33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Kota Lama Jalur Rempah Nusantara

Baca yang Lain

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

KOTA Lama Semarang bakal disulap lebih meriah dan lebih bersahabat kepada para pengunjung. Pemerintah Kota Semarang menggandeng sejumlah stakeholder terkait untuk mengembangkan kawasan peninggalan Kolonial Belanda tersebut.

Pemerintah pusat pun turun tangan untuk membantu pengembangan Kota Lama. Rencananya, pada 5 Mei 2017 mendatang, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunjuk Kota Lama menjadi tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) ”Jalur Rempah Nusantara.” Gelaran akbar tersebut bakal diikuti tiga kota lain yang saat ini masuk dalam daftar sementara Warisan Budaya Dunia versi UNESCO. Yakni, DKI Jakarta, Surabaya, dan Pulau Banda Maluku.

”Itu juga untuk penyusunan Dossiers (penyusunan dokumen registrasi, Red). Jadi, memang harus paralel dengan semua pihak terkait,” kata Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut Mbak Ita—sapaan akrab wawali— Kota Lama tercatat menjadi jalur rempah nusantara, karena sejak dulu Indonesia dikenal sebagai penghasil rempah-rempah berkualitas. Dari penghasil rempah itulah, Indonesia menempati posisi penting di dunia sebagai pusat perdagangan rempah-rempah dunia. ”Ini menjadi magnet Kota Lama yang terus digali,” ujarnya.

Anggota Tim Percepatan Belanja dan Kuliner Kementerian Pariwisata, Tendi Naim menjelaskan, penunjukan sebagai tuan rumah Jalur Rempah Nusantara ini merupakan momentum kebangkitan Kota Lama. Rencananya, Kota Lama bakal mengangkat tema perdagangan gula. Sebab, di Semarang pernah ditinggali Raja Gula, Oei Tiong Ham. Salah satu kantornya pun ada di Kawasan Kota Lama.

”Selain itu, Kota Semarang juga menyimpan banyak sejarah. Kabarnya kereta api pertama ada di Semarang. Pelabuhan juga. Masih ada menara pandang syahbandar yang kini digunakan untuk kantor PGN (Perusahaan Gas Negara),” ujarnya.

Dalam perhelatan Jalur Rempah Nusantara itu, rencananya juga membahas agar empat kota daftar tentative UNESCO untuk ditetapkan menjadi daftar tetap warisan budaya dunia. Sebab, jika dilakukan sendiri-sendiri, justru akan sulit. Selain biayanya menjadi mahal, pegumpulan dokumen pun banyak yang mengalami kendala.

”Dokumennya terpencar-pencar. Nanti akan kami bantu mencarinya di kementerian. Semoga saja semua bisa diakui di mata internasional sebagai destinasi wisata warisan dunia,” harapnya.

Mbak Ita menambahkan, nyaris semua dokumen Kota Lama berada di Kemendikbud. Pihaknya pun sudah coba jemput bola dengan melayangkan surat ke Kemendikbud. Sayang, surat tersebut belum dibalas.

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) ini bercerita, beberapa waktu lalu pihaknya terbang ke UNESCO di Paris Prancis untuk memastikan kebenaran Kota Lama masuk daftar sementara Warisan Budaya Dunia. ”Ternyata benar, tapi hanya sampai 2019 saja. Jadi kami harus cepat mengurusnya agar segera ditetapkan oleh UNESCO,” tuturnya.

Banyak hal dan tahapan yang menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemkot Semarang untuk mengegolkan agar Kota Lama Semarang sebagai Kota Pusaka bisa diakui UNESCO.

Menurut Mbak Ita –sapaan akrab wawali, itu bukan pekerjaan mudah. Dia mencontohkan Kota Tua DKI Jakarta yang juga masih berjuang di UNESCO. ”Katanya Kota Tua Jakarta sedang di-drop karena dokumennya kurang, yakni peta kawasan. Memang komunikasi dengan kementerian harus intens agar bisa segera beres,” terangnya. (amh/amu/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...