpang bus diminta turun dan menunggu penjemputan bus setelahnya. Karena kondisi bus yang tidak layak, sang sopir ditilang oleh petugas. Adapun ketidaklayakan bus tersebut antaralain kaca depan pengemudi sudah pecah dan ditutup menggunakan stiker. Selain itu, wiper sebelah kanan bus Maju Makmur sudah tidak berfungsi. “Bahkan untuk memfungsikan wiper, harus menggunakan sebuah tali yang dikaitkan ke kursi pengemudi bus,” ujarnya.

Saat petugas sibuk memeriksa bus lain yang masuk ke terminal tersebut, sopir bus Maju Makmur mengendarai bus pelan-pelan hingga pintu keluar terminal. Puluhan penumpang yang sebelumnya sudah diarahkan oleh pihak kondektur bus sudah menunggu di pintu keluar tersebut dan masuk ke dalam bus kembali. “Petugas yang mengetahuinya langsung menginformasikan ke saya dan langsung kami kejar hingga ke JLA,” katanya.

Saat ini bus tersebut diamankan petugas di Polsek Ambarawa. Sementara sang sopir masih dimintai keterangan oleh petugas. Dijelaskan Dwi, kondisi bus yang sudah tidak layak beroperasi masih banyak ditemukan dalam operasi tersebut. Mulai dari kondisi bodi bus yang sudah banyak keropos dan beberapa bagian kaca sudah pecah. “Alat pemecah kaca sudah tidak ada dalam bus. Selain itu, alat pemadam api ringan juga banyak yang tidak dilengkapi,” katanya.

Padahal hal tersebut, lanjutnya, merupakan kelengkapan bus guna menunjang keamanan penumpang. Saat dimintai keterangan oleh sopir bus, Saimun yang merupakan warga Temanggung mencoba meyakinkan petugas bahwa kondisi bus yang ia kemudikan masih laik jalan. Mengenai kaca depan yang pecah, ia mengaku bahwa sekitar dua minggu yang lalu busnya dilempar orang yang tidak bertanggung jawab saat melaju di jalan raya. “Sambil nunggu pesanan wipernya pak, ini tetap jalan. Semuanya normal gak ada masalah, saya juga tidak takut,” kata Saimun.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, Prayitno Sudaryanto mengatakan bahwa bus yang tidak mematuhi aturan, terancam pematian trayek. “Pada razia beberapa waktu lalu, 6 jenis pelanggaran banyak kami temukan dan disidangkan pada Rabu 10 Mei 2017,” katanya.

Pelanggaran-pelanggaran tersebut antaralain Kartu Pengawasan (KPs) banyak yang mati, dimana masing-masing angkutan harus memilikinya. Selain itu, ditemukan kendaraan yang uji KIR mati, tidak dilengkapi buku uji, tidak dilengkapi izin trayek, dan izin KIR mati.

“Kesemuanya masih proses persidangan. Banyaknya pelanggaran yang diulang-ulang oleh pengusaha angkutan karena penumpang sudah sepi, biaya operasional tinggi. Namun kami tidak segan melakukan pencabutan trayek karena semuanya untuk keselamatan penumpang,” ujarnya. (ewb/ida)

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here