BELAJAR BISNIS: Mahasiswa FEB UM Magelang mengikuti Simulasi Kewirausahaan Econosphere 2. (DOK HUMAS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG)
BELAJAR BISNIS: Mahasiswa FEB UM Magelang mengikuti Simulasi Kewirausahaan Econosphere 2. (DOK HUMAS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG)

MAGELANG–Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM Magelang terus berupaya meningkatkan kualitas mahasiswanya. Terutama untuk mendalami ilmu kewirausahaan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari program FEB. Salah satunya adalah dengan mengadakan Simulasi Kewirausahaan Econosphere 2 dengan menghadirkan pakar ilmu wirausaha, Rahmat Hidayat, Ph.D, dosen Fakultas Psikologi UGM. Acara yang digelar di Auditorium Kampus 1 UM Magelang, Sabtu (29/4) lalu diikuti 300 mahasiswa semester 4 dari Prodi S1 Akuntansi dan Prodi S1 Manajemen.

Dekan FEB UM Magelang Marlina Kurnia MM mengatakan, peran wirausaha sangat penting sebagai penopang perekonomian negara. “Suatu negara dapat mencapai kemakmuran ekonomi apabila jumlah enterpreneur setidaknya 2 persen dari total jumlah penduduk. Indonesia hanya 0,29 persen, sangat jauh dibandingkan dengan Cina yang mencapai 28,12 persen,” ungkap Marlina.

Dalam acara simulasi, setiap peserta dibekali dengan handout berisi panduan simulasi. Sebagai permulaan, masing-masing peserta diberi modal awal Rp 15 juta berupa uang tunai senilai Rp 10 juta dan Rp 5 juta berupa tabungan di Bank Econosphere 2. Setiap peserta simulasi melakukan kegiatan pengambilan keputusan, pengelolaan riesiko, negosiasi, kerjasama, dan pengendalian diri dalam situasi penuh tekanan. “Dengan modal tersebut mereka diwajibkan membeli 12 kebutuhan pokok dengan estimasi total pengeluaran Rp 9 juta yang dapat dilakukan perorangan maupun kelompok,” ungkap Marlina.

Dalam simulasi tersebut, para dosen FEB UM Magelang dilibatkan menjadi investor dengan nilai investasi masing-masing senilai Rp 1,5 miliar. Para peserta dapat meminjam uang kepada para investor di samping meminjam ke bank. Di akhir acara, panitia menghitung jumlah kekayaan tiap peserta. Bagi tiga mahasiswa yang memiliki kekayaan terbanyak diberikan hadiah berupa uang tunai.

Diki Fernando, salah satu peserta dari Prodi S1 Manajemen mengungkapkan, simulasi tersebut mengasah dirinya untuk dapat bekerja dengan tim serta bertukar pikiran. “Dan yang lebih penting lagi kegiatan simulasi kewirausahaan dapat dijadikan bekal untuk membuka usaha karena telah mengetahui alurnya,” ujar Diki. (vie/sct/ton)