33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Kader Ansor Tak Boleh Lupakan Sejarah Ulama

Isra Mikraj PAC GP Ansor Karangtengah Meriah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

DEMAK – Berjuang untuk menegakkan prinsip Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) di tengah maraknya Islam radikal sekarang ini, menjadi tantangan tersendiri bagi Nahdlatul Ulama (NU). Karena itu, jajaran pemuda Ansor dan Banser selaku kader NU dituntut terus menghargai sejarah perjuangan para ulama. Supaya perjuangan yang dilakukan sekarang ini tetap bermakna bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikian disampaikan Ketua PWNU Jateng, Prof Dr Abu Hapsin saat mengisi tausiah pengajian Isra dan Mikraj yang digelar PAC GP Ansor Kecamatan Karangtengah dalam rangka Harlah GP Ansor ke-83 di Hotel Amantis, kemarin. Abu Hapsin mengatakan, selalu mengingat gagasan dan sejarah perjuangan ulama merupakan bagian dari inti memaknai peringatan perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.

”Mengapa Nabi Muhammad melakukan perjalanan Isra Mikraj, di antaranya ke Masjidil Aqsa dan bukan ke Atena Yunani? Ini karena ada nilai sejarah bahwa Nabi Muhammad ketika itu diberikan kesempatan untuk bertemu dengan para nabi terdahulu terkait bagaimana kisahnya dalam berdakwah. Kata kuncinya, ketika ingin mengubah tatanan sosial kultural, maka jangan lupakan sejarah. Dengan sejarah, akan tercipta harmonisasi dalam masyarakat,” ujarnya. Menghargai sejarah ini pula yang dilakukan para walisongo dalam dakwahnya. Menghormati tradisi lokal menjadi kunci suksesnya perjuangan dalam menyebarkan Islam di nusantara.

Ketua PAC GP Ansor Karangtengah, Muhammad Bardi menegaskan, perjuangan untuk menjaga dan mempertahankan ajaran Aswaja NU harus terus diperkuat. ”Jangan sampai luntur atau kendur. Sebagai kader Ansor, kita selalu bersemangat menjaga perdamaian dalam berjuang termasuk mempertahankan NKRI harga mati,” katanya.

Menurutnya, jiwa nasionalisme pemuda Ansor Karangtengah harus terus dipupuk termasuk melalui kegiatan Isra Mikraj tersebut. ”Kita jangan terprovokasi isu-isu yang membuat simpang siur. Maka kita harus jadi kader Ansor yang cerdas dan cermat,” ujarnya.

Ketua PC GP Ansor Demak, Dr Abdurrahman Kasdi menambahkan, kegiatan Ansor untuk memperingati Harlah Ansor oleh para PAC dilakukan di berbagai tempat. Selain di hotel juga di ponpes, madrasah dan tempat lainnya.

”Ini untuk memupuk semangat Aswaja bagi kader Ansor dalam menghadapi tantangan globalisasi,” kata dia.

Ketua PW GP Ansor Jateng, Ikhwan mengungkapkan bahwa membumikan Islam rahmatan lil ’alamin hingga kini terus digelorakan kader Ansor ke seluruh penjuru negeri dan dunia. ”Kita tebarkan Islam rahmatan lil ’alamin ke Timur Tengah sampai Eropa,” kata dia.

Apa yang dilakukan GP Ansor juga mendapat apresiasi Pemkab Demak. Kepala Kesbangpolinmas Taufik Rifai menuturkan, peran kader Ansor untuk ikut membangun daerah sangat penting. ”Kita bersama-sama bagaimana membangun Demak ini lebih baik lagi. Peran Ansor sangat diperlukan,” ujarnya. (hib/sct/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Relokasi Pedagang Pasar Kobong Jangan Dipaksakan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang diminta untuk berhati-hati dalam relokasi pedagang Pasar Rejomulyo Lama (Pasar Kobong) ke Pasar Rejomulyo Baru Semarang. Sebab, jika tak diantisipasi...

Kodim Selidiki Terduga Teroris Kendal

KENDAL—Kabar adanya dugaan salah warga Kendal yang diduga terlibat dalam aktivitas jaringan Islamic State of Irac and Syiria (ISIS) langsung direspon oleh Komando Distrik...

Lahan 1 Hektare Cuma Butuh 10 Menit

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Petani di Temanggung kini bisa lebih mudah kalau ingin menyiramkan pupuk cair atau pestisida ke lahan yang luas. Sekolompok pemuda yang...

Memaknai Pendidikan Model “Lukman”

RADARSEMARANG.COM - PENDIDIKAN selalu menarik untuk dipersoalkan. Sebab, pendidikan merupakan aspek mulia bagi seluruh umat manusia. Pendidikan itu mencerdaskan bangsa. Pendidikan juga mampu meningkatkan...

Padukan Batik dengan Tren Western

SEMARANG – Kain batik yang biasanya dibuat dengan kesan glamour, coba ditanggalkan oleh desainer batik asal Semarang, Cornelia Meiriyani. Ia mencoba mengangkat orisinalitas batik...

Kiprah BRI Peduli-Ramadan Salurkan Bantuan ke Pondok Pesantren Di Wonosobo

WONOSOBO -  Komitmen BRI sebagai BUMN penopang ekonomi masyarakat terus diwujudkan. Melalui BRI Peduli selama Ramadan ini, menyalurkan bantuan kepada masyarakat berupa sembako serta bantuan...