33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Santri Harus Bisa Jadi Tenaga Terampil

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

KENDAL—Pondok Pesantren diminta menyiapkan para santrinya untuk dididik menjadi tenaga kerja terampil ataupun tenaga kerja terdidik. Sebab, kehadiran Kawasan Industri Kendal (KIK) menjadikan Kabupaten Kendal sebagai salah satu kota industri terbesar di Jateng.

Demikian disampaikan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat memberikan sambutan pada helatan Manbaul Hikmah Bersholawat di Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikmah, Senin malam (1/5) kemarin. Menurutnya, warga Kendal harus bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.

“Kehadiran KIK ini, jika tidak segera disikapi dengan penyiapan tenaga kerja yang baik, maka Kendal akan dikuasai asing. Sehingga warga Kendal hanya bisa jadi buruh dan tidak bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Ganjar.

Makanya, ia meminta agar pesantren selain memberikan ilmu-ilmu agama, juga memberikan keterampilan lain kepada para santrinya. Sehingga begitu lepas dari pesantren bisa langsung bekerja sesuai ketrampilan yang dimiliki. “Tenaga terampil inilah yang nantinya dibutuhkan perusahaan,” tuturnya.

Menurutnya, jika warga Kendal hanya mengincar kerja sebagai buruh pabrik ataupun tenaga serabutan menjadi tenaga kerja tak terdidik, maka warga Kendal akan tertinggal. Secara otomatis  Kendal akan dikuasai oleh tenaga-tenaga terampil dari luar daerah.

“Dengan adanya KIK ini, Kendal saat ini menjadi lirikan seluruh pengusaha dari berbagai negara. Kendal menjadi incaran dunia. Makanya pendidikan generasi muda ini harus dipersiapkan sejak dini untuk menyongsong masa yang akan datang,” tandasnya.

Ia berharap para santri yang akan mengisi tenaga-tenaga kerja terampil di KIK. Sebab santri menurutnya memiliki nilai plus. Yakni selain pandai ilmu agama juga memiliki karakter yang amanah dan jujur. “Kejujuran inilah yang saat ini dibutuhkan semua perusahaan yang ada saat ini,” tambahnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Manbaul Hikmah, KH Suyuthi Murtadlo mengatakan bahwa selain kegiatan mengaji, di pesantrennya ada pendidikan formal. Yakni SMP, SMA dan SMK serta perkuliahan. “Sehingga begitu keluar, langsung bisa terjun ke masyarakat,” tuturnya.

Sementara Habib Syech Abul Qodir Assegaf menekankan agar santri harus bisa apa saja. Tidak hanya ilmu agama, tapi ilmu-ilmu dunia juga harus dikuasai.  Sesuai jargonnya santri iso opo wae, opo wae iso.

Acara Manbaul Hikmah Bersholawat ini dihadiri belasan ribu warga dari berbagai daerah. Selain warga juga dihadiri para pecinta Habib Syech (Syechermania). Di antaranya dari Pemalang, Pekalongan, Cirebon, Batang, Kota Semarang, Demak, Solo, Kudus dan sebagainya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Yes! PSIS Hajar PSMS

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - PSIS akhirnya sukses meraih kemenangan perdana di Liga 1. Tak tanggung-tanggung, tim berjuluk Mahesa Jenar ini berhasil menang 4-1 atas tamunya PSMS...

Makelar Calon Polisi akan Ditindak  

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Kapolres Kendal, AKBP Adiwijaya akan bersikap tegas terhadap penyimpangan proses penerimaan anggota Polri 2018. Terutama terhadap oknum panitia yang menjadi makelar...

Buruh Tetap Ngotot Minta UMK Rp 2,7 Juta

SEMARANG- Dewan Pengupahan Buruh Kota Semarang menegaskan, kalangan buruh tidak akan melakukan tawar-menawar mengenai usulan penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Semarang sebesar Rp 2,7...

Antisipasi Sarden Bercacing

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Maraknya penemuan sarden bercacing di beberapa daerah, membuat Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi UMKM Kabupaten Pekalongan bersama Polres Pekalongan, memperketat beredarnya...

42 ASN Ikut Lelang Jabatan

SALATIGA – Pemkot Salatiga mengadakan lelang jabatan untuk mengisi kekosongan sejumlah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama ( JPTP). Sebanyak 42 aparatur sipil negara (ASN) golongan...

Utamakan Pendidikan Warga

RADARSEMARANG.COM, SURUH – Di Desa Reksosari terdapat sejumlah tempat pendidikan baik formal maupun informal. Dikatakan Kades Reksosari A.M Tantowi, di desa ini terdapat 3 SD,...