33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Konsep Pernikahan Rustic, Riasan Cenderung Natural

Dari Wedding Exhibition 2017 di Atria Hotel Magelang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MAGELANG–Wedding Exhibition 2017 Atria Hotel Magelang (AHM) yang berkolaborasi dengan Omah Kayu Wedding Organizer and Photography, diramaikan 24 peserta dari berbagai vendor pernikahan. Baik dari Magelang, Temanggung, Jogjakarta, dan sekitarnya. Masing-masing vendor menawarkan promo menarik bagi calon pengatin.

Acara bertajuk Beauty in White ini berlangsung sejak 28 April dan berakhir Minggu (30/4) kemarin. Seperti vendor asal Jogjakarta, Yogi’s Production, membuat paket pernikahan mulai di bawah Rp 100 per pax. Sebagai wedding planer, pihaknya juga membuka jasa konsultasi pernikahan. Pun, merekomendasikan dekorasi pernikahan yang sedang diminati, yakni vintage dan rustic.

“Konsep ini bisa dipakai di mana saja, baik di gedung maupun di luar ruangan,” kata owner Yogi’s Production Jogjakarta, Yogi Sugiarto, disela persiapan pameran pernikahan, kemarin, di salah satu ballroom AHM.

Yogi menjelaskan, konsep rustic menonjol pada properti yang terlihat belum sempurna atau tidak sampai ke sentuhan akhir. Namun, benda-benda yang digunakan, merupakan barang baru, tapi dibuat mendekati kesan lawas. “Kalau vintage lebih ke furnitur asli zaman dulu, seperti bokor, ceret (teko,Red) yang motifnya seperti loreng dan sebagainya.”

Menurutnya, konsep kembali ke alam tidak pernah hilang ditelan zaman. Sekalipun, zaman makin modern dan makin banyak pilihan dengan konsep-konsep baru. “Tapi konsep seperti itu, justru semakin dirindukan.”

Dari sisi pelaksaan pernikahan, ia mengamati bergeser ke gedung atau di ballroom hotel. Ia melihat banyak keunggulan ketika menghelat hari bahagia tidak di halaman rumah. Yakni, lokasi mudah di cari, keamanan parkir terjamin, dan lebih praktis. “Namun lebih unggul di hotel, karena higienitas makanan dan minuman terjamin. Dari sisi jumlah juga sesuai dengan pesanan.”

Terkait riasan pengantin yang sedang diminati adalah natural. Warna-warna eyeshadow yang sering dipakai seperti cokelat dan emas. Lalu, mengaplikasikan warna lipstik yang tidak terlalu terang ataupun mencolok. Misalnya: nude. “Meski natural, namun pada bagian mata tetap tajam,” kata Anton, seorang perias professional asal Jogjakarta.

Sementara busana pengantin yang sedang tren adalah kebaya gaun. Kebaya dimodifikasi dengan rok gaun. “Tapi ada juga pengantin yang senang memakai busana yang simpel dan tidak terlalu berat untuk jalan maupun berbaur dengan para tamu. Sementara warna-warna yang disukai seperti dusty pink, dan warna pastel lainnya.” ujar Yayan Arsa, owner Pivot Management, Magelang.

Tak ketinggalan soal souvenir. Fatur Souvenir kebanjiran pesanan mug dan dompet. Kata Fatur, dua jenis barang itu masih menjadi pilihan calon pengantin untuk memberikan kenang-kenangan kepada para tamunya. “Yang banyak di pesan biasanya yang bermanfaat untuk para tamu,” ujar Fatur. (puput/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ekonomi Meningkat, Kemiskinan Masih Tinggi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pertumbuhan ekonomi semestinya dibarengi dengan perbaikan kehidupan warga. Kondisi itu kurang begitu terasa di Jateng. Ketua Komisi B DPRD Jateng M...

Desa Siwal Miliki Produk Batik Unggulan

RADARSEMARANG.COM, KALIWUNGU - Disamping sistem administrasi pemerintahan yang bagus, Desa Siwal juga memiliki produk batik unggulan. Bahkan, batik ini menjadi pakaian resmi bagi perangkat...

Beri Kejutan!

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS akan melewati hari bersejarah pada hari ini (25/3). Tim berjuluk Mahesa Jenar akan melakoni laga pertama kompetisi kasta tertinggi di...

50 Ribu Relawan Bentuk Dulur Ganjar

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Sejumlah massa yang mewakili 35 kabupaten/kota membentuk Relawan Dulur Ganjar. Mereka berkumpul di Gedung Sasana Adipura, Wonosobo, Selasa (28/3) untuk pengukuhan....

Perekonomian Warga Terhambat

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pasca putusnya jembatan Sunut di Dusun Sapen, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, warga setempat merasa kesulitan dalam memasarkan hasil pertanian mereka. Kepala...

Hotel Amantis Kenalkan Batik Khas Demak

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Hotel Amantis yang terletak di tepi Jalan Raya Lingkar Selatan Kota Demak memiliki cara tersendiri untuk memromosikan potensi lokal Kabupaten Demak. Yaitu, dengan...