33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Cerita Bidan Aryati, Korban Selamat Banjir Bandang

Rencana Kepulangan yang Berujung Hilangnya Keluarga

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Tatapan mata Aryati Rahayu tampak kosong. Beberapa orang yang mengajaknya bicara tak digubrisnya. Dia irit bicara. Matanya begitu sembab. Kondisi tubuhnya juga ngedrop. Dia harus dipindahkan dari Puskesmas Grabag ke RSUD Tidar Kota Magelang untuk mendapatkan perawatan intensif.

ARYATI mungkin merasa masih seperti mimpi. Kejadian yang berlangsung hanya lima menit itu, menghilangkan segala yang dia miliki. Sebagian harta benda, juga: keluarga.

Ya, dalam sekejap, dia harus kehilangan semuanya. Dia masih tak percaya, banjir bandang menerjang dan merobohkan Polindes yang dia huni bersama suami dan anak anaknya. Hari-harinya, kini akan semakin kalut. Suaminya, Catur Deni firmanto, 34; dan dua anaknya, Fayat Zaidan, 5, dan balita Nisma, meninggal dalam kejadian memilukan itu. Tim SAR menemukan suami, anak-anak, serta pembantunya, dalam kondisi tidak bernyawa. Tertimbun reruntuhan Polindes tempat mereka tinggal.

Aryati sendiri selamat setelah dia berhasil keluar dari rumah dan ditemukan oleh warga dalam kondisi mengenaskan. Dia mengalami luka-luka akibat benturan. Ibnu, tetangga korban, mengatakan, sebenarnya seluruh keluarga itu hendak pulang ke Secang. Seperti biasa, setiap Sabtu, mereka pulang ke rumah di Secang.

Sebelum banjir, mereka sudah bersiap pulang. Mobil Avanza sudah dipanasi. Namun nahas. Banjir bandang yang membawa material bebatuan dan pepohonan, serta merta menerjang rumah dinas sang bidan Aryati. Semua terkubur di dalam, termasuk mobilnya.

Abah, 34, salah satu korban selamat mengatakan, banjir menghantam rumahnya bagian belakang. Tak ada sampai 5 menit, dusunnya luluh lantah. “Anak saya saat itu sedang di kamar mandi, tiba tiba pohon besar menabrak rumah bersama bebatuan, juga menjebol belakang rumah. Anak saya yang sedang mandi langsung saya gendong bawa lari ke lokasi yang lebih tinggi,” katanya, dengan nada sedikit bergetar.

Dia baru merasakan bencana langsung di depannya. Peristiwa yang tak akan dia lupakan seumur hidup. “Masya Allah, suaranya benturan seperti pesawat jatuh, suaranya kencang sekali.” Ternyata, banjir bandang juga menimpa dusun-dusun di sekitarnya. Antara lain, Dusun Nipis, Sambungsari, dan Dusun Kali Sapi yang masuk Desa Sambungrejo. Juga Dusun Deles, Desa Citrosono. Banjir yang datang tidak ada 5 menit itu, seperti air yang dituangkan beserta material batu, tanah, dan pepohonan yang rubuh. (mukhtar.lutfie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Digital Economy dan Pusaran Disrupsi

RADARSEMARANG.COM - Tata ekonomi telah bergeser menuju pada tata ekonomi baru yang disebut dengan digital economy, yaitu tata ekonomi yang didasarkan pada ilmu pengetahuan,...

MUI Jateng Gelar Jambore Halal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus gencar membudayakan sertifikasi halal terhadap produk-produk yang beredar di masyarakat. Kali...

Miras Ciplas Makin Marak

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Konsumsi minuman keras (miras) di wilayah Kabupaten Demak dari tahun ke tahun makin meningkat. Bahkan, tidak hanya miras kemasan dalam botol...

Residivis Narkoba Kembali Dibekuk

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Residivis kasus narkoba, Sulistyo Rahutomo alias Sinyo, 38, harus kembali berurusan dengan polisi. Warga Jalan Kentangan, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah ini...

Kerajinan Tangan Jadi Identitas Desa

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Piring yang terbuat dari lidi kelapa sering kita jumpai di berbagai restoran maupun rumah makan pinggiran. Selain harga per-bijinya yang cenderung...

Penggemar PUBG Waswas dengan Hoax Fatwa Haram

JawaPos.com – Kabar yang satu ini bisa membuat para penggemar PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) waswas. Katanya, Kementerian Kominfo telah memblokir game tersebut. MUI juga disebut...