33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Wisata Kuliner Harus Jelas Halal-Haram

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEJUMLAH stakeholder coba membantu pemerintah dalam menghidupkan Kota Lama Semarang. Tidak terkecuali Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Semarang. Rencananya, Kadin bakal menyulap Jalan Branjangan yang selama ini menjadi arena sabung ayam, menjadi sentra kuliner layaknya Pasar Semawis di Kampung Pecinan.

Ketua Kadin Kota Semarang, Arnaz Agung Andrasmara, mengaku pihaknya telah menyusun konsep agar Kota Lama bisa lebih hidup. Dia sengaja memilih area kumuh, antara Jalan Branjangan atau Jalan Sendowo untuk dirombak menjadi arena yang mampu menarik minat wisatawan.

Dia mengaku prihatin dengan adanya area kumuh di wilayah Kota Lama. “Jadi kami sepakat untuk menghidupkan daerah yang belum hidup. Di tempat itu masih kumuh, gelap, dan belum tertata. Kami jadi tertantang untuk menggarapnya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tentunya  ada banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum menggelar deretan warung kuliner di sana. Seperti memberikan penerangan jalan yang cukup agar wisatawan tidak merasa waswas ketika berada di sekitar lokasi, memperbaiki jalan paving agar lebih layak serta sedap dipandang mata, serta membenahi drainase. Selain itu juga melakukan penananam pohon agar tampak indah dan sejuk.

Dia mengaku tidak akan mengusir karaoke yang sudah menjamur di sekitar Jalan Sendowo. Menurutnya, jika jalan tersebut sudah ramai, keberadaan karaoke tersebut akan menyingkir dengan sendirinya. “Ini juga menjadi PR kami untuk tidak tanggung-tanggung meramaikan jalan tersebut,” terangnya.

Jika sentra kuliner bisa dibilang sukses, pihaknya punya rencana untuk invasi di jalan lain yang masih berada di kawasan Kota Lama. Bahkan jika memungkinkan, sentra kuliner yang digagas Kadin Semarang bakal menjadi terusan bagi wisatawan yang berburu kuliner di Pasar Semawis.

Mendengar gagasan tersebut, anggota Tim Percepatan Belanja dan Kuliner Kementerian Pariwisata, Tendi Naim, coba memberi masukan. Dia meminta agar warung-warung kuliner di kawasan Kota Lama yang tidak menjual makanan haram, bisa diberi label halal. Label tersebut juga harus jelas dan mudah dilihat pengunjung.

“Hanya untuk memantapkan pengunjung ketika memilih tempat makan saja. Pengalaman saat di Pasar Semawis, saya bingung mau makan apa, karena tidak ada warung yang memasang label halal. Padahal saya pengin jajan di sana,” terangnya.

Dijelaskan, warung berstempel halal bukan hanya dicari kalangan muslim saja. Dewasa ini, banyak warga nonmuslim di negara lain yang juga menghindari makanan haram. “Seperti di Jepang, makanan halal sudah menjadi lifestyle. Jadi, ketika wisatawan asing mulai melirik Kota Lama, mereka tidak kesulitan soal mengisi perut,” katanya.

Tendi juga berpesan agar Kadin bisa menjaga kerbersihan sentra kuliner tersebut. Sebab, pusat kuliner sangat rawan kumuh. Terutama soal air. “Jangan ada lagi ember buat mencuci piring. Semua harus sudah higienis, dengan instalasi air bersih yang baik,” ucapnya.

Setali tiga uang, Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang, Sriyono, juga punya semangat meramaikan Kota Lama. Dia mengusulkan agar ada pengembangan sejumlah klaster di setiap gang. Ada klaster kuliner, kerajinan, baju-baju distro, dan lain sebagainya. “Seperti di Cihampelas Bandung. Target pasarnya lebih baik disasarkan kalangan anak muda,” ujarnya.

Agar klaster-klaster itu makin ramai, sebaiknya digelar event yang mampu menjadi daya tarik pengunjung. Misalnya, pentas musik kroncong untuk memperkuat kesan heritage Kota Lama. Dengan begitu, para pengunjung yang sedang berbelanja, juga bisa mendapat hiburan.

Mantan Kepala Kantor Pertanahan Kota Solo ini juga meminta Pemkot Semarang menyediakan kantong parkir yang memadai. Letaknya tidak jauh dari lokasi bebas kendaraan. Selain itu, Kota Lama juga harus didesain sedemikian rupa agar lebih ramah terhadap pejalan kaki. (amh/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rem Blong, Truk Masuk Jurang

BATANG - Diduga akibat rem blong, truk tronton yang sarat muatan kertas rol masuk jurang di jalur pantura Alas Roban, Gringsing, Kabupaten Batang. Kondisi...

Hasan Toha Lantik Prabowo Setiyawan Sebagai Rektor Unissula (2018-2022)

RADARSEMARANG.COM - KETUA Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) H. Hasan Toha Putra melantik Ir H Prabowo Setiyawan, MT, Ph.D sebagai Rektor...

Warga Terdampak Tol Menginap di Kantor DPRD

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Puluhan warga yang rumahnya dieksekusi untuk pembangunan tol Semarang-Batang melakukan unjuk rasa ke kantor DPRD Kendal. Mereka bahkan rela menginap di...

SMA/SMK Tunggu Pergub

SEMARANG - Pelimpahan kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi, membuat  pihak sekolah terus memutar otak untuk meng-cover anggaran yang dikeluarkan untuk kebutuhan siswa,...

64 Klub Ikut Ambil Bagian

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemain klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) wilayah DKI Jakarta dan Jawa Timur (Jatim), dipastikan ikut tampil dalam kejuaraan USM Liga Bulutangkis 2018...

Ribuan Santri Tuntut Kebijakan FDS Dicabut

UNGARAN–Aksi penolakan terhadap kebijakan Full Day School (FDS) kian meluas. Kali ini, aksi penolakan dilakukan oleh ribuan santri di di halaman kantor Bupati Semarang,...