33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Mensos Terharu Dengar Cerita Aryati

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MAGELANG–Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa, memberikan dukungan moril kepada para korban musibah banjir bandang Dusun Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang yang saat ini dirawat di ruang Anyelir RSUD Tidar Kota Magelang, kemarin. Mensos juga menyerahkan bantuan kepada Aryati Rahayu, Sumarlan, dan bocah 6 tahun, Ahmad Fauqi.

Mulanya, Mensos Khofifah menuju ruang tempat Aryati dirawat. Suasana berubah haru, ketika Khofifah memeluk Aryati dengan erat. Khofifah tampak terharu, saat mendengarkan cerita Aryati, bidan yang suami dan dua anaknya—serta pembantunya—tewas dalam banjir bandang pada Sabtu (29/4) lalu. Kedua matanya berkaca-kaca, menahan air matanya. “Yang ikhlas, karena semua ini kehendak Allah,” kata Khofifah kepada Aryati.

Ia meminta Aryati tak larut dalam kesedihan. Menteri Khofifah juga berpesan kepada bidan Aryati untuk mengikuti saran dokter selama memberikan penangan medis di rumah sakit. Mensos ingin Aryati segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sebelumnya. “Jangan patah semangat ya, segera pulih dan mengabdi kepada masyarakat.”

Aryati bercerita, ia sempat tenggelam dan terbawa arus banjir. Saat menceritakan itu, dia terlihat tegar. Namun, saat mengenang kebaikan almarhum suaminya, air mata Aryati tak berhenti bercucuran. Di mata Aryati, suaminya sosok yang sempurna, bertanggungjawab, penyayang, dan punya banyak teman. “Suami saya itu sering mijitin saya,” ungkapnya sambil menangis.

Sebelum kejadian, ia bersiap pergi ke Blabak, Kabupaten Magelang, untuk menghadiri acara pernikahan saudaranya. Anaknya yang berusia empat tahun, sudah mengenakan pakaian baru. Sementara anaknya yang masih berusia 16 bulan, masih tertidur pulas.

Kemudian, ia mendegar suara gemuruh sekitar tiga detik. Tiba-tiba, air bersama lumpur menghantam rumah dan memporak-porandakan sekitar rumahnya. “Suara takbir bersahutan, Allahu Akbar, Allahu Akbar,” ucapnya menirukan suasana saat musibah itu terjadi.

Dia terpisah dari anggota keluarganya, lalu terbawa arus dan terjebak. Dirinya tak mampu menyelamatkan diri sendiri. “Saat itu saya sudah pasrah, bahkan saya kira saya lumpuh karena kaki saya tidak bisa bergerak. Tapi Alhamdulillah saya ditemukan oleh para relawan dan sekarang kondisi saya sudah semakin membaik,” tutur Aryati, lirih.

Meski kehilangan banyak anggota keluarganya, Aryati tetap bersyukur. Ia ingin segera bisa beraktivitas dan kembali ke masyarakat. “Ini kebesaran Allah dan Allah mengingatkan kita semua. Saya kuat karena Allah dan Alquran. Setiap saya merasa sedih, saya membaca Alquran karena itu obat penawar bagi saya. Saya merasa lebih tenang dan lebih ikhlas,” ucapnya.

Direktur RSUD Tidar Kota Magelang, dr Sri Harso mengungkapkan, kondisi ketiga pasien pindahan dari Puskesmas 1 Grabag itu semakin membaik. Sengaja ia jadikan dalam satu bangsal, untuk memudahkan pemantauan pasien korban bencana banjir bandang. “Berdasarkan pemeriksaan dokter, kondisi ketiganya mulai dari sedang sampai ringan,” kata dr Sri didampingi Kasi Rawat Inap, Nasrodin.

Dalam kesempatan kemarin, Mensos Khofifah menyerahkan santunan ahli waris korban meninggal dunia Rp 15 juta per jiwa, dan Rp 5 juta untuk korban luka berat. Setelah itu, Kofifah menuju lokasi bencana. Dalam kunjungan ke Magelang, total bantuan yang diserahkan sebesar Rp 226,5 juta. Rinciannya, santuan ahli waris korban meninggal Rp 195 juta, Rp 15 juta korban luka berat, dan losgistik Rp 116,5 juta. (put/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hanya Jadi Konsumen, Penulisan Jurnal Ilmiah Perlu Didorong

SEMARANG – Penulisan jurnal ilmiah oleh para dosen dan peneliti harus terus didorong oleh Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) ataupun universits...

Mobil Penjemput Siswa Jadi Biang Macet

Sejumlah sekolah elite di Kota Semarang kerap dikeluhkan para pengguna jalan raya. Sebab, hampir setiap hari, berderet mobil penjemput siswa, nongkrong atau parkir di...

2 ABG Putri Curi Motor

MUNGKID - Pergaulan yang tidak terkontrol bisa mengakibatkan hal buruk. Di Kabupaten Magelang, dua gadis di bawah umur nekat mencuri sebuah sepeda motor yang...

Ayo Obah, Bergerak Menuju Perubahan Jateng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sabtu,  2 Juni 2018, bertepatan dengan tanggal 17 Ramadan 1439 H, Tim Pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah akan menyelenggarakan pelatihan wirausaha Ayo Obah...

Hujan Deras, Dua Titik Longsor

WONOSOBO–Hujan deras yang masih berlangsung di Wonosobo kembali menyebabkan longsor. Kali ini, longsor terjadi di wilayah Kecamatan Leksono. Tebing tinggi sekitar 30 meter longsor,...

Bongkar Pasang Shelter PKL

RADARSEMARANG.COM - KONSTRUKSI lapak untuk penampungan sementara pedagang Pasar Waru mulai dibongkar. Nantinya bekas lapak tersebut akan digunakan kembali untuk pembangunan shelter PKL klitikan....