33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

Tuntut Pabrik Pakan Ayam Ditutup

Ratusan Warga Geruduk DPRD Brebes

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

BREBES–Ratusan warga Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Brebes, Selasa (2/5) kemarin. Mereka menuntut penutupan pabrik pakan dan bibit ayam di desanya. Lantaran, keberadaan pabrik dianggap telah menyebabkan pencemaran lingkungan permukiman warga.

Dari pantuan waratwan koran ini, ratusan warga tersebut mendatangi gedung wakil rakyat sekitar pukul 10.00. Mereka datang dengan mengendarai sejumlah mobil bak terbuka dan puluhan sepeda motor. Sebelumnya, warga sempat melakukan orasi di depan pabrik pakan ayam di Jalan Pantura Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba. Kemudian, mereka bergerak ke Kantor Bupati di Jalan Pangeran Diponogoro dan dilanjut ke DPRD setempat. Di gedung DPRD, mereka berorasi menuntut pabrik pakan ayam yang berdiri sekitar 2012 itu untuk ditutup.

Usai berorasi, perwakilan warga ditemui Komisi III DPRD dan sejumlah pejabat terkait di Pemkab Brebes. Di antaranya, Asisten II Sekda Pemkab Brebes Moh Iqbal dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah Pemkab Brebes Edi Kusmartono.

Kuasa hukum pendemo, Bahrain mengatakan bahwa tuntutan warga hanya satu, yakni tutup pabrik pakan ayam tersebut. Sebab, limbahnya telah berdampak kepada warga. Akibat limbah yang dibuang ke sungai, hasil panen padi warga dan debit air sungai turun. Kemudian, jika hujan sering terjadi banjir. ”Akibat pabrik itu, hak masyarakat dalam mendapatkan hidup sehat menjadi kurang. Jadi kami minta pabrik itu ditutup,” tandasnya.

Dia menambahkan, warga sebelumnya juga sempat mengajukan surat pengaduan ke pusat. Dari surat pengaduan itu, Kementerian Lingkungan Hidup memberikan surat rekomendasi agar masalah di pabrik pakan diminta memperbaiki sistem pengolahan limbahnya. Selain itu, pabrik juga diminta merevisi dokumen lingkungan, mengajukan izin terkait pembuangan air limbah ke badan sungai serta perbaikan penanganan ayam mati. ”Kami harap pemkab segera mencari solusi atas kejadian ini. Sudah jelas pembuangan limbah ke sungai tidak ada izinnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, jika tuntutan penutupan pabrik tidak dipenuhi, warga menyatakan siap mengambil langkah hukum. Warga akan siap menggugat atas persoalan tersebut, baik gugatan ke Pemkab Brebes dan pabrik bersangkutan.

Sementara itu, Wempi S Pane, perwakilan dari PT Charoen Pokpan, selaku pemilik pabrik pakan ayam menjelaskan bahwa perusahaannya tidak masalah dengan tuntutan warga. Meski demikian, pihaknya juga akan mengajukan regulasi kepada pemerintah. Artinya, jika harus dilakukan perbaikan terhadap sistem pengolahan limbah, pihaknya akan melakukan perbaikan tersebut. Sebab, pabriknya tidak pernah tertutup. ”Kita akan terbuka. Nantikan ada perwakilan dari pemerintah dan DPRD serta warga untuk datang ke pabrik. Jadi silakan, kita terbuka,” ujarnya.

Setelah ada keluhan adanya dampak lingkungan yang dirasakan warga akibat limbah pabrik pakan ayam di wiyalah tersebut, Pemkab dan DPRD Kabupaten Brebes segera mengecek ke lapangan. Selain itu, pemkab juga akan memperingatkan pabrik pakan ayam untuk segera melakukan perbaikan terhadap sistem pengolahan limbah sesuai rekomendasi yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup. ”Kita akan turun ke lapangan. Jadi setelah adanya usul ini diharapkan semuanya bisa sesuai dengan aturan yang ada,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah Pemkab Brebes Edi Kusmartono.

Dia mengatakan, mengacu terhadap uji laboratorium yang telah dilaksanakan, apa yang dikeluhkan warga Bangsri terhadap pembuangan limbah pabrik pakan ayam itu masih dalam batas yang diperbolehkan undang-undang. Namun persoalannya, pemkab juga perlu segera memperingatkan pabrik pakan ayam itu untuk segera melakukan perbaikan pengelolaan limbahnya. Terutama, pada pengelolaan bangkai ayam yang mati. “Usul dari masyarakat nanti kita akan cek ke lapangan bersama anggota dewan. Terkait limbah yang dibuang ke sungai kita akan lakukan pemeriksaan di labolatorium,” pungkasnya. (ded/fat/jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Jaga NKRI, Ibu Shinta Serukan Persaudaraan dan Perdamaian

DEMAK-Istri Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Ny Shinta Nuriyah kemarin malam berkunjung ke Masjid Nurul Huda, Dukuh Rimbu Lor RT 1 RW 5 Desa Rejosari Kecamatan Karangawen. Kedatangan Shinta di bumi Kota...

Mahasiswa KKN Gelar Pengobatan Gratis

SEMARANG - Keberadaan layanan kesehatan gratis pasca terjadinya bencana sangat bermanfaat dan membantu masyarakat sekitar terutama bagi warga kurang mampu. Kali ini, mahasiswa KKN...

Foto dan Konpers Palsu Megawati soal Kasus E – KTP

JawaPos.com - Beberapa hari terakhir, pihak yang terkesan berseberangan dengan pemerintahan saat ini menyebar hoax cukup menggelikan. Yakni terkait Megawati Soekarnoputri yang menggelar konferensi pers (konpers)...

Berdoa untuk Keamanan Bangsa

SEMARANG - Ratusan umat Buddha di Kota Semarang, Kamis (11/5) memperingati Hari Raya Waisak 2571/2017 di Vihara Mahavira Semarang. Dalam peringatan tersebut umat berdoa...

Seni Tuturan Berbahasa Jawa Zaman Now

RADARSEMARANG.COM - Dilihat dari sisi penuturnya, Bahasa Jawa memiliki fungsi multitalenta dan multiguna. Sebagai bahasa yang multitalenta dan multiguna, bahasa Jawa digunakan sebagian besar...

Ujian di Kampung Mantyasih

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sejarah dan budaya yang ada di Kampung Meteseh (Mantyasih) Kelurahan Magelang Kota Magelang selama ini, menarik minat mahasiswa Institut Seni Indonesia...