33 C
Semarang
Kamis, 29 Oktober 2020

Kantor Gudang Garam Dirampok

Sekap Satpam, Sikat Rp 140 Juta

Baca yang Lain

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

KENDAL – Kawanan perampok bersenjata api (senpi) beraksi di kantor distributor rokok Gudang Garam di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal, Senin (1/5) dini hari. Pelaku diperkirakan empat orang berhasil membawa kabur uang senilai Rp 140 juta. Sebelum membobol brankas, pelaku terlebih dahulu menyekap dan membekap mulut saptam kantor setempat. Diduga pelaku memanfaatkan kondisi kantor lengang karena semua karyawan tengah libur Hari Buruh (May Day).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, perampokan ini terungkap setelah salah seorang warga mendengar suara teriakan dari dalam kantor distributor rokok tersebut. Mendengar suara itu, warga kemudian masuk ke dalam kantor. Warga curiga, melihat pintu sudah dalam keadaan tidak terkunci.

”Dari dalam ada warga teriak emmmm….. emmmm…. emmmm….,” kata Sutopo, warga sekitar.

Untuk memastikannya, salah satu warga masuk ke dalam kantor. Warga kaget ternyata teriakan tersebut dari satpam kantor yang diketahui bernama Jannatul Naim. Saat itu, Naim disekap dengan tangan dan kaki diikat dan mulut dilakban. ”Jadi, satpam itu tidak bisa teriak kencang, dia hanya bisa bilang emmmmm…..,” tuturnya.

Melihat itu, warga tidak berani melepaskan tali ikatan. Warga langung melapor ke polisi. ”Kami tidak berani melepas, karena takut nanti ada kesalahan. Kami langsung lapor ke Polres Kendal, dan tak lama kemudian petugas datang,” katanya.

Begitu polisi datang, ikatan tangan dan kaki Naim dibuka lalu dimintai keterangan. Wajah Naim tampak shock. Kepada petugas, Naim mengatakan, kejadian bermula saat dirinya tengah berjaga di dalam kantor. Saat dirinya tengah keliling di dalam ruangan kantor, tiba-tiba dari luar ada suara pintu diketuk. ”Saat saya tanya, orang itu mengaku pegawai dari rokok Gudang Garam,” tuturnya.

Mendengar itu, Naim tak curiga. Ia kemudian membuka pintu gerbang. Setelah masuk, kawanan perampok lainnya turun dari mobil dan langsung  menodongkan senjata api ke arahnya. ”Saya kemudian dibekap dan diseret masuk ke dalam kantor,” ceritanya.

Perampok itu mengancam akan membunuh Naim jika sampai berteriak. ”Saya tidak berani berteriak, karena seorang pelaku menodongkan senjata api ke arah saya,” tandasnya.

Sampai di dalam kantor, kawanan perampok itu mengikat tangan dan kaki Naim. Tidak hanya itu, ia juga membekap mulut Naim menggunakan lakban agar tidak berteriak atau kabur meminta tolong.

Naim mengaku, ada empat orang yang masuk ke dalam kantor. Selebihnya jika ada kawanan perampok yang berjaga di luar atau tidak, Naim mengaku tidak tahu pasti.

Aparat Satuan Reskrim Polres Kendal langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengerahkan anjing pelacak. Saat diperiksa, kondisi kantor berantakan. Brankas besar yang menurut keterangan Naim sebelumnya berada di ruang belakang dibawa pelaku ke ruang tengah. Dari hasil penyidikan sementara, diduga brankas dibobol dengan cara dicongkel.

”Diduga pelaku merusak brankas menggunakan linggis kecil. Setelah itu, para pelaku mengambil uang yang ada di dalamnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar.

Ditambahkan Aris, dari keterangan saksi, pelaku berjumlah empat orang. Mengenai senjata yang digunakan, polisi masih melakukan pendalaman apakah senjata api atau hanya airsoft gun. ”Jumlah uang yang diambil, menurut keterangan dari bagian keuangan kantor sekitar Rp 140 juta,” katanya.

Pihaknya mengaku sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk satpam Naim. Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang dari dalam kantor. Di antaranya, kayu bekas congkelan, besi brankas dan linggis kecil yang ditinggal pelaku.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, polisi memasang garis polisi dan memeriksa sejumlah karyawan kantor. ”Kami masih meminta keterangan dari para saksi. Semoga pelakunya segera terungkap,” ujarnya. (bud/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...