33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

10 Warga Terima Ganti Rugi Lahan Bendungan

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

KAJEN-Sepuluh warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Minggu (30/4) kemarin, di Kantor Balaidesa Mulyorejo, menerima uang ganti rugi lahan yang digunakan untuk pembangunan proyek darurat pembuatan bendungan melintang, yang ada di Desa Mulyorejo dan Jeruksari.

Warga yang lahannya terkena pembangunan bendungan melintang, sebagian menangis bersyukur saat menerima uang ganti rugi tersebut. Lantaran, tanahnya yang semula terkena banjir rob, selama 10 tahun lebih tidak dapat digunakan. Akan menjadi tanah yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, karena menjadi lahan yang ada di tepi jalan.

Pembangunan bendungan memelintang tersebut menjadi salah satu proyek raksasa dengan lebarnya 10 meter dan tinggi 6 meter. Akan menjadi jalan tembus yang menghubungkan Desa Mulyorejo dan Desa Jeruksari, disamping sebagai bendungan untuk mengurangi air yang menggenangi 4 desa korban banjir rob, yakni Desa Mulyorejo, Jeruksari, Tegaldowo dan Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Alpiyah, 56, warga Desa Mulyorejo, yang lahannya seluas 1.413 meter digunakan untuk bendungan mengungkapkan bahwa masih ada 3000 meter lahannya yang semula tidak berfungsi akan dijadikan sawah kembali. Pasalnya, dengan adanya bendungan, maka tidak ada lagi air di lahannya. Karena air yang menggenangi lahannya akan disedot dan dialihkan ke sungai Sengare.

Menurutnya warga sangat setuju lahannya dihargai Rp 15 ribu permeter, karena lahan tersebut selama ini tidak ada yang mau beli, lantaran tergenang banjir rob dan tidak bisa difungsikan lagi.

“Kami senang karena lahan kami akan kembali berfungsi. Dulu merupakan sawah. Nanti kalau sudah dibangun bendungan, baru kami jadikan sawah lagi. Terpenting, sebagian akan menjadi jalan tembus desa,” ungkap Alpiyah.

Kepala Desa Mulyorejo, Mubarok, mengatakan bahwa sepuluh warganya telah menerima uang ganti rugi lahan yang digunakan untuk proyek darurat pembangunan bendungan melintang.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Pembangunan bendungan melintang, di Desa Mulyorejo, Edi Prabowo, mengatakan bahwa pembangunan bendungan melintang akan selesai dalam waktu 90 hari kerja. Terhitung sejak dimulainya pemasangan bambu trucuk pertama yang dilanjutkan dengan pengurukan tanah untuk membuat pondasi serta jalan.

“Hingga kini pembangunan bendungan melintang sudah mencapai 40 persen, sesuai intsruksi Bupati Asip, bangunan bendungan melintang ini akan selesai pada pertengahan Juni atau sembilan puluh hari kerja per bulan april,” kata Edy. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hujan Perdana Bawa Korban

MAGELANG—Sejumlah warga di Kampung Sangubanyu Utara RT 01/RW 12, Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, menjadi korban petir disertai hujan deras. Untuk diketahui, setelah...

Ruang Kendali Bupati Belum Berfungsi

WONOSOBO - Ruang Kendali Bupati yang berada di lantai bawah Setda Wonosobo sampai hari ini belum berfungsi. Padahal ruangan tersebut ditargetkan menjadi pusat kontrol...

TK Sandhy Putra Telkom Latih Anak Mandiri

MAGELANG –Taman Kanak-kanak (TK) Sandhy Putra Telkom Magelang berkomitmen memberikan pembelajaran sesuai kemampuan anak. Beragam kegiatan menarik disiapkan untuk merangsang aspek perkembangan anak di...

Pengantin Wanita takut sakit?

Tanya dr Andi: Saya sudah menikah 7 bulan ini, tapi suami belum berhasil penetrasi ke dalam organ intim saya. Rasanya takut  takut dan tegang, rasanya...

Kikav Demonstrasi BDM Yong Moodo

SEMARANG-Lomba demontrasi Bela Diri Militer (BDM) Yong Moodo Tingkat Kompi TNI AD merupakan salah ajang pembuktian pembinaan dan kesiapan satuan tempur dan satuan bantuan...

Guru Besar dan Akademisi membahas Indonesia

SEMARANG - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Prof Muhibbin, berharap seluruh akademisi untuk bersama-sama menyadari pentingnya berperan aktif dalam merekatkan persatuan dan kesatuan...