31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Mirna Mendukung Lapas Terbuka

KENDAL – Bupati Kendal Mirna Annisa mengaku sangat mengapresiasi konsep lembaga pemasyarakatan (lapas) terbuka diterapkan di Lapas Kelas II B Bleder, Patebon, Kendal. Di hadapan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly, orang nomor satu di Kendal itu menyatakan siap mendukung.

”Jauh sebelum lapas ini dibuka, saya sudah sangat apresiasi banget. Karena dengan adanya lapas terbuka ini justru menjadikan warga binaan bisa bersosialisasi. Dan jauh dari praktik-praktik penyalahgunana narkoba dalam lapas yang selama ini masih cukup marak,” kata Mirna saat mendampingi Menkumham dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meresmikan Lapas Produktif  di Lapas Kelas II B Bleder, Patebon, Sabtu (29/4).

Mirna mengaku siap memberikan bantuan jika kehadiran Pemkab Kendal dibutuhkan. Hal itu mengingat pemkab tidak memiliki cukup kewenangan karena lapas berada di bawah langsung Kemenkumham.

Ia mengaku sangat tertarik dengan konsep agrobisnis atau bisnis berbasis pertanian yang telah diterapkan di Lapas Bleder. Hal itu, menurutnya, selain sebagai ajang sosialisasi, juga memberikan bekal kepada warga binaan agar bisa mandiri selepas keluar dari penjara.

Namun Bupati Mirna mengingatkan agar penyaluran napi pada agribisnis ini benar-benar melalui pembinaan tepat.  Sehingga ilmu yang didapat bisa diterapkan. ”Kami akan bantu memberikan bantuan bibit tanaman, baik itu buah maupun sayuran, sehingga bisa dimanfaatkan,” katanya.

Menkumham Yasonna mengaku sangat berterima kasih atas sambutan hangat Pemkab Kendal. Ia mengatakan, jika keberadaan lapas terbuka bertujuan untuk mengembalikan fungsi lapas sebagai tempat pembinaan bagi napi.  Yakni, dengan pemberian keterampilan, serta memberikan bekal kepada warga binaan yang lebih produktif.

”Salah satunya, warga binaan pemasyarakatan (WBP) diajarkan bercocok tanam, beternak, hingga berkebun agar kelak bisa bermanfaat saat keluar dari lapas,” ujarnya.

Dikatakan, lapas bukan hanya tempat membina narapidana secara konvensional, tetapi juga menjadi salah satu sarana untuk mendorong dihasilkannya produk-produk berkualitas. ”Kegiatan produktif yang ada di lapas menjadi penunjang bagi pembinaan warga binaan, yang juga mengubah citra masyarakat dari lapas konsumtif menjadi lapas produktif,” jelasnya.

Ia mengakui, pembinaan agrobisnis bukan tugas yang mudah, karena petugas pemasyarakatan dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Sehingga pelaksanaan tugas tidak hanya rutinitas semata. ”Yang menjadi dasar perubahan  lapas terbuka menjadi lapas produktif adalah paradigma pembinaan yang harus bergeser,” tambahnya.

Dijelaskan, lapas tidak sekadar memberi keterampilan sebagai bekal warga binaan, tetapi mengarah pada pembinaan yang produktif dalam wujud pembangunan industri di dalam lapas.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Bambang Sumardiyono, mengatakan,  pemerintah sudah memberikan sinyal untuk kerja sama dalam pengembangan agrobisnis yang ada di lapas produktif.

Peresmian Lapas Produktif Kendal kemarin diisi dengan panen raya hasil pertanian mulai kacang panjang, tomat, jagung dan lombok. Hasil produksi lainnya yang ada di lapas ini, yakni peternakan sapi, ayam petelur, burung puyuh, dan perikanan air tawar. (bud/adv/aro/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here