Yudis Tundukkan Unggulan Pertama

  • Bagikan
SEMI FINAL: Pertandingan semifinal tunggal kelompok usia yang digelar Selasa (2/5) sore kemarin. Babak empatbesar kemudian dilanjutkan partai final untuk semua kelompok usia. (TAUFIQ R/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMI FINAL: Pertandingan semifinal tunggal kelompok usia yang digelar Selasa (2/5) sore kemarin. Babak empatbesar kemudian dilanjutkan partai final untuk semua kelompok usia. (TAUFIQ R/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Kejutan terjadi di kelompok usia tunggal putra utama saat memasuki fase empat besar Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Kejurkot V Salatiga 2017. Pemain non unggulan dari PB Surya Gemilang Salatiga (SGS), Yudis, berhasil melangkah ke babak empat besar setelah menundukkan unggulan satu, Putra dari PB Mahkota. Sedangkan unggulan dua Restu dari PB Glory, sukses mengamankan tiket semifinal dengan mengalahkan Resa dari PB SGS 21-18, 21-9.

Yudis mampu memetik kemenangan dua set langsung. Pada gim pertama, pertemuan dua pemain ini saling berkejaran angka. Keduanya agresif saling menyerang. Bahkan sempat mencatat poin sama 16-16. Kemenangan Yudis mulai tampak setelah mencatatkan 17-20. Meski sempat dikejar, pemain andalan PB SGS ini menyudahi dengan angka 18-21.

Berbekal satu kemenangan, Yudis tampak makin percaya diri dan mampu mengatasi serangan Putra saat memasuki gim kedua. Meski kerap melakukan kesalahan pengembalian bola, Yudis akhirnya mampu mengatasi gim kedua, hingga akhirnya mengakhiri aga dengan angka 13-21. Selain Yudis dan Restu, dua semifinalis lainnya direngkuh oleh Betrand (PB Glory) dan Rasky (PB SGS).

Pelatih PB SGS, Joko Kace, mengungkapkan, Yudis punya semangat tinggi untuk mencari setiap angka. “Tekniknya bagus, hanya kadang kurang konsentrasi sehingga kehilangan angka karena pengembalian bolanya tidak tepat,” ujarnya.

Sementara di partai tunggal pemula putra, PB SGS mampu mendominasi hasil empat besar. Unggulan satu Kieky, serta non unggulan Yudan dan Ramanda, memastikan diri tampil di semifinal. Satu tempat tersisa disabet oleh Rafael, ungulan dua dari (PB Berkat Abadi). Menilik dari bagan pertandingan, laga empatbesar akan mempertemukan Kieky dengan Yudan, sedangkan Ramanda akan ditantang Rafel.

Joko Kace cukup puas dengan pencapaian atlit binaan di kelompok tunggal pemula putra. “Persaingannya (tunggal pemula putra) cukup ketat karena paling banyak peertanya. Hasil ini sudah baik. Harapan kita anak-anak menampilkan permainan terbaikanya di pertandigan berikutnya,” ujarnya.

Partai tunggal remaja putra, PB Rajawali membuka peluang untuk menguasai babak final, setelah dua pemain binaannya yang menempati seeded unggulan maju semifinal. Yakni Nadifan sebagai unggulan satu dan Andi di posisi unggulan dua. Laga semifinal akan mempertemukan Nadifan dengan Rayharavi (PB Domas), dan Andi bertemu Farid dari PB SGS.

KEJUTAN: Pemain pradini putri Angelice Quinsha Helena (PB Berkat Abadi) yang tampil di tunggal anak putri madya, sukses masuk final setelah di babak semifinal mengalahkan rekan satu klubnya, Cindy. (TAUFIQ R/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEJUTAN: Pemain pradini putri Angelice Quinsha Helena (PB Berkat Abadi) yang tampil di tunggal anak putri madya, sukses masuk final setelah di babak semifinal mengalahkan rekan satu klubnya, Cindy. (TAUFIQ R/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sementara, Pemain usia pradini putri Angelice Quinsha Helena (PB Berkat Abadi) yang tampil naik tingkat di kelompok tunggal anak-anak putri madya, tanpa diduga mampu melangkah ke final. Di babak delapanbesar Helena menghentikan langkah Inggrit PB Eben Haezer 21-3, 21-5, dan semifinal mengalahkan Cindi, rekan satu klubnya. (fiq/smu)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *